
Kematian adalah sebuah kepastian yang akan dihadapi oleh setiap makhluk bernyawa. Waktu dan tempatnya menjadi rahasia Allah SWT yang tak seorang pun mengetahuinya. Namun, dalam kepercayaan umat Islam, terdapat keyakinan bahwa kondisi dan waktu kematian seseorang dapat menjadi sebuah pertanda. Salah satu keyakinan yang mengakar kuat adalah adanya keistimewaan bagi seorang muslim yang meninggal di hari Jumat. Hari yang disebut sebagai Sayyidul Ayyam atau rajanya para hari ini memang memiliki kemuliaan tersendiri. Lantas, apa saja keutamaan yang menyertainya dan bagaimana Islam memandang hal ini?
Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai keistimewaan wafat pada hari Jumat berdasarkan pandangan para ulama, sekaligus mengingatkan kita pada esensi sejati dari sebuah akhir yang baik.
Keistimewaan bagi Seorang Muslim yang Meninggal di Hari Jumat
Meskipun beberapa hadis yang secara spesifik membahas topik ini masih diperdebatkan kesahihannya oleh sebagian ulama, banyak pandangan yang mengamini adanya keutamaan luar biasa. Hari Jumat sendiri adalah hari yang penuh berkah, di mana pintu rahmat Allah dibuka selebar-lebarnya. Keberkahan inilah yang diyakini menaungi hamba-Nya yang berpulang pada hari tersebut. Berikut adalah beberapa keutamaannya.
1. Dilindungi dari Fitnah dan Siksa Kubur
Keutamaan paling utama yang sering disebut adalah perlindungan dari fitnah atau siksa kubur. Ini merupakan sebuah anugerah besar, sebab fase di alam kubur adalah gerbang pertama menuju akhirat yang penuh dengan pertanyaan dan pertanggungjawaban. Syekh Abdur Rauf al-Manawi dalam kitabnya, Faidl al-Qadir, memberikan penjelasan mendalam.
Beliau menafsirkan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa Allah akan menjaga seorang Muslim yang wafat pada hari atau malam Jumat dari fitnah kubur. Alasannya, pada hari Jumat, api neraka Jahannam tidak dinyalakan dan pintu-pintunya ditutup. Ketika ruh seorang hamba dicabut pada hari mulia tersebut, hal itu menunjukkan kebahagiaan dan pertanda baiknya tempat ia kembali. Allah SWT mencatatkan keberuntungan dan kemuliaan bagi hamba tersebut, sehingga melindunginya dari beratnya ujian di alam barzakh.
2. Menjadi Tanda Husnul Khotimah
Wafat dalam keadaan husnul khotimah atau akhir yang baik adalah dambaan setiap Muslim. Keadaan ini merujuk pada kondisi seseorang meninggal dunia dalam keadaan iman dan diterima oleh Allah SWT. Karena Jumat dianggap sebagai hari paling agung dalam Islam, maka seorang hamba yang dipanggil pulang pada hari ini dipercaya mendapatkan salah satu tanda husnul khotimah.
Meskipun demikian, penting untuk kita pahami bahwa husnul khotimah tidak semata-mata ditentukan oleh hari kematian. Ia adalah buah dari amal perbuatan, keimanan, dan ketakwaan seseorang sepanjang hidupnya. Wafat di hari Jumat adalah bonus dan rahmat dari Allah, namun bekal utama tetaplah amal saleh yang kita persiapkan selama masih bernapas.
3. Berpotensi Meraih Pahala Setara Mati Syahid
Keutamaan lain yang diyakini sebagian kalangan adalah perolehan pahala setara mati syahid. Status syahid memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam dan dijanjikan tempat istimewa di sisi Allah. Humaid dari Iyas bin Bukair pernah menyatakan bahwa, “Barangsiapa mati di hari Jumat, ia dicatat mendapat pahala syahid dan aman dari siksa kubur.”
Namun, perlu dicatat bahwa tidak ada dalil kuat dari Al-Qur’an maupun hadis sahih yang secara eksplisit menyatakan hal ini. Syekh Muhammad Anwar Syah al-Kasymiri berpendapat bahwa hadis mengenai keutamaan ini tidak mencapai derajat sahih. Walau begitu, keyakinan ini tetap menjadi harapan dan motivasi bagi umat Islam untuk senantiasa berbuat baik.
BACA JUGA: 4 Keutamaan Sedekah Jumat yang Luar Biasa Untuk Membuka Pintu Keberkahan
Ikhtiar Menjemput Kematian yang Baik di Hari Penuh Berkah
Fokus utama seorang mukmin bukanlah mengejar waktu kematian, melainkan mempersiapkan kualitas diri untuk menghadapi kematian kapan pun ia datang. Hari Jumat memberikan kita kesempatan emas untuk memperbanyak amal ibadah yang dapat menjadi bekal terbaik kita.
Alih-alih hanya berharap untuk meninggal di hari Jumat, kita seharusnya mengisi setiap hari Jumat dengan amalan terbaik. Perbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW, membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak doa di waktu-waktu mustajab, dan tentunya bersedekah. Amalan-amalan inilah yang akan meninggikan derajat kita dan menjadi penolong saat ajal menjemput, tak peduli di hari apa pun itu terjadi.
Pada akhirnya, wafat di hari Jumat adalah karunia agung dari Allah. Namun, rahmat Allah jauh lebih luas dari itu. Kematian yang baik adalah ketika lisan kita basah oleh zikir, hati kita penuh dengan iman, dan kita meninggalkan dunia dalam keadaan diridai oleh-Nya. Mari kita berikhtiar menjemput akhir yang baik dengan kehidupan yang baik pula.
Salah satu cara terbaik untuk mengisi hari Jumat dengan keberkahan adalah melalui sedekah. Bagi Anda yang ingin menyalurkan kebaikan dan meraih pahala berlipat ganda, Yayasan Syekh Ali Jaber menyediakan wadah untuk melaksanakan sedekah Jumat. Semoga setiap kebaikan yang kita tanam menjadi jalan menuju husnul khotimah. Anda dapat menyalurkan sedekah Anda melalui link di bawah.

