Hadits Keutamaan Puasa Asyura, Bisa Hapus Dosa Setahun! - Yayasan Syekh Ali Jaber

Hadits Keutamaan Puasa Asyura, Bisa Hapus Dosa Setahun!

Hadits Keutamaan Puasa Asyura, Bisa Hapus Dosa Setahun!

Bayangkan ada satu hari dalam setahun yang Allah Subhanahu wa Ta’ala siapkan sebagai “diskon besar” pengampunan dosa. Cukup dengan menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu bisa terhapus. Inilah keistimewaan yang Rasulullah ﷺ kabarkan dalam hadits keutamaan puasa Asyura, sebuah amalan ringan namun ganjarannya luar biasa besar.

Bagi generasi muslim milenial yang sibuk dengan rutinitas kerja, kuliah, dan keluarga, puasa Asyura bisa menjadi oase spiritual di awal tahun Hijriah. Tidak perlu menunggu Ramadhan untuk kembali bersih dan dekat dengan Allah. Yuk, kita pelajari bersama dalil, hikmah, dan cara meraih keutamaannya secara utuh.

Apa Itu Puasa Asyura dan Kapan Waktunya?

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Nama “Asyura” sendiri berasal dari kata ‘asyarah yang berarti sepuluh, merujuk pada tanggal pelaksanaannya.

Bulan Muharram bukan bulan sembarangan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutnya sebagai salah satu dari empat bulan haram (suci) yang dimuliakan, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)

Di antara empat bulan haram tersebut, Muharram menempati posisi istimewa. Karena itulah, amalan yang dikerjakan di dalamnya, termasuk puasa Asyura, memiliki bobot keutamaan yang berlipat di sisi Allah.

Hadits Keutamaan Puasa Asyura yang Wajib Diketahui

Inilah inti dari pembahasan kita. Ada beberapa riwayat shahih yang menjelaskan betapa besar pahala yang Allah siapkan bagi siapa saja yang menjalankan puasa di hari mulia ini.

1. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Hadits paling populer dan menjadi rujukan utama tentang keutamaan puasa Asyura adalah riwayat dari sahabat Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu. Suatu ketika, Rasulullah ﷺ ditanya tentang keutamaan puasa di hari tersebut, dan beliau menjawab:

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ، فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ»

Artinya: “Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab, ‘Puasa hari Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.'” (HR. Muslim, no. 1162)

Coba renungkan sejenak. Hanya dengan satu hari berpuasa, Allah berkenan mengampuni dosa-dosa kecil yang mungkin telah menumpuk selama dua belas bulan terakhir. Ini bukan keutamaan kecil, melainkan kasih sayang Allah yang sangat luas kepada hamba-Nya yang ingin kembali suci.

2. Puasa yang Paling Diutamakan Setelah Ramadhan

Selain hadits di atas, terdapat pula riwayat lain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang menegaskan posisi istimewa puasa di bulan Muharram secara umum:

«أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ»

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa puasa yang dimaksud secara khusus dalam bulan ini adalah puasa Asyura, sebagaimana puasa Arafah menjadi puncak keutamaan di bulan Dzulhijjah. Dengan kata lain, jika Ramadhan adalah bulan utama untuk berpuasa wajib, maka Muharram adalah bulan utama untuk berpuasa sunnah.

3. Semangat Rasulullah ﷺ dalam Mengamalkannya

Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu pernah menyaksikan langsung bagaimana antusiasnya Rasulullah ﷺ dalam menjalankan puasa ini, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai hari yang paling diutamakan dibanding hari-hari sunnah lainnya. Kesungguhan Nabi ﷺ ini menjadi bukti nyata betapa besar nilai ibadah yang terkandung di dalamnya, bukan sekadar anjuran biasa.

BACA JUGA: Mengenal Program Rutin Pengambilan Sanad Qira’ah di Yayasan Syekh Ali Jaber

Mengapa Allah Begitu Memuliakan Hari Asyura?

Keistimewaan hari Asyura tidak lepas dari sejarah panjang yang menyertainya. Hari ini diyakini sebagai momen ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihissalam beserta kaumnya dari kejaran Firaun yang zalim di tepi Laut Merah.

Sebagai bentuk syukur atas pertolongan agung tersebut, Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk turut berpuasa. Beberapa hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa ini antara lain:

  • Pengingat akan pertolongan Allah kepada hamba-hamba yang sabar dan bertawakal di tengah kesulitan.
  • Simbol kemenangan kebenaran atas kezaliman, yang relevan dengan perjuangan hidup setiap muslim.
  • Momentum muhasabah diri, mengevaluasi perjalanan setahun ke belakang sebelum melangkah ke tahun yang baru.
  • Bentuk syukur nyata, karena puasa adalah salah satu cara terbaik untuk berterima kasih kepada Allah.

Anjuran Puasa Tasua, Penyempurna Ibadah Asyura

Agar ibadah kita lebih sempurna, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan untuk berpuasa sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 9 Muharram yang dikenal dengan puasa Tasua. Anjuran ini muncul ketika para sahabat menyampaikan bahwa hari Asyura juga diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.

Mendengar hal itu, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa jika beliau masih diberi umur hingga tahun berikutnya, beliau akan turut berpuasa pada tanggal sembilannya. Namun, takdir Allah berkata lain karena Rasulullah ﷺ wafat sebelum tahun tersebut tiba (HR. Muslim, no. 1134).

Dari riwayat ini, para ulama menganjurkan agar puasa Asyura dipadukan dengan puasa Tasua, dengan beberapa pertimbangan berikut:

  1. Mengikuti sunnah yang hampir dilaksanakan Rasulullah ﷺ.
  2. Membedakan amalan umat Islam dengan tradisi umat sebelumnya.
  3. Sebagai bentuk kehati-hatian, mengingat ada perbedaan pendapat ulama mengenai penentuan tanggal 10 Muharram berdasarkan hisab dan rukyat di berbagai wilayah.
  4. Menambah pahala karena berpuasa dua hari berturut-turut di bulan yang mulia.

Perlu dipahami, mengenai detail hukum dan tata cara pelaksanaannya, terdapat ruang ijtihad di kalangan ulama. Sebaiknya kita mengamalkannya dengan lapang dada, mengikuti pendapat yang lebih kuat menurut ilmu masing-masing, tanpa perlu memperdebatkannya secara berlebihan.

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar

Almarhum Syekh Ali Jaber semasa hidupnya selalu mengingatkan bahwa setiap ibadah, termasuk puasa sunnah, hendaknya menjadi jembatan untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia. Puasa Asyura bukan hanya soal menahan diri dari makan dan minum, melainkan juga melatih kepekaan sosial dan keikhlasan hati.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menegaskan kewajiban dasar berpuasa dalam Al-Quran sebagai sarana mencapai ketakwaan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Meski ayat ini secara konteks berbicara tentang puasa Ramadhan, esensinya tetap relevan untuk seluruh jenis puasa termasuk Asyura, yaitu melatih jiwa agar semakin bertakwa, peka, dan dekat dengan Sang Pencipta.

Lengkapi Puasa Asyura dengan Sedekah dan Wakaf

Ada satu hal indah yang sering kita lupakan: pahala puasa akan semakin berlipat ganda bila disertai dengan amalan lain seperti sedekah, membaca Al-Quran, dan berbagi kepada sesama. Inilah cara umat terdahulu memuliakan bulan Muharram, bukan hanya dengan menahan diri, tetapi juga dengan memberi.

Rasulullah ﷺ bersabda mengenai keutamaan sedekah:

«الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ»

Artinya: “Sedekah dapat memadamkan kesalahan (dosa) sebagaimana air memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi)

Allah juga menjanjikan kelipatan ganjaran yang tidak terhingga bagi mereka yang menafkahkan hartanya di jalan-Nya:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kasih sayang-Nya), Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Bayangkan jika momentum mulia ini, puasa Asyura yang menghapus dosa setahun, kita gabungkan dengan sedekah yang melipatgandakan pahala. Sungguh, kombinasi amal ini bisa menjadi bekal berharga di akhirat kelak.

Saatnya Menyempurnakan Ikhtiar Kebaikan Anda

Bulan Muharram datang setahun sekali, dan kita tidak pernah benar-benar tahu apakah masih diberi kesempatan untuk menjumpainya lagi tahun depan. Karena itu, selagi masih ada waktu dan kesehatan, mari maksimalkan setiap kesempatan untuk meraih ridha Allah, baik melalui puasa, sedekah, maupun wakaf yang pahalanya terus mengalir meski kita telah tiada.

Yayasan Syekh Ali Jaber hadir untuk membantu Anda menyalurkan kebaikan melalui berbagai program yang berkelanjutan, di antaranya:

  • Wakaf Al-Quran, menyebarkan mushaf ke pelosok negeri yang minim akses bacaan suci.
  • Sedekah untuk dai dan penghafal Al-Quran, mendukung perjuangan dakwah di berbagai daerah.
  • Bantuan kemanusiaan, membantu saudara-saudara yang membutuhkan pangan, layanan kesehatan, dan tempat tinggal.
  • Pembangunan sarana ibadah, agar umat memiliki tempat yang layak untuk beribadah dan belajar agama.

Setiap rupiah yang Anda sedekahkan hari ini, terlebih di bulan yang mulia ini, insyaAllah akan menjadi pemberat timbangan kebaikan yang terus mengalir pahalanya. Sebagaimana semangat dakwah yang selalu diwariskan almarhum Syekh Ali Jaber, mari kita jadikan cinta kepada Al-Quran dan kepedulian kepada sesama sebagai jalan hidup kita.

Yuk, tunaikan sedekah terbaik Anda sekarang melalui yayasansyekhalijaber.com/sedekah. Sekecil apa pun yang Anda berikan, besar maknanya di sisi Allah.

Bagikan :

6282260707044

Kirim Email

Donasi Sekarang