
Kisah Nabi Yusuf AS adalah cerminan dari kesabaran, keteguhan iman, dan keajaiban pertolongan Allah SWT. Allah SWT menganugerahkan beliau paras rupawan, ilmu menafsirkan mimpi, dan kedudukan mulia setelah melewati berbagai cobaan berat. Kisah hidupnya yang penuh lika-liku mengajarkan kita banyak hal, termasuk kekuatan dari doa Nabi Yusuf yang senantiasa ia panjatkan dalam setiap ujian. Doa-doa ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan bukti kepasrahan total seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Melalui artikel ini, kita akan menyelami makna dan keutamaan dari setiap doa yang pernah diucapkan Nabi Yusuf. Doa-doa ini terabadikan dalam Al-Qur’an dan menjadi warisan berharga bagi umat Islam untuk memohon perlindungan, kekuatan, serta kebaikan di dunia dan akhirat.
Mengenal Sosok Nabi Yusuf AS
Sebelum mendalami doanya, kita perlu mengenal siapa Nabi Yusuf AS. Beliau adalah putra kesayangan Nabi Ya’qub AS dari dua belas bersaudara. Kemuliaan nasabnya ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, yang artinya:
“Orang mulia, anak orang mulia, anak orang mulia, anak orang mulia, (dia adalah) Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim AS.” (HR. Bukhari).
Ujian hidupnya dimulai sejak masa kanak-kanak, ketika saudara-saudaranya membuangnya ke dalam sumur karena rasa iri. Namun, Allah SWT menyelamatkannya dan menakdirkan perjalanan hidupnya hingga menjadi seorang bendaharawan berpengaruh di Mesir. Kisah inspiratifnya bahkan diabadikan dalam satu surat penuh dalam Al-Qur’an, yaitu Surat Yusuf.
Kumpulan Doa Nabi Yusuf yang Terabadikan dalam Al-Qur’an
Dari berbagai ujian yang beliau hadapi, terdapat beberapa doa yang menjadi senjata utamanya. Berikut adalah kumpulan doa yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Doa Memohon Keteguhan Iman dari Godaan
Saat Nabi Yusuf bekerja di rumah seorang pembesar Mesir, istri pembesar tersebut terpikat oleh ketampanannya. Ia pun menggoda Nabi Yusuf untuk berbuat maksiat. Dalam situasi genting tersebut, Nabi Yusuf menunjukkan keteguhan iman yang luar biasa dan memilih untuk memohon perlindungan Allah. Beliau memanjatkan sebuah doa yang kemudian diabadikan dalam Surat Yusuf ayat 33.
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚوَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ
Qāla rabbis-sijnu aḥabbu ilayya mimmā yad’ūnanī ilaih(i), wa illā taṣrif ‘annī kaidahunna aṣbu ilaihinna wa akum minal-jāhilīn(a).
Artinya: “Yusuf berkata, ‘Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika Engkau tidak menghindarkan tipu daya mereka dariku, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang-orang yang bodoh.'”
Doa ini mengajarkan kita untuk lebih memilih kesulitan dunia (seperti penjara) daripada kenikmatan sesaat yang menjerumuskan pada dosa. Anda dapat mengamalkan doa ini saat menghadapi godaan syahwat atau ajakan untuk berbuat mungkar.
2. Doa agar Diwafatkan dalam Keadaan Husnul Khatimah
Setelah melewati berbagai ujian dan akhirnya dipertemukan kembali dengan keluarganya serta memperoleh kedudukan tinggi, Nabi Yusuf tidak lantas menjadi sombong. Beliau justru memanjatkan doa penuh syukur dan kerendahan hati. Doa ini tercantum dalam Surat Yusuf ayat 101.
رَبِّ قَدْ اٰتَيْتَنِيْ مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِيْ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَحَادِيْثِۚ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَنْتَ وَلِيّٖ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۚ تَوَفَّنِيْ مُسْلِمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ
Rabbi qad ātaitanī minal-mulki wa ‘allamtanī min ta’wīlil-aḥādīṡ(i), fāṭiras-samāwāti wal-arḍ(i), anta waliyyī fid-dun-yā wal-ākhirah(ti), tawaffanī muslimaw wa alḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn(a).
Artinya: “Tuhanku, sungguh Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang saleh.”
Doa ini merupakan permohonan puncak seorang hamba: wafat dalam keadaan Islam (husnul khatimah) dan dikumpulkan bersama orang-orang saleh. Kita dapat membacanya kapan saja sebagai wujud harapan atas akhir hidup yang baik.
3. Amalan Populer untuk Wajah Bercahaya
Selain doa-doa yang tercantum jelas dalam Al-Qur’an, terdapat amalan populer yang diyakini sebagai doa agar wajah tampak berseri dan menarik simpati, terinspirasi dari ketampanan Nabi Yusuf.
الَّلهُمَّ جَئَلْنِى نُوْرُ يُوْسُفَ عَلَى وَجْهِي فَمَنْ رَ اَنِى يُحِبُّنِي مَحَبَّتَنْي
Allaahumma ‘alnii nuuru yusufa ala wajhii fa man ro aanii yuhibbunii mahabbatan.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah nur cahaya Nabi Yusuf pada wajahku, dan bagi siapa yang melihat akan menjadi kagum serta memiliki cinta kasih kepadaku.”
Penting untuk kita pahami bahwa doa ini tidak bersumber dari Al-Qur’an maupun hadis sahih. Namun, mengamalkannya dengan niat memohon kepada Allah agar diberi penampilan yang baik dan diterima di lingkungan sosial tentu tidak dilarang, selama kita meyakini bahwa segala kekuatan hanya datang dari Allah SWT.
BACA JUGA: Ini Kumpulan Doa Diberi Kemudahan yang Mustajab, Agar Berani Menghadapi Dunia
Sempurnakan Amalan dengan Kebaikan
Mempelajari dan mengamalkan setiap doa Nabi Yusuf adalah cara kita meneladani ketakwaannya. Setiap permohonan beliau mengandung pelajaran tentang kesabaran, rasa syukur, dan kebergantungan mutlak kepada Allah SWT. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisahnya untuk menguatkan iman dalam menghadapi setiap episode kehidupan.
Anda bisa menyempurnakan amalan baik tidak hanya dengan berdoa, tetapi juga dengan berbagi kebaikan melalui sedekah. Mari salurkan niat tulus Anda melalui Yayasan Syekh Ali Jaber di link di bawah.






