Lafal Lengkap Doa Naik Kendaraan Darat Beserta Adab dan Artinya - Yayasan Syekh Ali Jaber

Lafal Lengkap Doa Naik Kendaraan Darat Beserta Adab dan Artinya

Lafal Lengkap Doa Naik Kendaraan Darat Beserta Adab dan Artinya

Mobilitas merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia modern saat ini. Setiap hari, kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk bekerja, menuntut ilmu, atau bersilaturahmi dengan menggunakan berbagai moda transportasi. Sebagai seorang Muslim yang beriman, menyandarkan keselamatan kepada Allah SWT adalah hal utama. Salah satu cara menjemput keselamatan tersebut adalah dengan melafalkan doa naik kendaraan darat sebelum memulai perjalanan.

Mengucapkan doa bukan sekadar ritual lisan, melainkan bentuk pengakuan hamba atas kelemahan dirinya dan kebesaran Sang Pencipta. Kendaraan yang kita tumpangi, baik itu mobil, motor, kereta api, maupun bus, sejatinya adalah nikmat yang Allah tundukkan untuk memudahkan urusan kita. Oleh karena itu, menyertakan nama Allah dalam setiap putaran roda kendaraan menjadi sangat penting agar perjalanan kita bernilai ibadah dan terlindung dari marabahaya.

Keutamaan Membaca Doa Saat Naik Kendaraan Darat

Islam mengatur segala aspek kehidupan umatnya dengan sangat rinci, termasuk adab dalam melakukan perjalanan. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk senantiasa mengingat Allah di manapun berada. Mengamalkan doa harian, khususnya ketika hendak naik kendaraan darat, memiliki banyak keutamaan yang mungkin sering kita lupakan.

Pertama, doa berfungsi sebagai perisai spiritual. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di jalan raya. Risiko kecelakaan, gangguan teknis, atau kejahatan bisa terjadi kapan saja. Dengan berdoa, kita memohon perlindungan mutlak dari Allah SWT. Kedua, doa mendatangkan ketenangan hati. Perjalanan yang diiringi zikir akan membuat pengemudi atau penumpang merasa lebih tenang dan tidak mudah emosi menghadapi kemacetan. Ketiga, doa mengubah aktivitas duniawi menjadi pahala ukhrawi. Perjalanan kita ke kantor atau sekolah akan tercatat sebagai amal saleh jika diawali dengan niat yang baik dan doa yang benar.

Landasan Dalil dan Lafal Doa Naik Kendaraan Darat

Perintah untuk berdoa saat menaiki kendaraan tercantum jelas dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Az-Zukhruf ayat 13-14, yang menjadi landasan utama bacaan doa ini. Ayat tersebut mengingatkan manusia bahwa Allah-lah yang menundukkan kendaraan bagi kita. Tanpa izin-Nya, manusia tidak akan mampu mengendalikan mesin atau hewan tunggangan tersebut.

Berikut adalah lafal lengkap doa naik kendaraan darat yang dapat Anda amalkan, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya:

Tulisan Arab:

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Tulisan Latin: Subhaanal ladzii sakhkhara lanaa haadzaa, wamaa kunnaa lahuu muqriniina, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.

Artinya: “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS. Az-Zukhruf: 13-14).

Selain ayat di atas, terdapat riwayat hadis yang memperinci adab Rasulullah SAW saat bepergian. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW apabila telah duduk di atas punggung untanya untuk bepergian, beliau bertakbir tiga kali, kemudian mengucapkan doa di atas.

Rangkaian Adab dan Doa Tambahan Sesuai Sunnah

Agar keberkahan semakin sempurna, kita sebaiknya tidak hanya membaca ayat inti saja. Terdapat rangkaian adab dan zikir yang Rasulullah contohkan sebelum inti dari doa naik kendaraan darat tersebut beliau ucapkan. Kita dapat mempraktikkan urutan berikut ini saat sudah duduk di dalam kendaraan dan siap berangkat:

  1. Membaca Basmalah

    Mulailah dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

  2. Membaca Hamdalah

    Ucapkan Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah).

  3. Membaca Takbir (3 Kali)

    Ucapkan Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar (Allah Maha Besar).

  4. Membaca Doa Inti (Surah Az-Zukhruf)

    Bacalah doa Subhaanal ladzii sakhkhara lanaa… seperti yang tertulis di atas.

  5. Membaca Doa Tobat Ringan

    Rasulullah SAW sering menutup doa perjalanan dengan permohonan ampunan: Allaahumma innii zhalamtu nafsii faghfir lii, fa innahu laa yaghfirud dzunuuba illaa anta. Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau.”

BACA JUGA: Sejarah dan Keutamaan Masjid Quba, Pahala Umrah Tanpa Harus ke Mekah

Menjaga Kesadaran Selama Perjalanan

Penting bagi kita untuk memahami makna “kembali kepada Tuhan kami” dalam doa tersebut. Frasa ini menjadi pengingat (pengingat kematian) yang sangat kuat. Perjalanan jarak jauh maupun dekat mengandung risiko. Dengan melafalkan kalimat tersebut, kita menyadari bahwa perjalanan hidup ini sejatinya menuju satu tujuan akhir, yaitu akhirat.

Jika kita menyadari hal ini, niscaya kita akan lebih berhati-hati dalam berkendara. Kita akan mematuhi rambu lalu lintas, tidak kebut-kebutan, dan menghormati hak pengguna jalan lain. Inilah bukti nyata bahwa doa naik kendaraan darat mampu membentuk karakter disiplin dan beretika di jalan raya.

Sempurnakan Perjalanan dengan Sedekah

Perjalanan yang selamat adalah nikmat yang luar biasa. Tubuh yang sehat hingga sampai tujuan merupakan rezeki yang patut kita syukuri. Salah satu bentuk syukur terbaik adalah dengan berbagi kepada sesama. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah dapat menolak bala dan memanjangkan umur (dalam keberkahan).

Sembari merencanakan perjalanan fisik di dunia, mari kita persiapkan bekal perjalanan abadi menuju akhirat. Anda dapat menyempurnakan rasa syukur atas keselamatan perjalanan dengan menyisihkan sebagian harta untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, serta mendukung program-program dakwah dan penghafal Al-Qur’an.

Yayasan Syekh Ali Jaber membuka peluang bagi Anda untuk beramal jariyah. Melalui yayasan ini, donasi Anda akan tersalurkan untuk pengembangan pendidikan Al-Qur’an dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi umat, meneruskan perjuangan almarhum Syekh Ali Jaber dalam membumikan Al-Qur’an di Indonesia.

SEDEKAH SEKARANG

Bagikan :

Artikel Lainnya

7 Keutamaan Sholat Hajat, Kunci ...
Panduan Lengkap Zakat Mal Mulai ...
Kumpulan Doa Diberi Kemudahan da...
7 Keutamaan Orang yang Menepati ...
Doa Mustajab untuk Korban Bencan...
Bacaan Doa Selesai Sholat Fardhu...
Donasi Sekarang