
Setiap Muslim tentu mendambakan kualitas ibadah yang sempurna di hadapan Allah SWT. Namun, sebagai manusia biasa, kita sering kali tidak menyadari adanya kekurangan, ketidakkhusyukan, atau kelalaian kecil saat menjalankan sholat fardhu. Oleh karena itu, syariat Islam memberikan solusi indah melalui amalan pendamping. Kita perlu memahami betapa besarnya keutamaan sholat sunnah rawatib sebagai penambal kekurangan tersebut sekaligus sarana mendulang pahala yang berlimpah.
Sholat sunnah rawatib merupakan sholat sunnah yang menyertai sholat fardhu lima waktu, baik yang dikerjakan sebelumnya (qobliyah) maupun sesudahnya (ba’diyah). Ibadah ini memiliki kedudukan istimewa karena Rasulullah SAW senantiasa menjaga amalan ini dalam kesehariannya.
Mengenal Jenis Sholat Sunnah Rawatib
Sebelum melangkah lebih jauh pada keutamaannya, kita harus membedakan dua jenis sholat rawatib berdasarkan tingkat anjurannya:
-
Rawatib Muakkad: Jenis sholat sunnah yang sangat dianjurkan dan hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Jumlahnya ada 10 atau 12 rakaat sehari semalam.
-
Rawatib Ghairu Muakkad: Jenis sholat sunnah yang anjurannya tidak sekuat muakkad, seperti 4 rakaat sebelum Ashar atau sebelum Isya.
Ragam Keutamaan Sholat Sunnah Rawatib dalam Hadits
Allah SWT menjanjikan ganjaran yang tidak main-main bagi hamba-Nya yang istiqamah menjaga sholat ini. Berikut adalah rincian keutamaan sholat sunnah rawatib yang tercantum dalam berbagai dalil shahih:
1. Dibangunkan Rumah di Surga
Ini adalah motivasi terbesar bagi seorang mukmin. Allah menjanjikan sebuah “properti” abadi di surga bagi mereka yang rutin mengerjakan 12 rakaat sunnah setiap hari.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَيْ إِعْشَرَةَ رَكْعَةً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْرِ
Man shalla fi yaumin wa lailatin tsintai ‘asyrah raka’atan buniya lahu baitun fil jannati: arba’an qablazh zhuhri, wa rak’ataini ba’daha, wa rak’ataini ba’dal maghribi, wa rak’ataini ba’dal ‘isya-i, wa rak’ataini qabla shalatil fajri.
Artinya: “Barangsiapa mengerjakan sholat 12 rakaat dalam sehari semalam, maka akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga. (Rinciannya) 4 rakaat sebelum Zhuhur, 2 rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah Maghrib, 2 rakaat setelah Isya, dan 2 rakaat sebelum Subuh.” (HR. Tirmidzi).
2. Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya
Khusus untuk sholat sunnah qobliyah Subuh (sholat fajar), keutamaannya sangat spesifik dan luar biasa. Nilai dua rakaat ringan ini melebihi segala kemewahan duniawi.
Dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Rak’atal fajri khairun minad dunya wa ma fiha.
Artinya: “Dua rakaat fajar (sholat sunnah qobliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim).
3. Penyelamat dari Api Neraka
Terdapat riwayat lain yang menyebutkan keutamaan sholat sunnah rawatib khusus pada waktu Zhuhur yang dapat menjadi tameng dari api neraka.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
Man hafizha ‘ala arba’i raka’atin qablazh zhuhri wa arba’in ba’daha harramahullahu ‘alan nari.
Artinya: “Barangsiapa menjaga sholat 4 rakaat sebelum Zhuhur dan 4 rakaat setelahnya, maka Allah mengharamkan neraka baginya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
4. Menambal Kekurangan Sholat Wajib
Pada hari kiamat, amalan yang pertama kali dihisab adalah sholat. Jika sholat wajib kita memiliki cacat, Allah Yang Maha Rahim akan memerintahkan malaikat untuk melihat sholat sunnah hamba-Nya guna menyempurnakan kekurangan tersebut. Inilah fungsi strategis sholat rawatib sebagai “penyelamat” kualitas ibadah kita.
Niat dan Tata Cara Pelaksanaan
Agar Anda dapat meraih keutamaan sholat sunnah rawatib dengan sempurna, perhatikan niat dan tata caranya. Sholat ini dikerjakan secara munfarid (sendiri) dan tidak didahului dengan iqamah.
Berikut adalah lafal niat untuk sholat sunnah rawatib yang paling utama (Muakkad):
1. Niat Qobliyah Subuh (2 Rakaat)
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatash-shubhi rak’ataini qabliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat melakukan sholat sunnah sebelum Subuh dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Qobliyah Zhuhur (2 Rakaat)
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatazh-zhuhri rak’ataini qabliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat melakukan sholat sunnah sebelum Zhuhur dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Ba’diyah Zhuhur (2 Rakaat)
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatazh-zhuhri rak’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat melakukan sholat sunnah setelah Zhuhur dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
4. Niat Ba’diyah Maghrib (2 Rakaat)
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal maghribi rak’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat melakukan sholat sunnah setelah Maghrib dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
5. Niat Ba’diyah Isya (2 Rakaat)
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal ‘isya-i rak’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat melakukan sholat sunnah setelah Isya dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
BACA JUGA: Keajaiban dan Doa Minum Air Zam-zam, Panduan Lengkap Meraih Berkah
Menjaga Konsistensi dalam Beramal
Memulai sebuah amalan mungkin terasa mudah, namun tantangan sesungguhnya terletak pada keistiqamahan. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk tidak meremehkan amalan sunnah. Sholat rawatib bukan sekadar pelengkap, melainkan bukti cinta kita kepada Allah dan keinginan kuat untuk mengikuti jejak Rasulullah (Ittiba’ Nabi).
Dengan rutin mengerjakan sholat sunnah rawatib, hati akan terasa lebih tenang. Kita tidak lagi terburu-buru meninggalkan sajadah setelah salam sholat wajib, melainkan mengambil jeda untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Sempurnakan Ibadah dengan Sedekah
Setelah kita berupaya membangun “rumah di surga” melalui sholat sunnah rawatib, alangkah indahnya jika kita juga membangun kebahagiaan bagi saudara-saudara kita di dunia. Ibadah vertikal (habluminallah) akan semakin sempurna jika dibarengi dengan ibadah sosial (habluminannas).
Salah satu cara terbaik untuk melipatgandakan pahala dan membersihkan harta adalah dengan bersedekah. Mari salurkan sebagian rezeki Anda untuk mendukung program dakwah, pendidikan para penghafal Al-Qur’an, dan bantuan sosial melalui Yayasan Syekh Ali Jaber.
Setiap rupiah yang Anda berikan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, menemani Anda hingga ke akhirat kelak.






