
Keutamaan sholat tarawih yang paling agung adalah mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa di masa lalu. Ibadah sunnah muakkad yang khusus dikerjakan pada malam Ramadhan ini menjadi sarana terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah serta meraih pahala yang berlipat ganda.
Dalil & Dasar Hukum Sholat Tarawih
Sebagai umat Muslim, setiap ibadah yang kita kerjakan harus memiliki landasan yang kuat. Dasar hukum keutamaan sholat tarawih bersandar pada hadits shahih riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, di mana Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (sholat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)
Penjelasan Ringkas: Istilah Qiyam Ramadhan dalam hadits ini merujuk secara khusus pada sholat tarawih. Syarat mutlak untuk meraih pengampunan dosa tersebut ada dua:
- Iman: Meyakini kebenaran janji Allah dan kewajiban puasa Ramadhan.
- Ihtisab: Ikhlas semata-mata mengharapkan ridha dan pahala dari Allah Ta’ala, bukan karena riya’ (ingin dilihat orang lain) atau sekadar ikut-ikutan tradisi.
Meraih Keutamaan Sholat Tarawih: Tata Cara dan Panduannya
Untuk mendapatkan keutamaan sholat tarawih secara maksimal, ibadah ini harus dikerjakan dengan tata cara yang benar dan penuh tuma’ninah (ketenangan).
Tata Cara Pelaksanaan (Step-by-Step)
- Niat: Menghadirkan niat di dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah tarawih karena Allah Ta’ala.
- Waktu Pelaksanaan: Dikerjakan setelah sholat Isya hingga sebelum terbit fajar (waktu Subuh).
- Jumlah Rakaat: Dapat dikerjakan sebanyak 11 rakaat (8 rakaat tarawih + 3 rakaat witir) atau 23 rakaat (20 rakaat tarawih + 3 rakaat witir). Keduanya memiliki landasan dalil yang kuat.
- Formasi Salam: Umumnya dikerjakan dengan format 2 rakaat salam – 2 rakaat salam.
- Sholat Witir: Ditutup dengan sholat sunnah Witir sebagai penutup ibadah malam.
BACA JUGA: Hadist Tentang Malu, Benteng Akhlak dan Bukti Keimanan
Memahami Tarawih Melalui Analogi Sederhana
Bagi sebagian jamaah, rasa malas seringkali datang saat waktu tarawih tiba setelah seharian berpuasa. Mari kita gunakan analogi ini:
Bayangkan bulan Ramadhan adalah sebuah “Mega Sale” atau diskon besar-besaran di pusat perbelanjaan favorit Anda yang hanya diadakan setahun sekali. Sholat Fardhu lima waktu adalah modal utama kita. Nah, Sholat Tarawih ini ibarat “Voucher Bonus Eksklusif” bernilai miliaran yang hanya dibagikan pada malam hari.
Sangat disayangkan jika kita sudah berada di dalam area “Mega Sale” tersebut (berada di bulan Ramadhan), namun kita justru memilih pulang dan tidur, mengabaikan voucher yang sejatinya bisa melunasi seluruh “utang-utang” (dosa-dosa) kita di masa lalu. Keutamaan sholat tarawih terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja.
Frequently Asked Question
Tidak, hukum sholat tarawih adalah sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Namun, meninggalkannya berarti kita merugi karena kehilangan kesempatan emas meraih ampunan dan pahala besar yang hanya ada di bulan Ramadhan.
Baik 11 rakaat maupun 23 rakaat (termasuk witir), keduanya adalah benar dan dipraktikkan oleh para salafus shalih. Yang paling penting bukanlah memperdebatkan jumlah rakaatnya, melainkan menjaga kualitas tuma’ninah dan kekhusyukan saat mendirikan sholat.
Boleh. Meskipun melaksanakannya secara berjamaah di masjid lebih utama dan mendatangkan pahala yang jauh lebih besar, sholat tarawih tetap sah dan berpahala jika Anda mengerjakannya sendiri di rumah, terutama jika ada udzur (halangan) syar’i.
Sempurnakan Malam Ramadhan Anda Bersama Yayasan Syekh Ali Jaber
Keutamaan sholat tarawih di malam-malam Ramadhan akan terasa semakin sempurna dan berkah jika diiringi dengan amal saleh yang berdampak luas. Di sela-sela kesibukan ibadah malam Anda, mari luangkan sedikit harta untuk membersihkan jiwa.
Yayasan Syekh Ali Jaber mengajak jamaah sekalian untuk memaksimalkan ibadah bulan suci ini melalui program Wakaf Al-Qur’an dan Sedekah Jumat. Setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca dari mushaf wakaf Anda akan mengalirkan pahala tanpa henti.
Selain itu, untuk menemani waktu ngabuburit atau bersantai selepas tarawih, pastikan Anda menyimak ragam ilmu dan pencerahan hati melalui Podcast Lentera Qur’an dari Yayasan Syekh Ali Jaber. Mari jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum kebangkitan spiritual kita.






