Lafal Doa Setelah Adzan Sesuai Sunnah, Kunci Meraih Syafaat Nabi - Yayasan Syekh Ali Jaber

Lafal Doa Setelah Adzan Sesuai Sunnah, Kunci Meraih Syafaat Nabi

Kumandang adzan adalah sebuah panggilan agung dari Allah SWT yang menandai masuknya waktu salat. Setiap muslim yang mendengarnya dianjurkan untuk menyimak, menirukan, dan merenungi setiap kalimatnya. Namun, keutamaan tidak berhenti di situ. Terdapat sebuah amalan istimewa yang dapat kita lakukan begitu muazin selesai mengumandangkan panggilannya. Memahami dan mengamalkan lafal doa yang benar setelah adzan merupakan salah satu amalan ringan namun berpahala besar, bahkan menjadi kunci untuk mendapatkan pertolongan (syafaat) dari Nabi Muhammad SAW.

Artikel ini akan mengupas tuntas bacaan doa sesudah adzan, urutan amalan yang benar, serta dalil yang menguatkannya agar kita dapat mengamalkannya dengan penuh keyakinan.

Keutamaan Agung di Balik Doa Setelah Adzan

Mengapa doa setelah adzan memiliki kedudukan yang begitu penting? Jawabannya terletak pada janji agung yang Rasulullah SAW sampaikan kepada umatnya. Dalam sebuah hadis yang menjadi landasan utama amalan ini, Nabi Muhammad SAW menjanjikan syafaatnya bagi siapa saja yang memanjatkan doa khusus setelah adzan berkumandang.

Syafaat adalah pertolongan atau mediasi yang diberikan oleh seseorang yang diizinkan Allah di hari kiamat. Syafaat terbesar tentu datang dari Rasulullah SAW. Beliau akan memohonkan ampunan dan kemudahan bagi umatnya. Dengan mengamalkan doa ini secara rutin, kita seolah-olah sedang mendaftarkan diri untuk mendapatkan privilese istimewa tersebut di hari perhitungan kelak. Ini adalah sebuah investasi akhirat yang sangat berharga dengan modal amalan yang tidak memerlukan banyak waktu.

Urutan Amalan Sunnah Saat dan Lafal Doa Setelah Adzan

Untuk meraih kesempurnaan pahala, terdapat beberapa urutan amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW ketika kita mendengar panggilan adzan.

1. Menjawab Panggilan Adzan

Sunnah pertama adalah menjawab atau menirukan setiap kalimat yang diucapkan oleh muazin. Caranya adalah dengan mengucapkan lafal yang sama persis, kecuali pada saat muazin mengucapkan:

“Hayya ‘alash shalaah” (Marilah kita mendirikan salat)

“Hayya ‘alal falaah” (Marilah kita menuju kemenangan)

Ketika mendengar dua kalimat tersebut, kita dianjurkan untuk menjawab dengan:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Artinya: “Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.”

2. Membaca Selawat untuk Nabi Muhammad SAW

Setelah adzan selesai sepenuhnya, amalan berikutnya adalah berselawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini merupakan bentuk penghormatan dan kecintaan kita kepada beliau. Salah satu bacaan selawat yang bisa dilafalkan adalah:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma shalli ‘ala sayyidinaa muhammadin wa ‘ala aali sayyidinaa muhammad.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad.”

3. Inilah Lafal Doa Utama Setelah Panggilan Adzan

Setelah berselawat, inilah saatnya kita memanjatkan doa inti yang menjadi topik utama pembahasan ini. Lafal doa yang paling utama setelah adzan adalah bacaan yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW, berikut bacaan lengkapnya:

اَللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَآئِمَةِ، آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَّهُ

Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati sayyidanaa muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqaamam mahmuudanil ladzii wa’adtah.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan salat yang didirikan. Berilah junjungan kami Nabi Muhammad wasilah (tempat yang luhur) dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada kedudukan yang terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan.”

BACA JUGA: Bacaan Doa Memulai Pekerjaan, Raih Berkah dan Kemudahan dari Allah SWT

Dalil Shahih sebagai Landasan Amalan

Anjuran untuk membaca doa ini bukanlah tanpa dasar. Amalan ini bersumber dari hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Barangsiapa yang ketika mendengar adzan berdoa: ‘Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqaamam mahmuudanil ladzii wa’adtah’ (Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan salat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada kedudukan yang terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan), maka ia berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari no. 614).

Sempurnakan Amalan dengan Sedekah Jariyah

Mengamalkan doa setelah adzan adalah wujud ibadah vertikal kita kepada Allah dan bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW. Namun, kesalehan seorang muslim akan lebih sempurna jika diiringi dengan ibadah sosial yang menebar manfaat bagi sesama. Sebagaimana doa tersebut menjadi jalan untuk meraih pertolongan di akhirat, sedekah adalah jalan untuk mendatangkan pertolongan Allah di dunia dan menjadi pemberat timbangan amal kelak.

Kami mengajak Anda untuk menyempurnakan kebaikan harian dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk mereka yang membutuhkan. Melalui Yayasan Syekh Ali Jaber, Anda dapat menyalurkan sedekah untuk berbagai program kebaikan, seperti mencetak penghafal Al-Qur’an dan membantu kaum dhuafa. Setiap rupiah yang Anda donasikan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa henti.

SEDEKAH SEKARANG

Bagikan :

6282260707044

Kirim Email

Donasi Sekarang