
Masjid yang bersih membuat jamaah lebih nyaman ketika salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, mengikuti kajian, maupun beriktikaf. Namun lebih dari sekadar urusan kenyamanan, pahala membersihkan masjid juga berkaitan dengan upaya memuliakan dan memakmurkan rumah Allah.
Islam memberikan perhatian besar terhadap kebersihan tempat ibadah. Al-Qur’an memerintahkan agar rumah Allah disucikan untuk orang yang beribadah. Rasulullah ﷺ juga memberikan perhatian kepada orang yang secara rutin membersihkan masjid.
Meski demikian, penting untuk memahami keutamaannya dengan tepat. Tidak ada dalil sahih yang menetapkan angka tertentu seperti mendapatkan sekian pahala untuk setiap sapuan atau setiap debu yang dibersihkan. Yang dapat dipastikan adalah bahwa menjaga kebersihan masjid merupakan amal baik dan bagian dari perhatian seorang Muslim terhadap tempat ibadah.
Apa Pahala Membersihkan Masjid Menurut Islam
Membersihkan masjid merupakan amal kebaikan karena membantu menjaga kesucian, kenyamanan, dan kelayakan tempat yang digunakan umat Islam untuk beribadah. Keutamaannya dapat dipahami dari sejumlah dalil tentang menjaga kebersihan dan memakmurkan masjid.
Salah satu kisah yang sangat kuat terdapat dalam hadis sahih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Disebutkan bahwa ada seseorang yang biasa menyapu masjid. Setelah orang tersebut meninggal dunia, Rasulullah ﷺ menanyakannya.
Dalam riwayat Sahih Al-Bukhari terdapat keterangan
كَانَ يَقُمُّ الْمَسْجِدَ
Artinya
“Ia biasa menyapu atau membersihkan masjid.”
Ketika mengetahui orang tersebut telah meninggal, Rasulullah ﷺ meminta ditunjukkan kuburnya, lalu beliau mendatangi kubur tersebut dan menyalatkannya. Hadis ini diriwayatkan dalam Sahih Al-Bukhari nomor 458.
Hadis tersebut tidak menyebut jumlah pahala tertentu bagi petugas kebersihan masjid. Namun perhatian Rasulullah ﷺ kepada orang yang selama hidupnya membersihkan masjid menunjukkan bahwa pekerjaan yang mungkin terlihat sederhana ini bukan amal yang patut diremehkan.
Seseorang mungkin tidak berdiri di mimbar, tidak menjadi imam, dan tidak dikenal banyak jamaah. Namun ketika ia membantu membuat rumah Allah menjadi bersih dan nyaman, pekerjaan itu tetap memiliki nilai kebaikan.
BACA JUGA: Doa Tawaf Wada dan Tata Cara Membacanya Sebelum Meninggalkan Makkah
Al-Qur’an Mengajarkan Pentingnya Menjaga Kesucian Rumah Allah
Menjaga kebersihan tempat ibadah memiliki landasan yang jelas dalam Al-Qur’an. Allah memerintahkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail agar menyucikan Baitullah bagi orang yang beribadah.
Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 125
وَاِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًاۗ وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ وَعَهِدْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ
Artinya
“(Ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka‘bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. (Ingatlah ketika Aku katakan,) “Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat.” (Ingatlah ketika) Kami wasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, serta yang rukuk dan sujud (salat)!””
Ayat ini berbicara langsung mengenai Baitullah. Prinsip yang dapat dipahami darinya adalah bahwa tempat ibadah harus dipersiapkan agar layak digunakan oleh orang yang datang untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Membersihkan lantai, memastikan tempat wudu tidak kotor, merapikan Al-Qur’an, membersihkan sajadah, hingga menghilangkan sampah merupakan bentuk pelayanan agar jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman.
BACA JUGA: Batas Waktu Shalat Wajib dari Subuh hingga Isya yang Perlu Diketahui
Menjaga Kebersihan Termasuk Bagian dari Memuliakan Masjid
Masjid tidak hanya dibangun. Masjid juga perlu dirawat, dibersihkan, dihidupkan dengan ibadah, dan dijaga agar memberikan manfaat bagi jamaah.
Allah berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 18
اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَۗ فَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ
Artinya
“Orang yang memakmurkan masjid Allah adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, menegakkan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah. Mereka diharapkan termasuk orang yang mendapatkan petunjuk.”
Memakmurkan masjid memiliki makna yang luas. Ia mencakup menghidupkan salat berjamaah, tilawah, majelis ilmu, kegiatan sosial, pendidikan umat, serta menjaga fasilitas masjid agar dapat digunakan dengan baik.
Kebersihan menjadi bagian penting karena masjid yang terawat membantu jamaah menjalankan seluruh aktivitas tersebut dengan lebih nyaman.
BACA JUGA: Kisah Uwais Al Qarni, Teladan Bakti kepada Ibu yang Disebut Rasulullah
Rasulullah Memerintahkan Masjid Dijaga Bersih
Perhatian terhadap kebersihan masjid juga terlihat dalam hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Rasulullah ﷺ memerintahkan agar masjid dibangun di lingkungan masyarakat serta dijaga kebersihan dan keharumannya.
وَأَنْ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ
Artinya
“Agar masjid dibersihkan dan diberi wewangian.”
Hadis tersebut diriwayatkan dalam Sunan Abi Dawud nomor 455 dan dinilai sahih dalam sumber yang dirujuk.
Pesannya sangat praktis. Kenyamanan jamaah bukan hanya ditentukan oleh bangunan yang megah. Masjid sederhana sekalipun dapat menjadi tempat ibadah yang menyenangkan ketika bersih, rapi, tidak berbau, dan terawat.
BACA JUGA: Rezeki dari Allah Tidak Akan Tertukar, Apa Maknanya dalam Islam?
Bentuk Sederhana Ikut Menjaga Kebersihan Masjid
Tidak harus menjadi pengurus masjid untuk ikut merawat rumah Allah. Banyak hal sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap jamaah.
- Memungut sampah yang terlihat di area masjid
- Merapikan sajadah setelah digunakan
- Mengembalikan mushaf Al-Qur’an ke tempatnya
- Membantu menyapu atau mengepel ketika diperlukan
- Menjaga kebersihan toilet dan tempat wudu
- Tidak meninggalkan makanan atau minuman sembarangan
- Membantu menyediakan perlengkapan kebersihan
- Ikut dalam kerja bakti rutin bersama jamaah
Amal seperti ini sering kali tidak terlihat oleh banyak orang. Namun dalam Islam, nilai amal tidak bergantung pada seberapa banyak orang yang menyaksikannya.
Niat tetap menjadi bagian penting. Membersihkan masjid sebaiknya dilakukan karena ingin mencari rida Allah dan memberikan manfaat kepada jamaah, bukan semata-mata ingin mendapatkan pujian.
BACA JUGA: 5 Tanda Pertolongan Allah Datang Menurut Al-Qur’an dan Hadis
Apakah Membantu Biaya Kebersihan Masjid Termasuk Sedekah
Sedekah adalah pemberian sukarela yang dilakukan untuk mencari rida Allah dan memberikan manfaat kepada pihak lain. Membantu kebutuhan operasional atau fasilitas masjid dapat menjadi salah satu bentuk kebaikan ketika dana tersebut digunakan untuk tujuan yang benar dan transparan.
Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk datang langsung membawa sapu atau ikut membersihkan masjid. Ada yang bekerja di tempat jauh, memiliki keterbatasan waktu, atau tinggal di wilayah berbeda.
Dalam kondisi tersebut, seseorang tetap dapat berkontribusi melalui dukungan yang dibutuhkan masjid seperti alat kebersihan, air, fasilitas sanitasi, perawatan bangunan, perlengkapan ibadah, hingga pembangunan sarana yang membuat kegiatan jamaah dapat berjalan dengan baik.
Bagi masyarakat yang memilih menyalurkan sedekah melalui lembaga, aspek legalitas, kejelasan program, dan keterbukaan laporan patut diperhatikan.
Yayasan Syekh Ali Jaber menyatakan telah berdiri sejak 2013 dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI dengan nomor AHU-0006769.AH.01.12.2015. Yayasan bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan Al-Qur’an, dan sosial. Situs resminya juga menyediakan halaman laporan kegiatan serta berbagai program donasi yang dapat dipelajari terlebih dahulu oleh calon donatur.
Halaman sedekah Yayasan saat ini antara lain memuat program pembangunan masjid, dukungan pendidikan santri, sedekah Al-Qur’an, dan berbagai kegiatan sosial. Pembaca dapat memilih program berdasarkan tujuan kebaikan yang ingin didukung.
BACA JUGA: Inilah Nama Pintu Surga bagi Orang yang Berpuasa, Simak Dalilnya
Jangan Meremehkan Amal yang Tampak Kecil
Sebuah masjid yang bersih sering kali merupakan hasil dari banyak amal kecil yang dilakukan terus menerus.
Ada orang yang datang lebih awal untuk menyapu. Ada yang memastikan tempat wudu tetap nyaman. Ada yang mengganti peralatan yang rusak. Ada pula yang membantu dari hartanya agar kebutuhan masjid dapat terpenuhi.
Semua peran tersebut saling melengkapi.
Kisah orang yang biasa menyapu masjid pada zaman Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa kemuliaan suatu amal tidak selalu terlihat dari besarnya pekerjaan di mata manusia. Rasulullah ﷺ tetap menanyakan orang tersebut setelah ia tidak lagi terlihat di masjid.
Karena itu, jangan menunggu memiliki kemampuan besar untuk mulai melakukan kebaikan.
BACA JUGA: Jumat Berkah Masjid Syekh Ali Jaber Bersama Alam Sunda, Jamaah Nikmati Makan Siang Gratis
FAQ
Apakah membersihkan masjid mendapatkan pahala
Ya. Membersihkan masjid merupakan perbuatan baik yang membantu menjaga tempat ibadah dan memberikan manfaat kepada jamaah. Hadis sahih juga menunjukkan perhatian Rasulullah ﷺ kepada orang yang biasa menyapu masjid.
Berapa pahala menyapu masjid
Tidak terdapat dalil sahih yang menetapkan jumlah atau angka khusus untuk pahala menyapu masjid. Karena itu, sebaiknya tidak menyebarkan klaim seperti pahala sekian kali lipat tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Apakah membersihkan toilet masjid juga termasuk amal baik
Ya. Menjaga fasilitas masjid agar bersih dan nyaman merupakan bentuk memberikan manfaat kepada jamaah. Toilet dan tempat wudu juga merupakan fasilitas penting yang perlu dijaga kebersihannya.
Apakah boleh bersedekah untuk kebutuhan kebersihan masjid
Boleh. Dana dapat digunakan untuk kebutuhan yang bermanfaat seperti alat kebersihan, air, sanitasi, perawatan fasilitas, dan kebutuhan lain sepanjang pengelolaannya dilakukan secara amanah.
Mana yang lebih baik, membersihkan masjid langsung atau bersedekah
Keduanya merupakan bentuk kebaikan yang berbeda. Seseorang yang memiliki waktu dapat ikut merawat masjid secara langsung. Orang yang tidak memiliki kesempatan dapat membantu kebutuhan masjid sesuai kemampuan hartanya. Tidak perlu mempertentangkan keduanya.
Menjaga Rumah Allah Bisa Dimulai dari Hal Sederhana
Pahala membersihkan masjid mengingatkan kita bahwa berkhidmat kepada rumah Allah tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Menyapu lantai, merapikan mushaf, menjaga tempat wudu, atau membantu menyediakan kebutuhan masjid dapat menjadi bagian dari ikhtiar memakmurkan tempat ibadah.
Yang terpenting adalah melakukannya dengan niat yang baik dan tidak membuat klaim pahala yang melampaui dalil.
Bagi Anda yang ingin melanjutkan semangat menjaga dan memakmurkan rumah Allah melalui harta, Yayasan Syekh Ali Jaber menyediakan berbagai pilihan program sedekah yang dapat dipelajari terlebih dahulu sebelum menentukan bentuk dukungan yang paling sesuai.
Lihat pilihan program sedekah Yayasan Syekh Ali Jaber
Sedekah tidak harus selalu besar. Yang terpenting adalah diberikan dengan sadar, ikhlas, dan diarahkan pada manfaat yang jelas.




