
Cara membersihkan madzi perlu dipahami karena cairan ini memiliki konsekuensi langsung terhadap kesucian badan, pakaian, dan wudu. Madzi termasuk najis dan keluarnya membatalkan wudu, tetapi tidak membuat seseorang wajib mandi junub. Karena itu, penanganannya berbeda dari mani.
Secara praktis, seseorang yang mendapati madzi perlu membersihkan kemaluan dan bagian tubuh atau pakaian yang terkena, lalu berwudu sebelum melaksanakan salat. Penjelasan ini penting agar seseorang tidak berlebihan dalam bersuci, tetapi juga tidak meremehkan najis yang harus dibersihkan.
Apa Itu Madzi dan Bagaimana Hukumnya
Madzi adalah cairan yang biasanya tipis dan lengket serta keluar ketika ada rangsangan atau dorongan syahwat. Keluarnya tidak seperti mani yang umumnya memancar dan diikuti rasa lemas setelahnya. Madzi dapat dialami laki-laki maupun perempuan. NU Online menjelaskan perbedaan ciri madzi, mani, dan wadi beserta implikasi fikihnya.
Madzi dihukumi najis dan keluarnya menyebabkan hadas kecil. Karena itu, orang yang mengeluarkan madzi harus membersihkan najisnya dan berwudu ketika hendak salat. Hal ini juga dijelaskan oleh Muhammadiyah dalam pembahasan tentang madzi dan hal yang membatalkan wudu.
Rasulullah ﷺ bersabda kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu
تَوَضَّأْ وَاغْسِلْ ذَكَرَكَ
Artinya
Berwudulah dan cucilah kemaluanmu.
Hadis ini diriwayatkan dalam Sahih al Bukhari nomor 269 dan Sahih Muslim nomor 303. Hadis tersebut menjadi dasar bahwa madzi tidak mewajibkan mandi besar. Yang diwajibkan adalah membersihkan bagian yang terkena dan berwudu.
Al-Qur’an juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan pakaian. Allah berfirman dalam QS Al Muddassir ayat 4
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
Artinya
Dan bersihkanlah pakaianmu.
Ayat ini memberi prinsip umum tentang kebersihan dan kesucian pakaian. Ayat tersebut bukan dalil khusus tentang madzi, sehingga rincian hukum madzi tetap merujuk pada hadis Nabi ﷺ dan penjelasan para ulama.
BACA JUGA: Hukum Menyimpan Barang yang Tidak Terpakai dalam Islam
Cara Membersihkan Madzi pada Tubuh dan Pakaian
Cara membersihkan madzi pada dasarnya sederhana. Bersihkan bagian yang terkena najis dengan air, kemudian berwudulah sebelum salat. Tidak ada kewajiban mandi junub hanya karena keluar madzi.
Langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
- Pastikan cairan yang keluar memiliki ciri madzi. Madzi biasanya keluar ketika ada rangsangan seksual, bersifat lengket, tidak memancar seperti mani, dan tidak diikuti rasa lemas sebagaimana yang lazim terjadi setelah keluarnya mani.
- Bersihkan kemaluan dengan air. Dalam hadis sahih, Nabi ﷺ memerintahkan agar kemaluan dicuci setelah keluar madzi. Dalam penjelasan fikih Syafi’i yang dikutip NU Online, orang yang keluar madzi membasuh seluruh dzakar. Bagi perempuan, bagian luar kemaluan dan bagian tubuh yang terkena cairan perlu dibersihkan dari najis.
- Bersihkan pakaian yang terkena madzi. Untuk panduan yang berhati-hati dan selaras dengan pendapat Imam al Syafi’i yang dicatat oleh Imam at Tirmidzi, basuh bagian pakaian yang terkena dengan air. Tidak perlu mencuci seluruh pakaian jika najis hanya mengenai satu area.
- Berwudulah setelah membersihkan najis ketika hendak melaksanakan salat. Urutan ini paling praktis karena badan dan pakaian sudah bersih sebelum wudu dilakukan.
- Tidak perlu mandi wajib kecuali terdapat sebab lain yang memang mewajibkan mandi, seperti keluarnya mani dengan keadaan yang memenuhi ketentuan mandi janabah atau terjadinya hubungan suami istri.
Ada keringanan yang juga perlu diketahui. Dalam hadis Sahl bin Hunaif, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa pakaian yang terkena madzi dapat diperciki air pada bagian yang diyakini terkena. Imam at Tirmidzi mencatat adanya perbedaan pendapat ulama dalam masalah ini. Sebagian ulama mencukupkan percikan air, sedangkan Imam al Syafi’i berpendapat bagian tersebut perlu dibasuh. Karena itu, membasuh bagian pakaian yang terkena merupakan pilihan yang lebih aman bagi pembaca yang mengikuti pendapat Syafi’i.
Perbedaan Madzi, Mani, dan Wadi
Madzi, mani, dan wadi tidak boleh disamakan karena ciri dan konsekuensi bersucinya berbeda. Mengetahui perbedaannya membantu seseorang menentukan apakah cukup membersihkan najis dan berwudu atau harus mandi besar.
| Cairan | Ciri umum | Tindakan bersuci |
|---|---|---|
| Madzi | Biasanya tipis dan lengket, keluar ketika ada rangsangan syahwat, tidak memancar seperti mani | Bersihkan bagian yang terkena lalu berwudu |
| Mani | Umumnya keluar dengan kenikmatan dan dapat memancar serta diikuti rasa lemas | Mandi wajib ketika keluarnya memenuhi sebab yang mewajibkan janabah |
| Wadi | Biasanya lebih kental dan sering keluar setelah buang air kecil atau saat kelelahan | Bersihkan bagian yang terkena lalu berwudu |
Status najis mani memiliki rincian perbedaan pendapat di antara ulama. Dalam mazhab Syafi’i, mani manusia dihukumi suci, sedangkan madzi dan wadi dihukumi najis. Karena artikel ini membahas madzi, hal terpenting yang perlu diingat adalah madzi harus dibersihkan sebelum salat.
BACA JUGA: Perbedaan Hikmah dan Manfaat, Ini Pengertian dan Contohnya
Apakah Bekas Madzi Harus Hilang Seluruhnya
Jika wujud najis masih terlihat, bagian tersebut perlu dibersihkan dengan air sampai najisnya hilang. Untuk pakaian, cukup fokus pada bagian yang terkena dan tidak perlu mencuci seluruh kain bila najis hanya mengenai area tertentu.
Dalam pembahasan tentang bersuci dari najis, NU Online menjelaskan bahwa ukuran utama pembersihan dengan air adalah hilangnya najis berdasarkan dugaan kuat. Pada praktiknya, alirkan air pada bagian yang terkena hingga bersih.
Seseorang juga tidak perlu terjebak dalam keraguan berlebihan setelah sudah membersihkan bagian yang diyakini terkena. Ibadah bersuci bertujuan menghadirkan kesucian, bukan membuat seseorang terus mengulang pencucian tanpa dasar yang jelas.
Mengapa Madzi Tidak Mewajibkan Mandi Junub
Keluarnya madzi hanya mewajibkan wudu, bukan mandi junub. Perbedaan ini ditegaskan langsung dalam hadis Nabi ﷺ.
Dalam riwayat Abu Dawud, Nabi ﷺ memerintahkan orang yang mendapati madzi untuk mencuci kemaluannya dan berwudu. Beliau membedakannya dari keluarnya mani yang menjadi sebab mandi.
Pemahaman ini penting karena sebagian orang mengira setiap cairan yang keluar akibat rangsangan seksual otomatis mewajibkan mandi besar. Padahal, hukum bersuci bergantung pada jenis cairan yang keluar dan sebabnya.
BACA JUGA: Kewajiban Istri dalam Islam Menurut Al-Qur’an dan Hadist
Bersuci Mengajarkan Ketelitian dalam Ibadah
Menjaga kesucian badan dan pakaian mengajarkan seorang Muslim untuk teliti dalam menjalankan ibadah. Ketelitian tersebut tidak perlu berubah menjadi sikap berlebihan. Sunnah justru memberikan tuntunan yang jelas agar ibadah dapat dilaksanakan dengan tenang dan sesuai kemampuan.
Nilai kepedulian dalam Islam juga tidak berhenti pada kebersihan diri. Setelah menunaikan kewajiban pribadi, seorang Muslim dapat melanjutkan kebaikan melalui kepedulian kepada orang lain. Salah satu jalannya adalah sedekah yang diberikan dengan ikhlas dan tanpa mengabaikan kewajiban lain.
Yayasan Syekh Ali Jaber bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan Al-Qur’an, dan sosial. Yayasan ini berdiri sejak 2013 dan tercatat memiliki legalitas Kementerian Hukum dan HAM RI sebagaimana dicantumkan pada halaman sejarah resminya. Yayasan juga menyediakan halaman laporan kegiatan dan program donasi yang dapat diperiksa publik.
Bagi pembaca yang ingin melanjutkan amal kebaikan melalui program sosial dan pendidikan Al-Qur’an, informasi program dapat dilihat melalui halaman sedekah. Pilih program yang paling sesuai dengan niat dan kemampuan tanpa merasa harus memaksakan diri.
FAQ tentang Madzi
Apakah madzi termasuk najis
Ya. Madzi dihukumi najis sehingga bagian tubuh atau pakaian yang terkena perlu dibersihkan sebelum salat. Keluarnya madzi juga membatalkan wudu.
Apakah keluar madzi harus mandi wajib
Tidak. Keluar madzi tidak mewajibkan mandi junub. Cukup bersihkan najisnya dan berwudu sebelum salat.
Bagaimana jika madzi terkena celana
Basuh bagian celana yang terkena dengan air. Dalam hadis terdapat keringanan berupa percikan air pada bagian yang terkena, tetapi Imam al Syafi’i termasuk ulama yang memilih pembasuhan.
Apakah cukup berwudu tanpa mencuci madzi
Tidak cukup untuk salat jika najis madzi masih ada pada badan atau pakaian. Wudu menghilangkan hadas kecil, sedangkan najis yang menempel tetap harus dibersihkan.
Apa yang dilakukan jika ragu antara madzi dan mani
Perhatikan ciri cairan dan keadaan saat keluarnya. Mani umumnya memiliki ciri yang berbeda dari madzi seperti memancar dan diikuti rasa lemas. Jika keraguan terus berulang atau kasusnya tidak jelas, sebaiknya mengikuti panduan fikih dari guru atau ustaz yang dipercaya agar tidak terjebak dalam waswas.
Penutup
Memahami cara membersihkan madzi membantu seorang Muslim menjaga kesucian tanpa memberatkan diri. Intinya, madzi adalah najis, bagian yang terkena perlu dibersihkan, dan keluarnya madzi mengharuskan wudu sebelum salat tetapi tidak otomatis mewajibkan mandi junub.
Setelah menjaga kesucian diri, kebaikan dapat dilanjutkan dalam bentuk kepedulian kepada sesama. Jika Anda ingin mendukung program dakwah, pendidikan Al-Qur’an, dan sosial yang dikelola Yayasan Syekh Ali Jaber, Anda dapat melihat pilihan program melalui halaman sedekah dan memilih sesuai kemampuan.




