
Setelah salam terakhir, ada jeda singkat yang sering kita lewatkan begitu saja padahal jeda itu adalah salah satu momen paling berharga untuk berdoa. Salah satu doa yang paling dianjurkan untuk dipanjatkan pada waktu tersebut adalah doa untuk orang tua yang dibaca setelah sholat, sebuah permohonan sederhana namun sarat makna, agar Allah mengampuni dan menyayangi ayah dan ibu kita sebagaimana mereka menyayangi kita sewaktu kecil.
Artikel ini menghimpun bacaan doa untuk orang tua beserta lafal Arab, latin, dan artinya, dasar dalilnya dari Al-Qur’an dan hadits, serta adab mendoakan orang tua baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
Bacaan Doa untuk Orang Tua Setelah Sholat Fardhu
Doa yang paling umum dibaca umat Islam untuk kedua orang tua setelah sholat fardhu bersumber dari Surah Al-Isra ayat 24, yaitu permohonan ampunan dan kasih sayang Allah untuk diri sendiri dan orang tua.
Doa Singkat dari Al-Isra Ayat 24
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Latin, Rabbirhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa
Artinya, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua menyayangiku ketika mendidik aku pada waktu kecil.”
Doa Panjang, Mohon Ampunan untuk Diri dan Orang Tua
Versi yang lebih sering diamalkan setelah salam adalah pengembangan dari ayat di atas, digabung dengan permohonan ampunan bagi diri sendiri.
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Latin, Rabbighfir lii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa
Artinya, “Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu aku kecil.”
Doa ini bisa dibaca setelah dzikir dan sebelum menutup rangkaian doa sholat fardhu, dan boleh diulang di setiap waktu sholat sebagai bentuk konsistensi mendoakan orang tua setiap hari.
Mengapa Waktu Setelah Sholat Fardhu Termasuk Waktu Mustajab
Waktu setelah sholat fardhu disebut Rasulullah sebagai salah satu momen doa paling didengar Allah, sejajar dengan sepertiga malam terakhir. Karena itu, membiasakan diri berdoa untuk orang tua tepat setelah salam menjadi pilihan yang sangat dianjurkan.
Dasarnya adalah hadits riwayat At-Tirmidzi dari Abu Umamah radhiyallahu anhu. Rasulullah pernah ditanya para sahabat tentang doa yang paling didengar Allah.
قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ، قَالَ جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ، وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ
Artinya, “Rasulullah ditanya, ‘Doa manakah yang paling didengar Allah?’ Beliau menjawab, ‘Pada pertengahan malam terakhir dan setelah sholat-sholat wajib.'” (HR. At-Tirmidzi)
Hadits ini menjadi alasan mengapa doa untuk orang tua lebih afdal dipanjatkan segera setelah salam, saat hati masih dalam kondisi khusyuk dan tenang.
Dalil Al-Qur’an tentang Mendoakan Orang Tua
Perintah mendoakan dan berbakti kepada orang tua bukan sekadar anjuran, melainkan perintah langsung dari Allah dalam Al-Qur’an, tercantum jelas dalam Surah Al-Isra dan Surah Luqman.
Dalam Surah Al-Isra ayat 23-24, Allah berfirman.
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Artinya, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.'” (QS. Al-Isra, 17, 24)
Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, ayat ini mengajarkan sikap tawadhu dan penuh kasih kepada orang tua, bukan sekadar patuh secara lahiriah, melainkan tunduk yang tumbuh dari rasa sayang yang tulus.
Sementara dalam Surah Luqman ayat 14, Allah mengingatkan tentang beratnya perjuangan seorang ibu.
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Artinya, “Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik terhadap kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku tempat kembalimu.” (QS. Luqman, 31, 14)
BACA JUGA: Hadirkan Umma Ilmia Amalia, Kajian Akbar Yayasan Syekh Ali Jaber di Masjid Agung Sukabumi Meriah
Adab Mendoakan Orang Tua yang Masih Hidup dan yang Sudah Wafat
Adab mendoakan orang tua sedikit berbeda tergantung kondisinya. Untuk orang tua yang masih hidup, doa lebih menekankan permohonan kesehatan, keberkahan umur, dan hidayah. Untuk orang tua yang telah wafat, doa difokuskan pada permohonan ampunan dan kelapangan alam kubur.
Untuk orang tua yang masih hidup
- Doakan kesehatan, umur yang berkah, dan kemudahan rezeki
- Sertakan permohonan agar orang tua selalu dalam bimbingan dan hidayah Allah
- Iringi doa dengan sikap nyata, seperti berbicara lembut dan membantu kebutuhan mereka
Untuk orang tua yang sudah wafat
- Doakan ampunan atas dosa-dosa mereka
- Mohon kelapangan dan cahaya di alam kubur
- Lanjutkan amal yang bermanfaat atas nama mereka, misalnya sedekah jariyah
Rasulullah bersabda tentang cara berbakti kepada orang tua yang telah tiada, salah satunya adalah dengan terus mendoakan dan memintakan ampunan bagi mereka, sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang dikutip oleh Al-Alusi dalam Tafsir Ruh Al-Ma’ani.
Doa Saja Tidak Cukup, Bakti Nyata Berupa Sedekah Atas Nama Orang Tua
Mendoakan orang tua adalah kewajiban, namun Islam juga mengajarkan bahwa bakti kepada orang tua bisa diwujudkan lewat amal nyata yang pahalanya terus mengalir, salah satunya sedekah atas nama mereka.
Sedekah adalah pemberian harta atau bentuk kebaikan lain yang diniatkan karena Allah, tanpa mengharap imbalan dari manusia. Ketika sedekah ini diniatkan atas nama orang tua, pahalanya tetap sampai kepada mereka, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.
Rasulullah bersabda tentang tiga amal yang pahalanya tidak terputus meski seseorang telah meninggal dunia.
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya, “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim, no. 1631)
Hadits ini menunjukkan bahwa doa dan sedekah jariyah adalah dua amal yang saling melengkapi. Doa mengalirkan kasih sayang lewat lisan, sementara sedekah jariyah mengalirkan manfaat lewat perbuatan yang terus berbekas, misalnya melalui bantuan pangan, layanan kesehatan, atau pendidikan bagi mereka yang membutuhkan.
Yayasan Syekh Ali Jaber menyalurkan sedekah dari para dermawan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk lansia dan dhuafa, sebagai jalan bagi siapa saja yang ingin mempersembahkan kebaikan atas nama orang tuanya, baik yang masih ada maupun yang telah berpulang. Setiap penyaluran dilaporkan secara terbuka agar dermawan bisa memantau ke mana sedekahnya bermanfaat.
Pertanyaan Seputar Doa untuk Orang Tua Setelah Sholat
Apakah doa untuk orang tua wajib dibaca setiap habis sholat?
Tidak wajib, namun sangat dianjurkan. Membiasakan doa ini setiap habis sholat fardhu adalah bentuk konsistensi bakti dan memanfaatkan waktu mustajab yang telah diajarkan Rasulullah.
Apakah boleh membaca doa ini untuk orang tua yang sudah meninggal?
Boleh, dan justru sangat dianjurkan. Lafalnya bisa tetap sama, karena doa ampunan dan kasih sayang berlaku baik untuk orang tua yang masih hidup maupun yang sudah wafat.
Apakah doa untuk orang tua harus dalam bahasa Arab?
Tidak harus. Berdoa dengan bahasa Indonesia atau bahasa apa pun tetap sah dan didengar Allah, namun membaca lafal Arab yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits memberi keutamaan tersendiri karena mengikuti tuntunan langsung dari sumber wahyu.
Selain doa, apa lagi bentuk bakti kepada orang tua yang sudah wafat?
Selain mendoakan, bakti bisa diwujudkan lewat sedekah jariyah atas nama mereka, melunasi hutang yang mereka tinggalkan, menyambung silaturahmi dengan kerabat mereka, dan menghormati sahabat-sahabat dekat orang tua semasa hidup.
Kapan waktu terbaik membaca doa untuk orang tua selain setelah sholat fardhu?
Selain setelah sholat fardhu, waktu mustajab lain yang bisa dimanfaatkan adalah sepertiga malam terakhir, saat sujud, di antara azan dan iqamah, serta ketika hujan turun.
Penutup
Doa untuk orang tua yang dibaca setelah sholat adalah amalan ringan yang bisa dilakukan setiap hari, namun maknanya begitu dalam, sebuah pengingat bahwa jasa ayah dan ibu tidak akan pernah bisa terbalas sepenuhnya, kecuali dengan terus mendoakan dan mengiringinya dengan kebaikan nyata.
Jika hari ini Anda merindukan cara lain untuk berbakti, selain lantunan doa selepas sholat, menyalurkan sedekah atas nama orang tua bisa menjadi ladang pahala yang terus mengalir untuk mereka. Anda dapat menyalurkan kebaikan tersebut melalui yayasansyekhalijaber.com/sedekah, sebagai wujud doa yang tidak hanya terucap di lisan, tetapi juga hadir dalam bentuk manfaat nyata bagi sesama.




