
Sholat Dzuhur adalah sholat fardhu 4 rakaat yang dikerjakan saat matahari tergelincir (zawal) hingga bayangan benda sama panjang dengan bendanya. Tata caranya dimulai dengan Niat dan Takbiratul Ihram, lalu berdiri membaca Al-Fatihah, Ruku’, I’tidal, Sujud, Duduk di antara dua sujud, Tasyahud Awal (rakaat ke-2), dan diakhiri Tasyahud Akhir serta Salam pada rakaat ke-4. Bacaan pada sholat ini dilakukan secara sirr (lirih).
Dalil dan Dasar Hukum Sholat Dzuhur
Sebagai hamba yang beriman, kita melaksanakan sholat bukan sekadar menggugurkan kewajiban, namun sebagai bukti ketaatan atas perintah Allah SWT.
1. Perintah Al-Quran
Allah SWT berfirman mengenai waktu sholat Dzuhur dalam QS. Al-Isra: 78:
أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ …
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam…” (QS. Al-Isra: 78)
Penjelasan: Kata “lidulukisy-syamsi” (tergelincirnya matahari) adalah tanda masuknya waktu Dzuhur. Ini adalah momen di mana matahari mulai bergerak ke arah barat setelah berada di titik tertingginya (zenith).
2. Hadits Rasulullah SAW
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Waktu Zhuhur adalah ketika matahari tergelincir (ke arah barat), dan bayangan seseorang sama dengan tingginya, selama belum masuk waktu Ashar.” (HR. Muslim no. 612)
Niat Sholat Dzuhur
Berdiri tegak menghadap kiblat, lalu hadirkan niat tulus karena Allah.
Lafal Niat (jika dilafalkan): Ushalli fardhadh-zhuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala. (“Aku berniat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”)
Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Dzuhur
Sahabat beriman, bayangkan Sholat Dzuhur sebagai “Rest Area” atau tempat istirahat di tengah perjalanan panjang. Di tengah kesibukan kerja dan panasnya hari, Allah memanggil kita untuk “berhenti sejenak” (break), mendinginkan hati, dan mengisi ulang energi spiritual agar sisa hari bisa kita jalani dengan berkah.
Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaannya:
1. Niat (Di dalam Hati)
Berdiri tegak menghadap kiblat, lalu hadirkan niat tulus karena Allah.
Lafal Niat (jika dilafalkan): Ushalli fardhadh-zhuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala. (“Aku berniat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”)
2. Takbiratul Ihram
Mengangkat kedua tangan sejajar telinga/bahu sambil mengucapkan: “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar). Pandangan mata fokus ke tempat sujud.
3. Membaca Doa Iftitah & Al-Fatihah
Setelah bersedekap (tangan kanan di atas tangan kiri), disunnahkan membaca doa Iftitah, kemudian wajib membaca Al-Fatihah. Catatan: Pada Sholat Dzuhur, bacaan dilakukan secara sirr (suara pelan/berbisik yang hanya didengar sendiri).
4. Ruku’ dengan Tuma’ninah
Membungkukkan badan hingga punggung rata, tangan memegang lutut. Diam sejenak (tuma’ninah) dan membaca tasbih: “Subhaana rabbiyal ‘azhiimi wabihamdih” (3x).
5. I’tidal (Bangun dari Ruku’)
Bangkit berdiri tegak sambil mengangkat tangan (“Sami’allaahu liman hamidah”), lalu membaca: “Rabbanaa lakal hamdu mil’us samawaati wa mil’ul ardhi wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du.”
6. Sujud Pertama
Turun sujud dengan meletakkan 7 anggota badan (dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, kedua ujung kaki) ke lantai. Membaca: “Subhaana rabbiyal a’laa wabihamdih” (3x).
7. Duduk di Antara Dua Sujud
Bangun dari sujud, duduk iftirasy (menduduki kaki kiri, kaki kanan tegak), membaca: “Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.”
8. Sujud Kedua
Lakukan sujud kedua sama seperti sujud pertama.
9. Rakaat Kedua hingga Keempat
- Bangkit berdiri untuk Rakaat Kedua. Lakukan gerakan sama seperti rakaat pertama.
- Setelah sujud kedua di rakaat kedua, lakukan
- Duduk Tasyahud Awal. Bacaan tasyahud awal sampai “Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad”.
- Bangkit untuk Rakaat Ketiga dan Keempat. Pada dua rakaat terakhir ini, cukup membaca Al-Fatihah saja (tanpa surat pendek).
10. Tasyahud Akhir & Salam
Pada rakaat keempat setelah sujud kedua, duduk tawarruk (kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan, pantat menempel lantai). Bacalah Tasyahud Akhir lengkap hingga sholawat Ibrahimiyah.
Salam: Menoleh ke kanan hingga pipi terlihat dari belakang (“Assalamu’alaikum warahmatullah”), lalu menoleh ke kiri dengan ucapan sama.
BACA JUGA: Doa Ketika Gempa Bumi Lengkap Sesuai Sunnah & Adab Menghadapinya
Frequently Asked Question
Berikut adalah pertanyaan yang sering diajukan jamaah terkait tata cara sholat dzuhur:
Waktu Dzuhur berakhir ketika panjang bayangan sebuah benda sama dengan tinggi benda aslinya. Jika bayangan sudah lebih panjang dari bendanya, maka sudah masuk waktu Ashar. Sebaiknya jangan menunda hingga waktu ‘mepet’.
Sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sangat menjaga 4 rakaat sebelum Dzuhur (Qobliyah) dan 2 rakaat sesudah Dzuhur (Ba’diyah). Ini termasuk sunnah muakkad (sunnah yang sangat ditekankan) untuk menyempurnakan pahala sholat fardhu kita.
Jika Anda datang saat imam sudah ruku’, segeralah takbiratul ihram dan ikut ruku’. Rakaat itu sudah terhitung untuk Anda. Namun jika imam sudah bangkit dari ruku’ (i’tidal atau sujud), ikuti gerakan imam, tapi rakaat tersebut tidak dihitung, sehingga Anda wajib menambah rakaat yang kurang setelah imam salam.
Raih Ketenangan Hati Bersama Al-Quran
Sahabat, jika Sholat Dzuhur adalah istirahat bagi fisik dan jiwa kita di siang hari, maka Al-Quran adalah nutrisi utamanya. Jangan biarkan ibadah kita hanya menjadi gerakan fisik semata tanpa pemahaman rasa.
Yayasan Syekh Ali Jaber mengajak Anda untuk tidak hanya memperbaiki sholat, tapi juga memperindah interaksi dengan Al-Quran. Melalui program sosial dan pendidikan kami, mari kita wujudkan generasi yang sholatnya terjaga dan akhlaknya mulia.
Ingin belajar lebih dalam atau berpartisipasi dalam program kebaikan kami?






