
Keutamaan sholat tarawih yang paling utama adalah janji pengampunan dosa-dosa masa lalu bagi muslim yang mengerjakannya dengan landasan iman dan mengharap pahala. Ibadah sunnah muakkad ini merupakan syiar khusus bulan Ramadhan yang berfungsi menghidupkan malam (Qiyamul Lail) serta menjadi sarana istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui lantunan ayat suci Al-Quran.
Dalil dan Dasar Hukum Sholat Tarawih
Sebagai umat Islam, setiap amal ibadah kita harus berlandaskan dalil yang kuat. Mengenai keutamaan sholat tarawih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim:
Teks Arab: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Terjemahan Indonesia: “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (sholat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)
Penjelasan: Hadits ini menegaskan status hukum sholat tarawih adalah Sunnah Muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Kata “Qiyam Ramadhan” di sini dimaknai oleh para ulama, termasuk Imam An-Nawawi, sebagai sholat tarawih. Syarat mutlak untuk mendapatkan pengampunan dosa tersebut adalah “Imanan” (meyakini kewajiban puasa dan keutamaan Ramadhan) dan “Ihtisaban” (ikhlas hanya mengharap wajah Allah, bukan karena riya’ atau sekadar ikut-ikutan tradisi).
Pembahasan Mendalam: Mengapa Tarawih Begitu Istimewa?
Sholat tarawih bukan sekadar gerakan fisik semata, melainkan sebuah perjalanan spiritual di malam hari. Berikut adalah perincian keutamaannya:
1. Fasilitas Penghapusan Dosa (Maghfirah)
Seperti yang disebutkan dalam dalil di atas, ini adalah kesempatan emas untuk “membersihkan diri”. Analogi Sederhana: Bayangkan pakaian yang terkena debu selama setahun penuh. Ramadhan adalah mesin cuci raksasa, dan sholat tarawih adalah deterjen pembersihnya. Jika kita menjalankannya dengan benar, kita akan keluar dari bulan Ramadhan dalam keadaan bersih seperti bayi yang baru lahir (Fitrah).
2. Pahala Sholat Semalam Suntuk
Bagi jamaah yang mengerjakan sholat tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai (termasuk witir), Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan pahala seperti sholat semalam penuh. “Siapa yang sholat bersama imam sampai imam selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. Tirmidzi).
3. Momen Kedekatan dengan Al-Quran
Di Yayasan Syekh Ali Jaber, kita selalu menekankan pentingnya interaksi dengan Al-Quran. Tarawih adalah waktu di mana ayat-ayat panjang dibacakan. Ini adalah saat hati kita “disiram” oleh sejuknya kalamullah di tengah keheningan malam.
BACA JUGA: Doa Ketika Ada Angin Kencang, Bacaan Lengkap & Adab Sesuai Sunnah
Panduan Tata Cara Sholat Tarawih
Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat (11 atau 23 rakaat), keduanya adalah benar dan memiliki dasar dari para Salafus Shalih. Yang terpenting adalah kekhusyukan, bukan kecepatan.
Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaannya:
- Niat: Berniat di dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah tarawih (ma’mum/imam) karena Allah Ta’ala.
- Pelaksanaan Rakaat: Umumnya dikerjakan 2 rakaat salam.
- Takbiratul Ihram.
- Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek (atau ayat pilihan).
- Ruku’, I’tidal, Sujud, Duduk di antara dua sujud, Sujud kedua.
- Bangun ke rakaat kedua, lakukan hal yang sama, lalu Tasyahud Akhir dan Salam.
- Pengulangan: Lakukan berulang hingga mencapai jumlah rakaat yang diinginkan (8 rakaat tarawih + 3 witir, atau 20 rakaat tarawih + 3 witir).
- Sholat Witir: Ditutup dengan sholat ganjil (witir) sebagai penutup sholat malam.
Catatan Penting: Hindari sholat dengan gerakan yang terlalu cepat (“sholat ngebut”) hingga menghilangkan thuma’ninah (ketenangan), karena thuma’ninah adalah rukun sholat.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Berikut adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh jamaah terkait sholat tarawih:
Boleh. Sholat tarawih disunnahkan berjamaah di masjid untuk syiar Islam, namun sah jika dikerjakan sendirian (munfarid) di rumah, terutama bagi wanita atau mereka yang memiliki udzur syar’i (sakit/halangan).
Keduanya memiliki keutamaan. Rasulullah sering mengerjakan 11 rakaat dengan bacaan yang sangat panjang dan lama. Para sahabat di masa Umar bin Khattab mengerjakan 23 rakaat untuk meringankan bacaan namun memperbanyak sujud. Pilihlah yang mampu Anda kerjakan dengan khusyuk dan thuma’ninah.
Wanita haid dilarang melakukan sholat dan berdiam diri di dalam masjid (area utama sholat). Namun, jika ada area terpisah (selasar/aula) untuk mendengarkan kajian atau majelis ilmu sebelum tarawih, diperbolehkan asalkan menjaga kesucian tempat ibadah.
Bersama Memuliakan Al-Quran
Sahabat Syekh Ali Jaber yang dimuliakan Allah, semangat sholat tarawih adalah semangat mencintai Al-Quran. Jangan biarkan Ramadhan berlalu hanya sebagai rutinitas fisik, namun jadikan sebagai momentum perubahan hati.
Untuk mendukung semangat Anda dalam berinteraksi dengan Al-Quran, Yayasan Syekh Ali Jaber mengajak Anda untuk tidak hanya membacanya dalam sholat, tetapi juga mendukung lahirnya ribuan penghafal Al-Quran di Indonesia.
Melalui program Mahir Dengan Al-Quran dan Sedekah Jariyah Penghafal Quran, mari kita abadikan pahala tarawih kita dengan amal jariyah yang pahalanyanya terus mengalir, bahkan saat kita telah tiada.
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)






