
Dalam menjalani kehidupan sosial, kita tentu tidak bisa memprediksi karakter setiap orang yang kita temui. Terkadang, kita berhadapan dengan individu yang memiliki sifat iri, dengki, atau bahkan berniat buruk. Islam mengajarkan kita untuk senantiasa waspada namun tetap berserah diri kepada Allah SWT. Salah satu senjata terampuh bagi seorang mukmin dalam menghadapi situasi ini adalah dengan memanjatkan doa secara rutin agar terhindar dari segala bentuk kejahatan orang yang hendak berbuat zalim.
Perbuatan zalim tidak hanya merugikan korban secara fisik atau materi, tetapi juga dapat mengganggu ketenangan batin. Oleh sebab itu, Islam sangat mengecam tindakan ini dan memberikan panduan bagi umatnya untuk mencari perlindungan. Membaca doa merupakan ikhtiar batiniah untuk memohon benteng pertahanan agar kita terhindar dari keburukan orang mukmin maupun kafir yang berlaku zalim. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai doa-doa yang dapat Anda amalkan.
Hakikat Kezaliman dan Pentingnya Memohon Perlindungan
Sebelum membahas lafal doa, kita perlu memahami bahwa zalim berarti menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya atau melanggar hak orang lain. Orang yang zalim sering kali tidak menyadari bahwa tindakannya mengundang murka Allah. Sebagai hamba yang lemah, kita tidak memiliki daya upaya untuk melawan kejahatan tersebut kecuali dengan pertolongan-Nya.
Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa ketika merasa takut atau terancam. Rasa takut terhadap penguasa yang semena-mena, tetangga yang jahat, atau rekan kerja yang manipulatif adalah hal manusiawi. Namun, jangan biarkan rasa takut itu menggerogoti iman. Justru, ubahlah rasa takut tersebut menjadi energi positif untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui zikir dan munajat.
Kumpulan Doa Agar Terhindar dari Orang Zalim dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an mengabadikan kisah-kisah para Nabi yang menghadapi ujian berat dari kaum mereka. Kita dapat meneladani doa-doa para Nabi tersebut sebagai wasilah perlindungan diri. Berikut adalah beberapa doa mustajab yang tercantum dalam kitab suci:
1. Doa Nabi Musa AS (Surah Al-Qasas: 21)
Nabi Musa AS pernah menghadapi kekejaman Fir’aun yang luar biasa. Ketika beliau merasa terancam dan takut akan tindakan penguasa tersebut, beliau memanjatkan sebuah doa. Anda dapat membaca doa ini ketika merasa terhimpit situasi agar terhindar dari cengkeraman orang atau penguasa yang zalim.
Lafal Arab:
رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Lafal Latin: Rabbi najjinii minal qauumidz dzaalimiin.
Terjemahan: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.”
2. Doa Nabi Nuh AS (Surah Al-Mu’minun: 28)
Nabi Nuh AS berdakwah selama ratusan tahun namun mendapat penolakan keras dan gangguan dari kaumnya. Allah SWT kemudian mengajarkan beliau sebuah doa untuk bersyukur karena telah diselamatkan dari kejahatan kaum tersebut. Doa ini sangat relevan kita baca sebagai bentuk syukur sekaligus permohonan perlindungan berkelanjutan.
Lafal Arab:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Lafal Latin: Alhamdulillahil ladzii najjaanaa minal qauumidz dzaalimiin.
Terjemahan: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim.”
3. Doa Nabi Luth AS (Surah Asy-Syu’ara: 169)
Nabi Luth AS hidup di tengah kaum yang memiliki perilaku menyimpang dan kerap melakukan kerusakan. Beliau memohon kepada Allah agar dirinya dan keluarganya terlindungi dari dampak buruk perbuatan kaumnya. Ini adalah doa spesifik agar keluarga kita terhindar dari dampak negatif lingkungan orang yang berperilaku zalim.
Lafal Arab:
رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ
Lafal Latin: Rabbi najjinii wa ahlii mimmaa ya’maluun.
Terjemahan: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa yang mereka perbuat.”
4. Doa Berlindung dari Fitnah (Surah Yunus: 85-86)
Kezaliman sering kali datang dalam bentuk fitnah yang kejam. Para pengikut Nabi Musa AS mengajarkan kita untuk berserah diri (tawakal) dan memohon agar tidak menjadi sasaran fitnah orang-orang kafir.
Lafal Arab:
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Lafal Latin: Rabbanaa laa taj’alnaa fitnatal lil qaumidz dzaalimiin. Wa najjinaa birahmatika minal qaumil kaafiriin.
Terjemahan: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir.”
BACA JUGA: Menggali Keutamaan Surat Al-Insyirah, Kunci Kelapangan Dada dan Kemudahan Hidup
Adab dan Waktu Terbaik Membaca Doa
Agar doa yang kita panjatkan lebih cepat terkabul (mustajab), kita perlu memperhatikan adab dan waktu pelaksanaannya. Allah SWT menyukai hamba yang berdoa dengan penuh kerendahan hati dan keyakinan.
Mengawali dengan Memuji Allah dan Shalawat: Mulailah doa dengan hamdalah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Berdoa di Waktu Mustajab: Manfaatkan waktu-waktu istimewa seperti sepertiga malam terakhir, antara azan dan ikamah, serta saat sujud dalam salat.
Menghadirkan Hati (Khusyuk): Fokuskan pikiran dan hati hanya kepada Allah saat meminta perlindungan. Yakini bahwa tidak ada kekuatan yang mampu menandingi kekuasaan-Nya.
Konsisten (Istiqamah): Jangan bosan untuk terus mengulang doa tersebut agar kita senantiasa terhindar dari gangguan orang yang berniat zalim sepanjang hidup kita.
Memperkuat Doa dengan Sedekah Penolak Bala
Selain memanjatkan doa, Islam mengajarkan sebuah amalan dahsyat yang mampu menolak bala dan meredam murka Allah, yaitu bersedekah. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah dapat menutup tujuh puluh pintu keburukan. Ketika kita menyisihkan sebagian harta untuk membantu sesama, sesungguhnya kita sedang membangun perisai gaib yang melindungi diri kita dari marabahaya, termasuk kejahatan manusia.
Anda dapat menyempurnakan ikhtiar perlindungan diri ini dengan menyalurkan sedekah melalui lembaga terpercaya. Yayasan Syekh Ali Jaber hadir sebagai wadah yang amanah untuk menyalurkan kebaikan Anda. Yayasan ini memiliki berbagai program mulia, mulai dari pembinaan para penghafal Al-Qur’an (Hafidz dan Hafidzah) hingga pembangunan fasilitas dakwah yang pahalanya akan terus mengalir (amal jariyah).
Mari jadikan sedekah sebagai pelengkap doa kita. Dengan membantu para pejuang Al-Qur’an dan kaum duafa melalui Yayasan Syekh Ali Jaber, kita berharap Allah SWT akan menurunkan rahmat-Nya dan menjauhkan kita dari segala bentuk kezaliman.

