Mengupas Makna dan Hadist tentang Isra Mi'raj, Perjalanan Agung Menjemput Perintah Salat - Yayasan Syekh Ali Jaber

Mengupas Makna dan Hadist tentang Isra Mi’raj, Perjalanan Agung Menjemput Perintah Salat

Mengupas Makna dan Hadist tentang Isra Mi'raj, Perjalanan Agung Menjemput Perintah Salat

Peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu mukjizat terbesar yang Allah Swt. berikan kepada Nabi Muhammad saw. Momen bersejarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang menembus batas logika manusia untuk menjemput perintah ibadah paling utama, yakni salat. Banyak umat Islam mencari referensi hadist tentang isra mi’raj untuk memahami detail kejadian luar biasa ini secara lebih mendalam.

Melalui artikel ini, kita akan menelusuri dalil-dalil sahih, kronologi peristiwa, serta hikmah besar yang terkandung di dalamnya dengan bahasa yang mudah dipahami.

Dalil Al-Qur’an Mengenai Isra Mikraj

Sebelum membahas hadis, kita perlu merujuk pada landasan utama peristiwa ini di dalam Al-Qur’an. Allah Swt. mengabadikan kisah perjalanan malam Nabi Muhammad saw. dalam Surah Al-Isra ayat 1. Ayat ini menegaskan kekuasaan Allah yang memperjalankan hamba-Nya dari Masjidilharam ke Masjidilaksa.

Berikut adalah bunyi ayatnya:

Subḥānallażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr.

Artinya: “Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Isra: 1)

Kumpulan Hadist tentang Isra Mi’raj yang Sahih

Para ulama ahli hadis telah meriwayatkan detail perjalanan ini secara rinci. Kita dapat menemukan berbagai riwayat hadist tentang isra mi’raj dalam kitab-kitab yang kredibel, seperti Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Berikut adalah poin-poin penting yang terangkum dalam riwayat tersebut:

1. Pembelahan Dada Nabi

Sebelum melakukan perjalanan, Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad saw. Riwayat menyebutkan bahwa Jibril membelah dada Nabi untuk menyucikan hati beliau dengan air zamzam dan memenuhinya dengan hikmah serta keimanan. Hal ini bertujuan mempersiapkan fisik dan rohani Nabi sebelum bertemu dengan Allah Swt.

2. Mengendarai Buraq

Dalam perjalanan dari Makkah ke Palestina (Masjidilaksa), Nabi Muhammad saw. mengendarai hewan bernama Buraq. Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadis riwayat Muslim:

“Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari bagal. Ia meletakkan langkah kakinya di ujung pandangannya. Maka aku menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis.” (HR. Muslim)

3. Perjalanan Menembus Tujuh Langit

Setelah menunaikan salat dua rakaat di Baitul Maqdis dan menjadi imam bagi para nabi terdahulu, Jibril membawa Nabi Muhammad saw. naik ke langit (Mikraj). Di setiap lapisan langit, beliau bertemu dengan para nabi pilihan:

  • Langit Pertama: Bertemu Nabi Adam a.s.

  • Langit Kedua: Bertemu Nabi Isa a.s. dan Nabi Yahya a.s.

  • Langit Ketiga: Bertemu Nabi Yusuf a.s.

  • Langit Keempat: Bertemu Nabi Idris a.s.

  • Langit Kelima: Bertemu Nabi Harun a.s.

  • Langit Keenam: Bertemu Nabi Musa a.s.

  • Langit Ketujuh: Bertemu Nabi Ibrahim a.s. yang sedang bersandar di Baitul Makmur.

4. Perintah Salat Lima Waktu di Sidratul Muntaha

Puncak dari perjalanan ini adalah ketika Nabi Muhammad saw. mencapai Sidratul Muntaha, sebuah tempat tertinggi yang tak terjangkau oleh makhluk lain, bahkan Jibril sekalipun. Di sinilah Allah Swt. mewajibkan perintah salat.

Awalnya, Allah memerintahkan salat sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam. Namun, atas saran Nabi Musa a.s., Nabi Muhammad saw. memohon keringanan kepada Allah berkali-kali hingga akhirnya ketetapan tersebut menjadi 5 waktu sehari semalam, namun dengan pahala setara 50 kali lipat.

Rasulullah saw. menceritakan firman Allah dalam hadis tersebut:

“Hai Muhammad, sesungguhnya ketentuan-Ku tidak dapat diubah dan sesungguhnya bagimu dalam salat lima waktu itu pahala lima puluh kali salat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

BACA JUGA: Kumpulan Hadist Tentang Utang, Peringatan Keras dan Doa Agar Cepat Lunas

Hikmah Besar di Balik Peristiwa Isra Mikraj

Mempelajari sejarah dan hadist tentang isra mi’raj memberikan kita banyak pelajaran berharga. Peristiwa ini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan fondasi keimanan umat Islam.

Pertama, peristiwa ini menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad saw. sebagai Sayyidul Anbiya (pemimpin para nabi). Beliau mendapatkan kehormatan untuk menghadap Allah secara langsung.

Kedua, Isra Mikraj menegaskan urgensi ibadah salat. Jika perintah ibadah lain seperti puasa dan zakat turun melalui perantara wahyu (Malaikat Jibril) di bumi, perintah salat Allah sampaikan langsung kepada Nabi di langit ketujuh. Ini menandakan bahwa salat adalah tiang agama yang tidak boleh kita tinggalkan dalam kondisi apa pun.

Ketiga, peristiwa ini menguji keimanan. Bagi orang-orang kafir Quraisy, perjalanan Makkah ke Palestina hingga ke langit dalam satu malam adalah hal mustahil. Namun, bagi Abu Bakar Ash-Shiddiq dan orang-orang beriman, kebenaran ucapan Rasulullah adalah mutlak.

Sempurnakan Ibadah dengan Sedekah

Peristiwa Isra Mikraj mengajarkan kita tentang pentingnya “hablum minallah” (hubungan dengan Allah) melalui salat. Namun, Islam adalah agama yang seimbang. Setelah memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah melalui salat yang khusyuk, kita juga perlu menyempurnakan hubungan horizontal atau “hablum minannas” (hubungan dengan sesama manusia).

Salah satu cara terbaik untuk mewujudkannya adalah dengan bersedekah. Sedekah tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi bukti kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang membutuhkan, serta para penghafal Al-Qur’an.

Mari jadikan semangat Isra Mikraj sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah kita, baik salat maupun kepedulian sosial. Anda dapat menyalurkan sedekah terbaik Anda untuk mendukung program-program kebaikan dan dakwah melalui Yayasan Syekh Ali Jaber.

Bantuan Anda akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan dan menjadi amal jariyah yang tak terputus pahalanya.

SEDEKAH SEKARANG

Bagikan :

6282260707044

Kirim Email

Donasi Sekarang