Tata Cara Sholat Maghrib 3 Rakaat yang Benar - Yayasan Syekh Ali Jaber

Tata Cara Sholat Maghrib 3 Rakaat yang Benar Sesuai Tuntunan

Tata Cara Sholat Maghrib 3 Rakaat yang Benar Sesuai Tuntunan

Sholat maghrib adalah salah satu dari lima sholat fardhu yang wajib ditunaikan setiap muslim setiap hari. Waktunya singkat, hanya berlangsung dari terbenamnya matahari hingga hilangnya cahaya merah di ufuk barat, sehingga banyak orang ingin memastikan tata cara sholat maghrib 3 rakaat yang mereka kerjakan sudah benar dan tidak tergesa-gesa. Artikel ini membahas urutan lengkapnya, mulai dari niat, gerakan, bacaan, sampai dalil yang mendasarinya, agar ibadah harian terasa lebih tenang dan bermakna.

Apa Itu Sholat Maghrib dan Kapan Waktu Pelaksanaannya

Sholat maghrib adalah sholat fardhu yang dikerjakan sebanyak tiga rakaat, dilaksanakan setelah matahari terbenam sempurna hingga hilangnya mega merah di langit barat.

Berbeda dari sholat dzuhur, ashar, dan isya yang masing-masing empat rakaat, sholat maghrib hanya terdiri dari tiga rakaat. Ketentuan ini merupakan ketetapan langsung dari praktik Rasulullah SAW yang dikerjakan secara konsisten setiap hari, sehingga para ulama sepakat jumlah rakaatnya tidak berubah.

Batas Waktu Sholat Maghrib

Batas waktu sholat maghrib dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda

وَقْتُ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ مَا لَمْ يَغِبِ الشَّفَقُ

Artinya “Waktu sholat maghrib adalah selama cahaya merah senja belum hilang.” (HR. Muslim)

Sejak matahari terbenam, waktu maghrib sudah masuk. Karena rentangnya relatif pendek dibanding waktu sholat lainnya, umat Islam dianjurkan untuk segera menunaikannya begitu azan berkumandang, tanpa menunda tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

Niat Sholat Maghrib 3 Rakaat

Niat sholat maghrib diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram, dan boleh dilafalkan dengan lisan sebagai penguat.

Berikut lafal niat sholat maghrib bagi yang mengerjakannya sendiri

أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala

Artinya “Aku niat sholat fardhu maghrib tiga rakaat menghadap kiblat, tunai, karena Allah Ta’ala.”

Bagi yang menjadi imam, tambahkan kata “imaaman” sebelum “lillaahi ta’aala”. Bagi yang menjadi makmum, tambahkan kata “ma’muuman”.

Tata Cara Sholat Maghrib 3 Rakaat Secara Berurutan

Tata cara sholat maghrib pada dasarnya sama dengan sholat fardhu lainnya, hanya berbeda pada jumlah rakaat dan bacaan yang dikeraskan di dua rakaat pertama. Berikut urutannya dari awal hingga salam.

Rakaat Pertama

  1. Berdiri tegak menghadap kiblat bagi yang mampu, sambil membaca niat di dalam hati
  2. Takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan sejajar telinga, mengucapkan “Allahu Akbar”
  3. Bersedekap dan membaca doa iftitah
  4. Membaca surat Al Fatihah, dilanjutkan dengan surat pendek pilihan
  5. Rukuk sambil membaca tasbih rukuk sebanyak tiga kali
  6. Bangkit dari rukuk menuju i’tidal sambil membaca “sami’allahu liman hamidah, rabbanaa lakal hamdu”
  7. Sujud pertama sambil membaca tasbih sujud sebanyak tiga kali
  8. Duduk di antara dua sujud sambil membaca doa permohonan ampun
  9. Sujud kedua dengan bacaan yang sama seperti sujud pertama

Rakaat Kedua

Berdiri kembali untuk rakaat kedua tanpa membaca doa iftitah, lalu ulangi urutan membaca Al Fatihah, surat pendek, rukuk, i’tidal, dan dua kali sujud seperti pada rakaat pertama. Setelah sujud kedua, duduklah untuk tasyahud awal, membaca bacaan tahiyat, kemudian berdiri kembali untuk rakaat ketiga.

Rakaat Ketiga

Pada rakaat ketiga, cukup membaca Al Fatihah saja tanpa surat pendek, karena rakaat ganjil terakhir dalam sholat maghrib dibaca secara lirih tanpa tambahan surat. Lanjutkan dengan rukuk, i’tidal, dan dua kali sujud seperti rakaat sebelumnya. Setelah sujud kedua, duduklah untuk tasyahud akhir dengan membaca bacaan tahiyat lengkap beserta sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, lalu tutup sholat dengan salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

Perlu diketahui, bacaan Al Fatihah dan surat pendek pada dua rakaat pertama sholat maghrib dianjurkan dikeraskan atau jahr, berbeda dengan sholat dzuhur dan ashar yang dibaca lirih.

Keutamaan Menyegerakan Sholat Maghrib

Menyegerakan sholat maghrib termasuk sunnah yang ditekankan Rasulullah SAW karena waktunya yang singkat.

Dalam hadits riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda

لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا لَمْ يُؤَخِّرُوا الْمَغْرِبَ إِلَى أَنْ تَشْتَبِكَ النُّجُومُ

Artinya “Umatku akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka tidak mengakhirkan waktu sholat maghrib hingga munculnya bintang-bintang di langit.” (HR. Abu Daud)

Hadits ini menjadi pengingat bahwa kesigapan menunaikan sholat maghrib begitu masuk waktunya adalah bagian dari menjaga kebiasaan baik seorang muslim, sekaligus bentuk kepatuhan atas perintah Allah SWT tanpa menunda-nunda.

BACA JUGA: Tata Cara Pernikahan dalam Islam, Panduan Lengkap Sesuai Syariat

Sholat Maghrib dan Nilai Kepedulian Terhadap Sesama

Sholat menjadi tiang agama yang menghubungkan seorang hamba dengan Allah SWT, namun keimanan seseorang juga tercermin dari kepeduliannya kepada sesama. Waktu maghrib, yang menjadi momen peralihan siang ke malam, kerap dijadikan banyak orang sebagai jeda untuk merenung sejenak, termasuk merenungkan apa yang sudah dilakukan untuk orang lain hari itu.

Sedekah adalah pemberian harta atau bantuan yang dilakukan secara ikhlas kepada orang yang membutuhkan, tanpa mengharap imbalan apa pun dari yang menerima. Amalan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial yang dianjurkan berdampingan dengan ibadah wajib seperti sholat.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 277

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. Al Baqarah 277)

Ayat ini menegaskan bahwa mendirikan sholat dan berbagi kepada sesama adalah dua amal yang berjalan beriringan dalam membentuk keimanan yang utuh. Semangat inilah yang menjadi landasan berbagai program sosial dan keagamaan yang dijalankan Yayasan Syekh Ali Jaber, mulai dari bantuan pendidikan, penyaluran sembako, hingga pemberdayaan masyarakat kurang mampu, agar kebaikan yang dibangun lewat sholat juga hadir nyata dalam kehidupan orang-orang di sekitar kita.

FAQ Seputar Tata Cara Sholat Maghrib

Berapa jumlah rakaat sholat maghrib?

Sholat maghrib terdiri dari tiga rakaat, berbeda dari sholat dzuhur, ashar, dan isya yang masing-masing empat rakaat.

Apakah bacaan sholat maghrib dikeraskan atau lirih?

Bacaan Al Fatihah dan surat pendek pada dua rakaat pertama dibaca dengan suara jahr atau dikeraskan, sedangkan rakaat ketiga dibaca lirih.

Kapan waktu sholat maghrib berakhir?

Waktu sholat maghrib berakhir saat hilangnya cahaya merah atau mega merah di ufuk barat, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim.

Apakah boleh menunda sholat maghrib?

Sebaiknya sholat maghrib disegerakan begitu masuk waktunya, karena Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak mengakhirkan sholat maghrib hingga bintang bermunculan di langit.

Apa bacaan niat sholat maghrib yang benar?

Niat sholat maghrib dibaca dalam hati bersamaan takbiratul ihram, dengan lafal “Ushalli fardhal maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala” yang artinya niat sholat fardhu maghrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.

Penutup

Menjaga sholat maghrib tepat waktu adalah salah satu cara sederhana namun bermakna untuk merawat kedekatan dengan Allah SWT di setiap penghujung hari. Setelah salam, tak ada salahnya meluangkan waktu sejenak untuk berdoa dan merenungkan kebaikan apa yang bisa kita bagikan kepada sesama, sekecil apa pun bentuknya.

Jika hari ini Anda ingin melanjutkan ketaatan dalam sholat dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, Anda bisa menyalurkan sedekah melalui Yayasan Syekh Ali Jaber. Setiap bantuan yang disalurkan akan menjadi jembatan kebaikan bagi anak yatim, dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

Bagikan :

6282260707044

Kirim Email

Donasi Sekarang