Keutamaan Taqwa dalam Al-Quran dan Hadits yang Wajib Diketahui Semua Muslim - Yayasan Syekh Ali Jaber

Keutamaan Taqwa dalam Al-Quran dan Hadits yang Wajib Diketahui Semua Muslim

Keutamaan Taqwa dalam Al-Quran dan Hadits yang Wajib Diketahui Semua Muslim

Taqwa adalah kata yang hampir selalu kita dengar dalam khutbah Jumat, ceramah, maupun nasihat sehari-hari. Namun tidak semua orang benar-benar memahami apa yang dimaksud dan mengapa Allah begitu sering memerintahkannya dalam Al-Quran. Artikel ini akan mengulas keutamaan taqwa berdasarkan ayat Al-Quran dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ciri-ciri orang yang bertakwa, serta bagaimana taqwa itu diwujudkan dalam kehidupan nyata, termasuk lewat kepedulian terhadap sesama.

Apa Itu Taqwa?

Taqwa secara bahasa berasal dari kata “waqa” yang berarti menjaga diri atau melindungi diri dari sesuatu yang membahayakan. Secara istilah, taqwa berarti menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, sehingga seorang hamba terlindungi dari murka dan azab-Nya.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah menjelaskan makna taqwa secara ringkas namun mendalam. Menurut beliau, taqwa adalah rasa takut kepada Allah Yang Maha Agung, beramal sesuai apa yang diturunkan dalam Al-Quran dan sunnah, ridha dengan rezeki yang sedikit, dan senantiasa bersiap menghadapi hari kepulangan kepada Allah.

Ada pula riwayat masyhur dari dialog Umar bin Khattab dan Ubay bin Ka’ab. Ketika Umar ditanya apakah pernah melewati jalan berduri, ia menjawab pernah, dan berusaha keras menghindarinya. Ubay lalu berkata, itulah taqwa. Perumpamaan ini menggambarkan taqwa sebagai kehati-hatian penuh kesadaran, bukan sekadar rasa takut yang pasif.

Keutamaan Taqwa dalam Al-Quran

Taqwa disebut dan diperintahkan dalam Al-Quran lebih dari dua ratus kali dalam berbagai bentuk kata, menandakan betapa sentral kedudukannya dalam ajaran Islam. Berikut beberapa keutamaan taqwa yang tertuang langsung dalam ayat-ayat Al-Quran.

Taqwa Membuka Jalan Keluar dan Rezeki yang Tidak Disangka

Allah menjanjikan jalan keluar dari kesulitan dan rezeki dari arah yang tidak terduga bagi siapa saja yang bertakwa kepada-Nya. Janji ini tertuang dalam firman-Nya.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq ayat 2-3)

Pada ayat berikutnya Allah juga menjanjikan kemudahan urusan bagi orang yang bertakwa.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Artinya, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. At-Talaq ayat 4)

Taqwa Mengangkat Derajat Seseorang di Sisi Allah

Kemuliaan seseorang di hadapan Allah tidak diukur dari keturunan, harta, atau jabatan, melainkan dari kadar taqwanya.

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Artinya, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat ayat 13)

Ayat ini menegaskan bahwa taqwa adalah tolok ukur kemuliaan yang berlaku universal, melampaui sekat suku, bangsa, maupun status sosial.

Taqwa Menjadi Sebab Diselamatkan dari Neraka dan Diberi Surga

Al-Quran menggambarkan bahwa orang-orang bertakwa akan diselamatkan dari neraka dan diberi balasan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran ayat 133)

Taqwa juga menjadi tujuan utama dari ibadah puasa yang dijalankan umat Islam setiap Ramadan, sebagaimana firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah ayat 183)

BACA JUGA: Bacaan Zikir Pagi Lengkap Beserta Keutamaannya, Amalkan Setiap Hari Demi Dapat Keberkahan

Keutamaan Taqwa dalam Hadits Rasulullah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa taqwa adalah salah satu sebab utama seseorang dimasukkan ke dalam surga. Ketika ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke surga, beliau menjawab, “Taqwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi nomor 2004)

Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari dan Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah bersabda.

اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Artinya, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik agar kebaikan itu menghapuskannya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi nomor 1987, dinilai hasan shahih)

Hadits ini mengajarkan bahwa taqwa bukan sekadar ibadah ritual, melainkan sikap yang menyeluruh, mencakup hubungan dengan Allah, upaya memperbaiki diri, dan cara memperlakukan sesama manusia dengan baik.

Ciri-Ciri Orang yang Bertakwa

Al-Quran menggambarkan ciri orang bertakwa secara konkret, bukan sekadar konsep abstrak. Dalam surah Al-Baqarah ayat 2-4, Allah menyebutkan bahwa orang bertakwa adalah mereka yang beriman kepada perkara gaib, menegakkan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang telah dikaruniakan kepada mereka.

Sementara itu surah Ali Imran ayat 134-135 menambahkan ciri lain, yaitu.

  1. Berinfak baik dalam keadaan lapang maupun sempit.
  2. Mampu menahan amarah.
  3. Memaafkan kesalahan orang lain.
  4. Segera bertobat ketika melakukan kesalahan atau menzalimi diri sendiri.

Dari rangkaian ciri ini terlihat bahwa taqwa memiliki tiga dimensi sekaligus, yaitu hubungan dengan Allah lewat ibadah, hubungan dengan diri sendiri lewat pengendalian nafsu, dan hubungan dengan sesama lewat kepedulian sosial.

Taqwa dan Kepedulian terhadap Sesama

Salah satu hal menarik dari ciri-ciri orang bertakwa yang disebutkan Al-Quran adalah kaitannya yang erat dengan kepedulian sosial. Ayat tentang taqwa dalam surah Al-Baqarah maupun Ali Imran sama-sama menyebutkan kebiasaan berinfak sebagai bagian tak terpisahkan dari ketakwaan, baik saat kondisi keuangan sedang lapang maupun ketika sedang sempit.

Sedekah adalah pemberian harta atau bentuk kebaikan lain yang dilakukan secara sukarela karena Allah, tanpa mengharap imbalan dari manusia. Dalam konteks taqwa, sedekah menjadi salah satu bukti nyata bahwa keimanan seseorang tidak berhenti pada ucapan atau ibadah pribadi, tetapi juga berdampak pada orang di sekitarnya, terutama mereka yang membutuhkan.

Di sinilah letak hubungan antara menjaga ketakwaan dan menjaga kepedulian kepada sesama. Semakin seseorang berusaha memupuk taqwa dalam dirinya, semakin ia terdorong untuk berbagi, karena hartanya diyakini sebagai titipan yang harus disalurkan sebagian untuk kemaslahatan umat.

Frequently Asked Question

Apa perbedaan taqwa dan iman?

Iman adalah keyakinan dalam hati terhadap rukun-rukun keimanan, sedangkan taqwa adalah perwujudan dari keimanan tersebut dalam bentuk ketaatan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Iman menjadi fondasi, taqwa menjadi buah dari fondasi itu.

Apakah taqwa hanya soal ibadah ritual seperti salat dan puasa?

Tidak. Berdasarkan Al-Baqarah ayat 2-4 dan Ali Imran ayat 134-135, taqwa mencakup ibadah ritual sekaligus akhlak sosial, seperti menahan marah, memaafkan, dan berinfak kepada sesama.

Bagaimana cara meningkatkan taqwa dalam kehidupan sehari-hari?

Taqwa dapat dipupuk dengan menjaga ibadah wajib, memperbanyak zikir dan istighfar, menahan diri dari perbuatan dosa, serta membiasakan berbagi kepada orang yang membutuhkan meski dalam jumlah kecil.

Apa manfaat taqwa yang dijanjikan Allah dalam Al-Quran?

Beberapa manfaat yang disebutkan Al-Quran antara lain jalan keluar dari kesulitan, rezeki dari arah tak terduga, kemudahan dalam urusan, serta balasan surga di akhirat.

Apakah sedekah termasuk bagian dari taqwa?

Ya. Al-Quran menyebut kebiasaan menafkahkan sebagian rezeki sebagai salah satu ciri orang bertakwa, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.

Penutup

Taqwa bukan sekadar rasa takut kepada Allah, melainkan kesungguhan menjaga diri dengan menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya, yang tercermin dalam ibadah, akhlak, sekaligus kepedulian kepada sesama. Semakin kita berusaha memupuk taqwa, semakin terasa pula dorongan untuk berbagi rezeki yang Allah titipkan kepada kita.

Jika artikel ini mengetuk hati Anda untuk mengambil bagian dari sifat mulia ini, salurkan sebagian rezeki Anda melalui program sedekah Yayasan Syekh Ali Jaber di yayasansyekhalijaber.com/sedekah. Sedekah yang disalurkan secara amanah dapat menjadi wujud nyata ketakwaan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan.

Bagikan :

6282260707044

Kirim Email

Donasi Sekarang