
Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Syariat Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia, mulai dari urusan kenegaraan yang besar hingga etika sehari-hari yang tampak sederhana. Salah satu aktivitas rutin yang sering kita lakukan, namun kerap luput dari perhatian spiritual, adalah mengganti busana. Padahal, Rasulullah SAW telah mengajarkan adab dan doa melepas pakaian agar umatnya senantiasa terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Mengamalkan sunnah dalam aktivitas kecil seperti melepas baju ternyata memiliki dampak besar bagi keselamatan diri, khususnya dari gangguan makhluk halus. Kita mungkin menganggap aktivitas ini sebagai rutinitas biasa. Namun, setan dan jin senantiasa mengintai manusia di setiap keadaan, termasuk saat kita sedang dalam kondisi terbuka auratnya. Oleh karena itu, membentengi diri dengan doa menjadi sebuah kebutuhan mutlak bagi seorang Muslim yang taat.
Mengapa Kita Perlu Membaca Doa Saat Melepas Baju?
Setiap Muslim wajib memahami bahwa kita hidup berdampingan dengan makhluk gaib yang tidak kasatmata. Jin dan setan memiliki kemampuan melihat manusia, sedangkan manusia tidak dapat melihat mereka. Rasulullah SAW memberikan peringatan keras mengenai hal ini. Beliau menyebutkan bahwa pandangan jin bisa membahayakan manusia atau menimbulkan rasa malu di hadapan Allah SWT.
Ketika seseorang menanggalkan pakaiannya tanpa menyebut nama Allah, auratnya akan terlihat oleh bangsa jin. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan. Layaknya kita yang merasa malu jika aurat terlihat oleh sesama manusia, kita juga seharusnya menjaga diri dari pandangan makhluk lain. Membaca doa melepas pakaian berfungsi sebagai tabir atau penghalang gaib. Dengan melafalkan doa tersebut, Allah SWT akan menutup pandangan jin sehingga mereka tidak mampu melihat aurat kita, meskipun kita sedang tidak berbusana.
Bacaan Doa Melepas Pakaian dan Artinya
Bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebenarnya sangat ringkas dan mudah dihafal. Kunci utamanya terletak pada penyebutan nama Allah (Basmalah). Berikut adalah lafal doa yang dapat Anda amalkan setiap kali hendak membuka baju untuk mandi, tidur, atau berganti pakaian.
Lafal Arab, Latin, dan Terjemahan
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ
Latin: Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huu.
Terjemahan: “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia.”
Selain bacaan lengkap di atas, Rasulullah SAW juga mencontohkan bacaan yang lebih singkat namun tetap memiliki keutamaan yang sama kuatnya, yaitu cukup dengan mengucapkan:
بِسْمِ اللهِ
Latin: Bismillah.
Terjemahan: “Dengan nama Allah.”
Amalan sederhana ini bertindak sebagai “tembok baja” yang memisahkan pandangan mata jin dengan aurat bani Adam. Anda tidak perlu waktu lama untuk mengucapkannya, tetapi manfaat perlindungannya sangat luar biasa.
Dalil Shahih Tentang Adab Melepas Pakaian
Landasan hukum mengenai anjuran ini sangat kuat. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi. Hadis ini menjelaskan mekanisme perlindungan yang terjadi saat seorang hamba menyebut nama Rabb-nya ketika membuka baju.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Penghalang antara pandangan jin dan aurat bani Adam adalah jika salah seorang di antara mereka melepas pakaiannya, ia membaca: Bismillah.” (HR. At-Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan bahwa kalimat Bismillah bukanlah sekadar ucapan pembuka, melainkan sebuah senjata spiritual. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar juga menjelaskan bahwa mengucapkan “Bismillah” adalah sunnah yang sangat dianjurkan (muakkad) dalam setiap perkara, termasuk ketika hendak menanggalkan pakaian, baik untuk mandi, tidur, maupun keperluan lainnya.
BACA JUGA: Mengupas Tuntas Sebab-Sebab Halal dan Haram dalam Islam demi Keberkahan Rezeki
Adab-Adab Lain Saat Melepas Pakaian
Selain membaca doa melepas pakaian dengan khusyuk, terdapat beberapa etika lain yang perlu Anda perhatikan agar aktivitas ini bernilai pahala. Islam mengajarkan ketertiban dan kesopanan yang tinggi. Berikut adalah beberapa adab yang sebaiknya Anda terapkan:
1. Mendahulukan Anggota Tubuh Bagian Kiri
Berbeda dengan saat mengenakan pakaian yang disunnahkan memulai dari kanan, saat melepas pakaian, Islam menganjurkan kita untuk memulainya dari anggota tubuh bagian kiri. Hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap bagian kanan yang identik dengan kebaikan dan kemuliaan.
2. Tidak Membuka Aurat Secara Berlebihan
Meskipun berada di dalam kamar tertutup, seorang Muslim sebaiknya tetap menjaga rasa malu kepada Allah SWT. Hindari menelanjangi diri sepenuhnya jika tidak ada kebutuhan mendesak. Jika pun harus melepas seluruh pakaian, lakukanlah dengan segera dan tidak berlama-lama dalam kondisi terbuka.
3. Meletakkan Pakaian dengan Rapi
Setelah melepas baju, lipat atau gantunglah pakaian tersebut dengan baik. Jangan biasakan melempar pakaian sembarangan. Menata barang dengan rapi juga merupakan cerminan akhlak seorang Muslim yang baik dan bentuk rasa syukur atas rezeki pakaian yang Allah berikan.
4. Membaca Doa di Tempat yang Tepat
Jika Anda melepas pakaian di dalam kamar mandi yang terdapat toiletnya, pastikan Anda membaca Bismillah atau doa perlindungan sebelum melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Mengucap lafal Allah di dalam tempat buang hajat hukumnya makruh atau bahkan haram menurut sebagian ulama jika dilafalkan secara lisan. Cukup ucapkan dalam hati jika Anda sudah berada di dalam.
Kesimpulan dan Ajakan Kebaikan
Mengamalkan sunnah-sunnah kecil seperti membaca doa melepas pakaian adalah bukti cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Aktivitas ini mengubah kebiasaan sepele menjadi ladang pahala. Kita tidak hanya mendapatkan perlindungan dari gangguan jin, tetapi juga menjaga kehormatan diri sebagai hamba Allah. Mulailah membiasakan diri melafalkan Bismillah setiap kali tangan menyentuh kancing baju Anda.
Menjaga diri dengan doa adalah bentuk ikhtiar batin. Namun, alangkah indahnya jika kita menyempurnakan kesalehan pribadi ini dengan kesalehan sosial. Salah satu cara terbaik untuk menolak bala dan menyempurnakan amalan adalah dengan bersedekah. Harta yang kita sedekahkan akan menjadi naungan kelak di hari kiamat dan membersihkan jiwa kita dari sifat kikir.
Anda dapat menyalurkan sebagian rezeki Anda untuk mendukung program-program dakwah dan sosial melalui Yayasan Syekh Ali Jaber. Mari bersama-sama menebar manfaat dan mencetak generasi Qurani.






