
Tidur merupakan salah satu nikmat Allah SWT yang berfungsi sebagai waktu istirahat bagi tubuh dan pikiran. Namun, ketenangan tidur terkadang terusik oleh kehadiran bunga tidur yang tidak menyenangkan. Ketika hal ini terjadi, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk segera membaca doa saat mimpi buruk datang agar perasaan cemas segera hilang dan kita bisa kembali tidur dengan nyenyak.
Islam memandang mimpi bukan sekadar aktivitas bawah sadar semata. Rasulullah SAW membagi mimpi menjadi tiga jenis: kabar gembira dari Allah, bisikan jiwa, dan gangguan dari setan. Mimpi yang menakutkan atau menyedihkan umumnya berasal dari golongan ketiga, yakni gangguan setan yang bertujuan membuat manusia bersedih. Oleh karena itu, kita perlu membentengi diri dengan zikir dan doa.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai adab dan bacaan doa yang dapat Anda amalkan ketika mengalami mimpi yang tidak menyenangkan.
Adab Ketika Terjaga Akibat Mimpi Buruk
Sebelum melafalkan doa, terdapat beberapa sunnah atau adab yang sebaiknya Anda lakukan segera setelah terbangun dalam keadaan takut. Rasulullah SAW memberikan tuntunan praktis untuk menetralisir gangguan setan tersebut.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Mimpi yang baik itu dari Allah, sedangkan mimpi yang buruk itu dari setan. Jika salah seorang dari kalian bermimpi yang tidak ia sukai, maka hendaknya ia meludah ke samping kiri tiga kali dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan mimpi tersebut serta dari kejahatan setan, niscaya mimpi tersebut tidak akan membahayakannya.” (HR. Muslim)
Berdasarkan hadis tersebut, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:
-
Meludah ringan (meniup dengan sedikit air ludah) ke arah kiri sebanyak tiga kali. Ini merupakan simbol penolakan terhadap gangguan setan.
-
Mengubah posisi tidur. Jika sebelumnya Anda tidur miring ke kanan, cobalah bergeser ke sisi kiri, atau sebaliknya.
-
Tidak menceritakan mimpi tersebut kepada siapa pun. Menyimpan mimpi buruk mencegah kita dari penafsiran yang salah yang justru bisa membebani pikiran.
Bacaan Doa Saat Mimpi Buruk Sesuai Sunnah
Setelah melakukan adab fisik di atas, langkah selanjutnya adalah menenangkan hati dengan zikir. Anda bisa melafalkan kalimat ta’awudz ataupun doa-doa khusus yang diajarkan oleh para ulama berdasarkan riwayat hadis.
Berikut adalah beberapa pilihan doa saat mimpi buruk yang dapat Anda baca:
1. Membaca Ta’awudz
Ini adalah bacaan paling dasar dan utama untuk memohon perlindungan. Anda dapat membacanya segera setelah meludah ringan ke kiri.
Lafal Arab:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Lafal Latin: A’udzu billahi minasy syaithanir rajim.
Terjemahan: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
2. Doa Memohon Perlindungan dari Keburukan Mimpi
Ibnu Suni meriwayatkan sebuah doa yang sangat dianjurkan bagi mereka yang merasa gelisah akibat mimpi seram. Doa ini menegaskan tauhid dan kepasrahan diri kepada Allah.
Lafal Arab:
هُوَ اللهُ ، اَللهُ رَبِّيْ لَا شَرِيْكَ لَهُ. أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَمِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ
Lafal Latin: Huwallahu, allahu rabbi, la syarika lahu. A’udzu bikalimatillahit tammati min ghadhabihi wa min syarri ibadihi wa min hamazatis syayathini wa an yahdhurun.
Terjemahan: “Dialah Allah, Allah Tuhanku. Tiada sekutu bagi-Nya. Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan para hamba-Nya, dan godaan setan serta kehadiran mereka.”
3. Doa Khusus Saat Terkejut dan Takut
Jika mimpi tersebut membuat Anda terbangun dengan jantung berdebar kencang atau merasa sangat takut, doa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi ini sangat relevan untuk Anda amalkan. Doa ini mencakup permohonan perlindungan yang sangat luas.
Lafal Arab:
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ
Lafal Latin: A’udzu bikalimatillahit tammati min ghadhabihi wa ‘iqabihi wa syarri ‘ibadihi wa min hamazatis syayathini wa an yahdhurun.
Terjemahan: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, hukuman-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, serta dari bisikan-bisikan setan dan kehadiran mereka.”
BACA JUGA: Menyelami Keutamaan Sholat, Tiang Agama dan Kunci Ketenangan Jiwa
Mengambil Hikmah dan Menjaga Kualitas Tidur
Setelah membaca doa, usahakan untuk kembali menenangkan pikiran. Anda tidak perlu mencari-cari arti dari mimpi buruk tersebut secara berlebihan. Ingatlah bahwa mimpi buruk hanyalah permainan setan yang ingin melemahkan semangat seorang mukmin.
Sebagai langkah preventif, pastikan Anda selalu menjaga adab sebelum tidur. Berwudu, mengibaskan tempat tidur, membaca ayat kursi, serta membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas merupakan benteng terkuat bagi kita sebelum memejamkan mata. Dengan menjaga rutinitas ini, Anda mempersempit ruang gerak setan untuk mengganggu istirahat Anda.
Selain itu, kondisi psikologis juga memengaruhi kualitas tidur. Hindari tidur dalam keadaan stres atau marah. Maafkan kesalahan orang lain sebelum tidur agar hati menjadi lapang. Hati yang tenang akan mengundang mimpi yang baik (mimpi ru’ya) dan menjauhkan mimpi yang berasal dari hulm (gangguan setan).
Sempurnakan Amalan dengan Sedekah
Membaca doa saat mimpi buruk merupakan bentuk ikhtiar batin untuk melindungi diri dari gangguan gaib. Namun, Islam mengajarkan kita bahwa salah satu cara paling ampuh untuk menolak bala (musibah) dan menenangkan hati adalah dengan bersedekah. Sedekah memiliki kekuatan luar biasa untuk memadamkan kemurkaan Allah dan menjauhkan kita dari keburukan, baik yang nyata maupun yang bersifat spiritual.
Rasulullah SAW bersabda, “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Abu Daud). Jika sedekah mampu menjadi obat fisik, maka ia juga mampu menjadi obat bagi ketenangan jiwa kita.
Mari lengkapi perlindungan diri Anda dan keluarga dengan menyisihkan sebagian harta di jalan Allah. Anda dapat menyalurkan sedekah terbaik Anda untuk mendukung program dakwah dan sosial melalui Yayasan Syekh Ali Jaber. Kebaikan yang Anda tanam hari ini akan menjadi pelindung dan penerang di masa depan.




