
Bacaan duduk diantara dua sujud ternyata tidak hanya memiliki satu bentuk. Dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ ditemukan beberapa riwayat dengan lafaz yang berbeda, mulai dari doa yang sangat singkat hingga bacaan yang memuat permohonan ampunan, rahmat, petunjuk, rezeki, kesehatan, dan kebaikan lainnya.
Perbedaan tersebut tidak perlu membuat seorang Muslim bingung. Justru, keberadaan beberapa riwayat menunjukkan bahwa ada keluasan dalam bacaan doa pada posisi ini selama bersandar pada tuntunan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hal yang juga penting dibedakan adalah antara gerakan duduk di antara dua sujud dan bacaan di dalamnya. Duduk di antara dua sujud merupakan bagian penting dalam rangkaian salat. Adapun mengenai hukum bacaannya, mayoritas ulama memandang doa tersebut sebagai sunnah, sementara pendapat masyhur dalam mazhab Hanbali memandang bacaan minimalnya sebagai wajib.
Macam-Macam Bacaan Duduk Diantara Dua Sujud Berdasarkan Riwayat
Jawaban singkatnya, ada beberapa lafaz yang diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ. Perbedaannya terutama terletak pada jumlah dan susunan permohonan yang dibaca.
1. Bacaan paling singkat
Salah satu bacaan yang paling ringkas adalah
رَبِّ اغْفِرْ لِي رَبِّ اغْفِرْ لِي
Rabbighfir lī, rabbighfir lī
Artinya
Ya Tuhanku, ampunilah aku. Ya Tuhanku, ampunilah aku.
Bacaan ini diriwayatkan dari Hudzaifah bin Al-Yaman رضي الله عنه. Hadis tersebut terdapat antara lain dalam Sunan Abu Dawud nomor 874, Sunan An-Nasa’i nomor 1145, dan Sunan Ibnu Majah nomor 897. Riwayat ini dinilai sahih dalam sejumlah penilaian hadis.
Bacaan sederhana ini menjadi bukti bahwa seseorang tidak harus selalu membaca doa yang panjang. Permohonan ampun kepada Allah sudah memiliki dasar yang kuat dari sunnah Nabi ﷺ.
2. Bacaan dengan lima permohonan dalam riwayat At-Tirmidzi
Riwayat dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما memuat bacaan berikut
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي
Allāhummaghfir lī warhamnī wajburnī wahdinī warzuqnī
Artinya
Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah kekuranganku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.
Lafaz ini terdapat dalam riwayat At-Tirmidzi nomor 284. Riwayat tersebut juga tercatat dalam kajian hadis sebagai riwayat yang dapat diterima dan dinilai sahih oleh Al-Albani.
Versi ini antara lain menjadi bacaan yang digunakan dalam tuntunan salat Muhammadiyah.
3. Bacaan riwayat Abu Dawud
Dalam riwayat Abu Dawud terdapat susunan yang sedikit berbeda
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَعَافِنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي
Allāhummaghfir lī warhamnī wa ‘āfinī wahdinī warzuqnī
Artinya
Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku keselamatan dan kesehatan, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.
Hadis ini terdapat dalam Sunan Abu Dawud nomor 850 dan dinilai hasan dalam penilaian Al-Albani.
Perbedaannya dengan riwayat At-Tirmidzi terlihat pada kata wa ‘āfinī yang berarti memohon keselamatan atau afiat.
4. Bacaan riwayat Ibnu Majah
Riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما memuat lafaz
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْزُقْنِي وَارْفَعْنِي
Rabbighfir lī warhamnī wajburnī warzuqnī warfa‘nī
Artinya
Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah kekuranganku, berilah aku rezeki, dan angkatlah derajatku.
Riwayat tersebut terdapat dalam Sunan Ibnu Majah nomor 898 dan menyebut bacaan yang dilakukan Rasulullah ﷺ dalam salat malam.
Dari beberapa riwayat ini terlihat bahwa lafaz doa memang tidak selalu identik.
Bagaimana dengan Bacaan Panjang yang Populer di Indonesia
Bacaan yang sangat populer di masyarakat Indonesia adalah
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Rabbighfir lī warhamnī wajburnī warfa‘nī warzuqnī wahdinī wa ‘āfinī wa‘fu ‘annī
Artinya
Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, berilah aku keselamatan, dan maafkanlah aku.
Versi ini digunakan secara luas dalam tradisi Muslim Indonesia dan dimuat pula dalam kumpulan doa salat NU Online.
Namun, ada hal penting yang perlu dipahami secara jujur.
Rangkaian delapan permohonan tersebut tidak ditemukan dalam sumber hadis yang telah dibahas di atas sebagai satu lafaz hadis tunggal dengan susunan persis yang sama. Riwayat-riwayat hadis justru menunjukkan beberapa versi yang berbeda.
Dalam pembahasan Suara Muhammadiyah, rangkaian tersebut dipahami kemungkinan sebagai penggabungan beberapa lafaz yang terdapat dalam berbagai riwayat. Sumber tersebut juga memberi catatan khusus bahwa tambahan wa‘fu ‘annī tidak ditemukan dalam rangkaian hadis yang mereka teliti.
Sementara itu, penjelasan fikih Syafi’i yang dikutip Dar al-Ifta Yordania menyebut rangkaian tujuh permohonan sebagai doa yang dianjurkan. Sumber tersebut juga mencatat bahwa tambahan wa‘fu ‘annī dinukil sebagai tambahan dari Imam Al-Ghazali.
Dengan demikian, lebih tepat mengatakan bahwa versi panjang tersebut merupakan bacaan yang dikenal dalam tradisi fikih dan merupakan rangkaian dari permohonan-permohonan yang baik, bukan menyebut seluruh susunannya sebagai satu hadis Nabi dengan satu sanad tertentu.
BACA JUGA: Hari Tasmi’ Al-Qur’an Internasional, Yayasan Syekh Ali Jaber Gaungkan Semangat Menjaga Al-Qur’an
Ringkasan Perbedaan Bacaan
| Bacaan utama | Isi permohonan | Sumber utama |
|---|---|---|
| Rabbighfir lī, rabbighfir lī | Ampunan | Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah |
| Allāhummaghfir lī warhamnī wajburnī wahdinī warzuqnī | Ampunan, rahmat, perbaikan, petunjuk, rezeki | At-Tirmidzi |
| Allāhummaghfir lī warhamnī wa ‘āfinī wahdinī warzuqnī | Ampunan, rahmat, afiat, petunjuk, rezeki | Abu Dawud |
| Rabbighfir lī warhamnī wajburnī warzuqnī warfa‘nī | Ampunan, rahmat, perbaikan, rezeki, peninggian derajat | Ibnu Majah |
| Versi panjang delapan permohonan | Gabungan berbagai permohonan | Dikenal dalam tradisi fikih dan doa salat di Indonesia |
Perbedaan lafaz tersebut juga dibahas dalam kajian Muhammadiyah yang menyimpulkan bahwa memang terdapat sejumlah riwayat dengan susunan bacaan yang sedikit berbeda.
Apakah Boleh Memilih Salah Satu Bacaan
Ya, adanya beberapa riwayat memberikan ruang untuk membaca lafaz yang memiliki dasar dari sunnah. Tidak ada alasan untuk saling menyalahkan hanya karena seseorang membaca versi yang berbeda.
Bagi orang yang ingin memilih bacaan dengan riwayat yang sangat jelas dan mudah dihafalkan, Rabbighfir lī, rabbighfir lī merupakan pilihan sederhana.
Bagi yang terbiasa mengikuti tuntunan tertentu, seperti tuntunan fikih Syafi’i atau tuntunan Tarjih Muhammadiyah, seseorang dapat mengikuti bacaan yang diajarkan dalam panduan tersebut.
Yang lebih penting adalah memahami bahwa duduk di antara dua sujud bukan sekadar jeda gerakan. Di dalamnya seorang hamba sedang memohon langsung kepada Allah.
Makna Mendalam di Balik Doa Antara Dua Sujud
Doa ini merangkum kebutuhan manusia yang sangat mendasar. Kita meminta ampunan atas kesalahan, rahmat dalam kehidupan, perbaikan terhadap kekurangan, petunjuk ketika menghadapi pilihan, rezeki yang baik, keselamatan, hingga peninggian derajat di sisi Allah.
Permohonan ampun dan rahmat juga memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an.
Allah berfirman dalam Surah Al-Mu’minun ayat 118
وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ
Artinya
Katakanlah Nabi Muhammad, “Ya Tuhanku, berilah ampunan dan rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat.”
Ayat tersebut bukan dalil khusus yang menentukan bacaan duduk di antara dua sujud. Namun, isinya menunjukkan betapa pentingnya permohonan ampun dan rahmat dalam kehidupan seorang Muslim.
Dari Memohon Rahmat hingga Menebarkan Manfaat
Salah satu permohonan dalam doa antara dua sujud adalah meminta rahmat dan rezeki. Ketika Allah memberikan kelapangan rezeki, seorang Muslim juga diajarkan untuk menjadikan sebagian nikmat tersebut bermanfaat bagi orang lain.
Sedekah adalah pemberian harta atau manfaat secara sukarela dengan niat mencari rida Allah dan membantu sesama.
Allah menggambarkan besarnya nilai infak dalam Surah Al-Baqarah ayat 261
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Artinya
Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.
Sedekah tidak perlu dikaitkan dengan janji bahwa setiap hajat pasti langsung terkabul. Sedekah adalah ibadah yang memiliki nilainya sendiri dan menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada sesama.
Yayasan Syekh Ali Jaber menjalankan kegiatan di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial. Situs resminya juga memuat laporan kegiatan dan program yang telah dijalankan, termasuk program untuk anak yatim dan penyaluran qurban kepada ribuan penerima manfaat.
Bagi yang ingin meneruskan rasa syukur atas rezeki Allah dalam bentuk manfaat bagi sesama, sedekah dapat dititipkan melalui halaman Sedekah Yayasan Syekh Ali Jaber di /sedekah.
FAQ Bacaan Duduk di Antara Dua Sujud
Apa bacaan duduk di antara dua sujud yang paling singkat
Bacaan yang memiliki dasar hadis dan mudah dihafalkan adalah Rabbighfir lī, rabbighfir lī yang berarti Ya Tuhanku, ampunilah aku, Ya Tuhanku, ampunilah aku.
Apakah bacaan antara dua sujud hanya ada satu
Tidak. Terdapat beberapa riwayat hadis dengan lafaz yang berbeda. Ada yang hanya berisi permohonan ampun dan ada pula yang mencakup rahmat, petunjuk, rezeki, afiat, dan peninggian derajat.
Apakah bacaan Rabbighfirli warhamni wajburni yang panjang boleh dibaca
Bacaan panjang tersebut dikenal dalam tradisi fikih dan digunakan luas oleh masyarakat Muslim Indonesia. Namun, lebih tepat untuk tidak menyebut seluruh rangkaian delapan permohonan itu sebagai satu lafaz hadis yang diriwayatkan persis dalam satu riwayat.
Jika lupa membaca doa di antara dua sujud apakah salat batal
Menurut mayoritas ulama, bacaan doa antara dua sujud merupakan sunnah sehingga meninggalkannya tidak membatalkan salat. Pendapat masyhur dalam mazhab Hanbali memandang bacaan minimal Rabbighfir lī sebagai wajib.
Mana bacaan yang sebaiknya dipilih
Pilihlah bacaan yang memiliki landasan yang dapat dipertanggungjawabkan dan yang mampu dibaca dengan baik. Tidak perlu memperselisihkan perbedaan lafaz yang memang memiliki dasar dalam berbagai riwayat.
Penutup
Memahami bacaan duduk diantara dua sujud membantu kita menjalankan salat dengan ilmu, bukan hanya menghafalkan rangkaian kata. Berbagai riwayat menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan lebih dari satu lafaz, sehingga perbedaan bacaan yang dijumpai di tengah masyarakat tidak selalu berarti salah.
Yang terpenting adalah menghadirkan kesadaran ketika memohon ampunan, rahmat, petunjuk, rezeki, dan kebaikan kepada Allah.
Ketika Allah memberikan keluasan rezeki, rasa syukur itu juga dapat diwujudkan dengan membantu sesama. Bagi yang ingin berbagi melalui program dakwah, pendidikan, dan sosial, sedekah dapat dititipkan secara sukarela melalui halaman Sedekah Yayasan Syekh Ali Jaber.




