
Zakat adalah salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan agung dalam menyucikan harta dan jiwa seorang muslim. Setiap kali seorang muzakki (pemberi zakat) menyerahkan zakat kepada mustahik (penerima zakat), terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca. Doa tersebut dikenal sebagai doa ijab qobul zakat, yaitu doa yang diucapkan dalam prosesi penyerahan dan penerimaan zakat agar ibadah ini diterima oleh Allah Swt.
Dengan melafalkan doa ijab dan qobul, prosesi zakat tidak hanya sebatas pemberian materi, tetapi juga menjadi bentuk ibadah yang bernilai spiritual tinggi.
Dalil Zakat dalam Al-Qur’an dan Hadis
Allah Swt. menegaskan kewajiban zakat dalam firman-Nya:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103).
Selain itu, Rasulullah ﷺ juga menegaskan kewajiban zakat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar:
“Islam dibangun atas lima perkara: syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalil ini memperlihatkan betapa zakat bukan hanya urusan sosial, tetapi juga bentuk ketaatan yang harus diiringi doa yang benar, termasuk doa ijab qobul zakat.
Doa Ijab Qobul Zakat dan Terjemahannya
Doa dari Pemberi Zakat (Ijab)
Ketika menyerahkan zakat, muzakki dianjurkan membaca doa berikut:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهَا مَغْنَمًا وَلَا تَجْعَلْهَا مَغْرَمًا
Allāhummaj‘alhā maghnaman wa lā taj‘alhā maghraman.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah zakat ini sebagai keuntungan dan jangan Engkau jadikan sebagai kerugian.”
Doa dari Penerima Zakat (Qobul)
Penerima zakat atau amil dapat membaca doa berikut ketika menerima zakat:
جَزَاكَ اللّٰهُ خَيْرًا فِيمَا أَعْطَيْتَ وَبَارَكَ لَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ وَطَهَّرَهُ اللّٰهُ لَكَ مِمَّا مَلَكْتَ
Jazākallāhu khairan fīmā a‘thaita wa bāraka laka fīmā abqaita wa thahharahullāhu laka mimmā malakta.
Artinya: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan atas apa yang engkau berikan, memberkahi apa yang engkau sisakan, dan menyucikan apa yang engkau miliki.”
Doa ini bukan hanya simbol, tetapi juga penghubung spiritual antara muzakki dan mustahik, sebagaimana yang dianjurkan dalam ayat Al-Qur’an tentang mendoakan orang yang berzakat.
BACA JUGA: Keutamaan Surat Yasin Lengkap Dengan Dalil, Manfaat, dan Amalan Sehari-hari
Hikmah Membaca Doa Ijab Qobul Zakat
1. Menyempurnakan Ibadah
Doa menjadikan zakat bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar bernilai ibadah.
2. Menenangkan Hati Pemberi dan Penerima
Sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Taubah:103, doa akan membawa ketenangan jiwa bagi muzakki dan keberkahan bagi mustahik.
3. Menghubungkan Dunia dan Akhirat
Zakat yang diiringi doa akan menjadi amal jariyah, membawa manfaat dunia sekaligus tabungan pahala akhirat.
Amalan Zakat dan Sedekah yang Terus Mengalir
Membaca doa ijab qobul zakat adalah bagian penting dalam menyempurnakan ibadah zakat. Lafal doa yang benar, niat yang tulus, serta pelaksanaan sesuai tuntunan syariat akan menjadikan zakat bernilai ibadah sempurna.
Namun, amalan tidak berhenti di situ. Selain zakat wajib, seorang muslim dianjurkan memperbanyak sedekah sunnah. Sedekah membuka pintu rezeki, menolak bala, dan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir meski kita telah tiada.
Jika Anda ingin menambah amalan sedekah, bisa bergabung dalam program-program kebaikan melalui Yayasan Syekh Ali Jaber. InsyaAllah, setiap rupiah yang Anda salurkan akan menjadi cahaya di dunia dan akhirat.






