Jangan Mencela! Ini Bacaan Doa Ketika Angin Kencang Sesuai Sunah Rasulullah - Yayasan Syekh Ali Jaber

Jangan Mencela! Ini Bacaan Doa Ketika Angin Kencang Sesuai Sunah Rasulullah

Jangan Mencela! Ini Bacaan Doa Ketika Angin Kencang Sesuai Sunah Rasulullah

Fenomena alam seperti angin kencang, badai, atau puting beliung sering kali menimbulkan rasa cemas dan takut dalam diri kita. Bangunan bisa roboh, pohon bisa tumbang, dan aktivitas manusia bisa lumpuh total. Sebagai seorang muslim, kita meyakini bahwa segala sesuatu di alam semesta, termasuk angin, bergerak atas perintah Allah SWT. Angin bisa menjadi pembawa rahmat, seperti dalam penyerbukan tanaman, namun juga bisa menjadi tentara Allah untuk membawa azab. Oleh karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan kita sebuah doa ketika angin kencang melanda, sebagai bentuk kepasrahan dan permohonan perlindungan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana sikap seorang muslim saat menghadapi cuaca buruk dan bacaan doa yang harus diamalkan.

Sikap Muslim Saat Menghadapi Badai dan Angin Kencang

Hal pertama dan utama yang harus kita hindari adalah mencela atau melaknat angin. Mengapa? Karena angin tidak bergerak atas kehendaknya sendiri. Ia adalah makhluk Allah (ciptaan Allah) yang ma’mur atau diperintah.

Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kalian mencela angin. Jika kalian melihat sesuatu yang tidak kalian sukai (dari angin tersebut), maka ucapkanlah: ‘Allahumma innii as-aluka khairahaa wa a’uudzu bika min syarrihaa’ (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya).”

Mencela angin sama saja dengan mencela Zat yang memerintahkan angin itu untuk bergerak. Alih-alih mengumpat, Islam mengarahkan kita untuk segera berlindung kepada Allah, Zat yang Maha Menguasai angin tersebut. Kita dianjurkan memperbanyak zikir, istigfar, dan memanjatkan doa.

Bacaan Utama Doa Ketika Angin Kencang Sesuai Sunah

Terdapat sebuah doa utama yang selalu dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ketika angin berembus kencang. Doa ini diriwayatkan oleh istri beliau, ‘Aisyah RA, yang melihat kecemasan di wajah Rasulullah SAW saat cuaca mulai memburuk.

Siti ‘Aisyah RA berkata:

“Adalah Nabi SAW apabila melihat angin (ribut dan kencang) maka beliau berdoa…” (HR. Muslim).

Doa ini sangat komprehensif, mencakup permohonan atas segala kebaikan yang mungkin dibawa angin itu dan perlindungan dari segala keburukan yang menyertainya.

Lafal Doa Lengkap, Latin, dan Terjemahannya

Berikut adalah bacaan utuh doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

Lafal Latin: Allahumma innii as-aluka khairahaa wa khaira maa fiihaa wa khaira maa ursilat bih, wa a’uudzu bika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bih.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang Engkau kirim bersamanya.”

Makna Mendalam dari Doa Ini

Jika kita telaah, doa ini mengandung tiga lapis permohonan dan tiga lapis perlindungan:

  1. Memohon Kebaikan Angin Itu Sendiri: Kita berharap angin itu sendiri adalah angin yang baik (rahmat), bukan angin perusak (azab).
  2. Memohon Kebaikan yang Ada di Dalamnya: Mungkin saja angin itu membawa awan. Kita memohon agar awan yang dibawanya mengandung hujan yang bermanfaat, bukan hujan yang membawa banjir atau petir yang menyambar.
  3. Memohon Kebaikan yang Dikirim Bersamanya: Kita memohon agar tujuan akhir dari pergerakan angin ini adalah untuk kebaikan, misalnya untuk menggerakkan kapal nelayan ke tepian, atau membersihkan udara yang kotor.

Begitu pula sebaliknya, kita berlindung dari tiga keburukan yang serupa (keburukan anginnya, keburukan yang dibawanya, dan keburukan tujuan diutusnya).

BACA JUGA: Menyingkap Keutamaan Bismillah, Kekuatan Kalimat Pembuka Rezeki dan Pelindung Diri

Amalan Lain Saat Cuaca Buruk

Selain memanjatkan doa spesifik di atas, Rasulullah SAW juga menunjukkan sikap khauf (takut) dan raja’ (harap) yang tinggi. Siti ‘Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW akan terlihat cemas, mondar-mandir, dan raut wajahnya berubah ketika melihat awan gelap dan angin kencang.

Beliau cemas, jangan-jangan itu adalah azab yang akan ditimpakan seperti yang terjadi pada kaum ‘Ad. Namun, ketika hujan turun, beliau akan merasa lega karena itu adalah rahmat.

Sikap ini mengajarkan kita untuk tidak menyepelekan fenomena alam. Saat angin kencang datang, ini adalah momentum untuk kita melakukan tafakkur (refleksi diri) dan memperbanyak istigfar (memohon ampunan). Kita merenungkan dosa-dosa yang mungkin kita lakukan, yang bisa saja menjadi penyebab datangnya sebuah musibah.

Menyempurnakan Ikhtiar Batin dengan Sedekah

Setelah memanjatkan doa ketika angin kencang dan memperbanyak zikir, kita telah melakukan ikhtiar batin (usaha spiritual). Tentu saja ikhtiar lahiriah seperti mencari tempat berlindung yang aman, mengamankan barang-barang, dan tidak keluar rumah jika tidak mendesak, wajib kita lakukan.

Namun, ada satu amalan lagi yang memiliki kekuatan dahsyat untuk menyempurnakan ikhtiar kita, yaitu sedekah. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah dapat menolak bala (musibah). Saat kita merasa terancam oleh bahaya, seperti cuaca buruk, mengeluarkan sebagian harta kita di jalan Allah dapat menjadi perisai yang melindungi kita atas izin-Nya.

Kita mengubah rasa takut menjadi aksi positif. Kita membantu mereka yang mungkin lebih sulit kondisinya saat bencana terjadi. Amalan ini menunjukkan kepedulian kita kepada sesama, yang mana hal ini sangat dicintai oleh Allah SWT.

Bagi Anda yang ingin menyalurkan niat baik untuk bersedekah dan menambah pundi-pundi amal jariyah, Anda dapat menyalurkannya melalui lembaga yang amanah. Yayasan Syekh Ali Jaber berkomitmen untuk melanjutkan dakwah dan program sosial Almarhum Syekh Ali Jaber, termasuk dalam membantu sesama dan mencetak generasi Qur’ani.

Menyalurkan sedekah Anda melalui Yayasan Syekh Ali Jaber bukan hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga turut serta dalam amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir.

SEDEKAH SEKARANG

Bagikan :

Artikel Lainnya

Raih Keberkahan dengan Amalan Se...
Jangan Biarkan Tidur Terganggu, ...
Menyelami Keutamaan Sholat, Tian...
Meraih Ampunan Ilahi, Inilah Keu...
Memahami Pengertian Alam Barzah,...
Menggapai Keutamaan Puasa Syawal...
Donasi Sekarang