Doa Ketika Ada Angin Kencang, Bacaan Lengkap & Adab Sesuai Sunnah - Yayasan Syekh Ali Jaber

Doa Ketika Ada Angin Kencang, Bacaan Lengkap & Adab Sesuai Sunnah

Doa Ketika Ada Angin Kencang, Bacaan Lengkap & Adab Sesuai Sunnah

Sahabat Syekh Ali Jaber yang dirahmati Allah,

Pernahkah hati Anda bergetar cemas saat melihat langit tiba-tiba gelap dan pepohonan bergoyang hebat karena tiupan angin? Rasa takut itu manusiawi. Namun, sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk tidak larut dalam ketakutan, melainkan mengubahnya menjadi dzikir dan doa.

Angin adalah salah satu tentara Allah. Ia bisa membawa rahmat (seperti hujan yang menyuburkan), namun ia juga bisa menjadi peringatan. Oleh karena itu, melafalkan doa ketika ada angin kencang adalah ikhtiar batin terbaik agar Allah SWT senantiasa melindungi kita dan keluarga dari marabahaya.

Mari kita pelajari bersama bagaimana Rasulullah SAW mengajarkan kita bersikap saat fenomena alam ini terjadi.

Mengapa Kita Tidak Boleh Mencela Angin?

Sebelum masuk ke inti doa, ada adab penting yang sering dilupakan. Rasulullah SAW melarang kita mencela atau memaki angin.

Dalam sebuah hadits tentang angin, Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kamu mencaci maki angin.” (HR. Tirmidzi)

Mencela makhluk yang tidak berakal (seperti angin) sama saja dengan memprotes Sang Pencipta yang menggerakkannya. Sikap terbaik adalah husnudzon (berprasangka baik) dan memohon perlindungan.

Bacaan Doa Ketika Ada Angin Kencang (Lengkap)

Berikut adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan dalam hadits shahih Imam Muslim.

Teks Arab

Tulisan Latin

Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira ma fiha wa khaira ma ursilat bihi, wa a’udzu bika min syarriha wa syarri ma fiha wa syarri ma ursilat bihi.

Artinya

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan kebaikan tujuan ia dikirim. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan apa yang ada di dalamnya, dan keburukan tujuan ia dikirim.” (HR. Muslim No. 899)

Doa ini sangat indah karena kita tidak meminta angin berhenti secara paksa, melainkan meminta “kebaikan” dari angin tersebut dan berlindung dari “keburukan” yang mungkin menyertainya.

BACA JUGA: Hadist Tentang Larangan Marah, Jaminan Surga dan Ketenangan Jiwa

Adab dan Amalan Saat Angin Ribut Melanda

Selain membaca doa di atas, ada beberapa adab ketika angin ribut yang bisa kita praktikkan sebagai bentuk ittiba’ (mengikuti) Nabi:

1. Berhenti Sejenak dan Fokus Berdoa

Jika Anda sedang berkendara atau beraktivitas, ada baiknya menepi atau berhenti sejenak. Fokuskan hati meminta perlindungan Allah. Jangan sibuk merekam untuk konten media sosial sementara lisan lupa berdzikir.

2. Memperbanyak Istighfar

Angin kencang bisa jadi teguran. Almarhum Syekh Ali Jaber semasa hidupnya sering mengingatkan kita akan dahsyatnya kekuatan istighfar. Istighfar mampu menolak bala dan meredakan kemurkaan alam atas izin Allah.

3. Melakukan Sedekah (Amalan Tolak Bala)

Dalam Islam, sedekah dikenal sebagai penolak bala (bencana). Rasulullah SAW bersabda:

“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.” (HR. Imam Baihaqi)

Ketika cuaca memburuk atau hati merasa tidak tenang, cobalah untuk bersedekah. Niatkan sedekah tersebut sebagai wasilah agar Allah menjaga rumah, keluarga, dan harta benda kita dari kerusakan.

Jadikan Musibah Sebagai Pengingat

Sahabat sekalian, fenomena alam adalah cara Allah “berbicara” kepada hamba-Nya. Semoga dengan mengamalkan doa ketika ada angin kencang ini, hati kita menjadi lebih tenang dan iman kita semakin kokoh.

Ingatlah, sebaik-baik pelindung adalah Allah SWT. Jangan lupa ajarkan doa ini kepada istri dan anak-anak di rumah agar menjadi kebiasaan baik keluarga.

Ingin ikut serta memuliakan Al-Qur’an dan membantu sesama? Mari salurkan kepedulian Anda melalui program-program sosial dan pendidikan di Yayasan Syekh Ali Jaber. Sedekah Anda adalah payung pelindung di dunia dan akhirat.

SEDEKAH SEKARANG

Bagikan :

6282260707044

Kirim Email

Donasi Sekarang