
Malam hari sering kali kita anggap hanya sebagai waktu untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian beraktivitas. Padahal, dalam Islam, waktu malam memiliki keistimewaan tersendiri sebagai ladang pahala yang sangat luas. Kita dapat mengisi waktu luang sebelum tidur dengan berbagai ibadah ringan namun berbobot pahala besar. Salah satu waktu terbaik untuk memulai rangkaian ibadah ini adalah dengan menjaga amalan setelah sholat isya secara istiqamah.
Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa penutup hari seorang mukmin hendaknya terhias dengan zikir dan ketaatan. Hal ini bertujuan agar saat kita tertidur, jiwa kita berada dalam penjagaan Allah SWT. Berikut adalah uraian lengkap mengenai amalan-amalan sunnah yang dapat kita kerjakan setelah menunaikan kewajiban Isya.
Amalan Setelah Sholat Isya
1. Mengerjakan Sholat Sunnah Ba’diyah Isya
Amalan pertama yang sebaiknya tidak kita lewatkan adalah sholat sunnah Rawatib Ba’diyah Isya. Sholat ini memiliki kedudukan Muakkad atau sangat dianjurkan. Rasulullah SAW menjanjikan rumah di surga bagi mereka yang konsisten menjaga sholat sunnah rawatib, termasuk dua rakaat setelah Isya.
Adapun niat sholat sunnah Ba’diyah Isya dua rakaat adalah sebagai berikut:
Lafal Niat:
Terjemahan: “Aku niat mengerjakan sholat sunnah sesudah Isya dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Kita mengerjakan sholat ini tepat setelah menyelesaikan sholat fardu Isya dan sebelum melakukan aktivitas lain atau sholat sunnah lainnya.
2. Mengapa Penting Menjaga Amalan Setelah Sholat Isya Berupa Witir?
Banyak umat Muslim yang merasa berat mengerjakan sholat malam (Tahajjud) karena khawatir tidak bangun di sepertiga malam terakhir. Sebagai solusinya, Rasulullah SAW menganjurkan sahabatnya, Abu Hurairah RA, untuk mengerjakan sholat Witir sebelum tidur. Ini adalah bentuk kehati-hatian agar kita tidak melewatkan malam tanpa sholat sunnah penutup.
Sholat Witir merupakan sholat dengan jumlah rakaat ganjil. Kita bisa mengerjakannya minimal satu rakaat atau tiga rakaat. Berikut adalah niat sholat Witir satu rakaat:
Lafal Niat:
Terjemahan: “Aku niat mengerjakan sholat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Melaksanakan sholat Witir sebelum tidur termasuk dalam rangkaian amalan setelah sholat isya yang sangat dicintai Allah, karena Allah itu Ganjil (Esa) dan menyukai yang ganjil.
3. Membaca Surat Al-Mulk (Tabarak)
Salah satu benteng pertahanan seorang mukmin dari siksa kubur adalah rutin membaca Surat Al-Mulk (Surat ke-67) setiap malam. Kebiasaan ini merupakan sunnah Nabi SAW yang memiliki keutamaan luar biasa.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis riwayat At-Tirmidzi:
“Sebuah surat dari Al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat, maka ia akan memberi syafaat kepada orang yang membacanya, sehingga Allah mengampuni orang itu, yaitu: Tabaarokalladzi biyadihil mulk (Surat Al-Mulk).” (HR. Tirmidzi)
Membaca surat ini tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 5 hingga 10 menit. Kita bisa membacanya dalam keadaan duduk santai setelah sholat Isya atau saat sudah berbaring di tempat tidur. Rutinitas membaca Al-Mulk menjadi salah satu amalan setelah sholat isya yang paling populer di kalangan para pencari syafaat Al-Qur’an.
4. Membaca Ayat Kursi Sebelum Tidur
Setelah menyelesaikan sholat-sholat sunnah dan membaca Al-Mulk, kita dianjurkan untuk membaca Ayat Kursi saat hendak memejamkan mata. Ayat Kursi (Al-Baqarah ayat 255) merupakan ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an dan berfungsi sebagai pelindung dari gangguan setan sepanjang malam.
Lafal Ayat Kursi:
Terjemahan: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
5. Menyucikan Diri dengan Berwudhu dan Berdoa
Sebelum benar-benar tidur, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk memperbarui wudhu. Tidur dalam keadaan suci membuat malaikat mendoakan ampunan bagi kita setiap kali kita bergerak dalam tidur. Setelah berwudhu, kita menutup rangkaian aktivitas malam dengan doa tidur sebagai bentuk penyerahan diri total kepada Allah.
Doa Sebelum Tidur:
Terjemahan: “Dengan menyebut nama-Mu, Ya Allah, aku hidup dan dengan menyebut nama-Mu aku mati.”
BACA JUGA: Kumpulan Doa Agar Terhindar dari Tipu Daya Orang yang Berbuat Zalim
Sempurnakan Amalan Malam dengan Sedekah
Menjaga rutinitas ibadah malam memang membutuhkan tekad yang kuat. Selain memperkuat hubungan vertikal dengan Allah melalui sholat dan zikir, kita juga perlu menyeimbangkannya dengan hubungan horizontal, yaitu kepedulian terhadap sesama. Kebaikan yang kita lakukan di malam hari akan semakin sempurna jika kita menutup atau mengawalinya dengan bersedekah.
Sedekah tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga menolak bala dan memanjangkan umur dalam keberkahan. Anda dapat menyempurnakan ikhtiar ibadah Anda dengan menyisihkan sebagian harta untuk membantu para penghafal Al-Qur’an dan kegiatan dakwah.
Mari wujudkan rasa syukur kita atas nikmat malam yang tenang ini dengan bersedekah melalui Yayasan Syekh Ali Jaber. Yayasan ini meneruskan perjuangan dakwah Almarhum Syekh Ali Jaber dalam mencetak generasi Qurani di Indonesia.






