Tata Cara Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya di Waktu Isya yang Benar dan Sesuai - Yayasan Syekh Ali Jaber

Tata Cara Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya di Waktu Isya yang Benar dan Sesuai

Saat sedang dalam perjalanan jauh dan waktu maghrib datang tanpa sempat berhenti, banyak muslim bertanya bagaimana sebenarnya tata cara sholat jamak takhir maghrib dan isya di waktu isya yang benar. Islam memang memberi keringanan bagi orang yang bepergian atau menghadapi kondisi tertentu, sehingga dua sholat wajib boleh dikerjakan dalam satu waktu tanpa mengurangi keabsahannya. Artikel ini akan menjelaskan langkah demi langkah, mulai dari pengertian, niat, syarat sah, hingga dalil yang mendasarinya, agar ibadah yang dikerjakan benar benar sesuai tuntunan.

Apa Itu Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya

Sholat jamak takhir maghrib dan isya adalah cara mengerjakan sholat maghrib dan sholat isya dalam satu waktu, yaitu waktu isya. Bedanya dengan jamak taqdim yang mengerjakan kedua sholat di waktu maghrib, jamak takhir justru menunda sholat maghrib agar dikerjakan bersama isya saat waktu isya tiba.

Jamak sendiri secara bahasa berarti menggabungkan. Dalam fikih, jamak berarti mengumpulkan dua sholat fardhu dalam satu waktu pelaksanaan karena ada sebab yang dibenarkan syariat, seperti safar, hujan lebat, atau sakit.

Perbedaan Jamak Taqdim dan Jamak Takhir

Aspek Jamak Taqdim Jamak Takhir
Waktu pelaksanaan Di waktu sholat pertama (maghrib) Di waktu sholat kedua (isya)
Niat Diucapkan saat sholat maghrib, sebelum masuk waktu isya Diucapkan saat waktu maghrib masih berlangsung, sebelum waktunya habis
Urutan sholat Maghrib dahulu baru isya Boleh maghrib dahulu baru isya, sesuai kesepakatan mayoritas ulama
Konsekuensi jika lupa niat Sholat maghrib tetap sah di waktunya sendiri Sholat maghrib bisa dianggap tertunda tanpa alasan syar’i jika niat tidak dipasang sejak awal

Syarat Sah Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya

Syarat utamanya ada tiga, yaitu adanya sebab yang dibenarkan syariat, niat menunda sholat maghrib yang dipasang sebelum waktu maghrib habis, dan pelaksanaan yang tetap berada dalam kondisi uzur tersebut sampai sholat kedua dimulai.

Berikut rincian syaratnya.

  1. Ada sebab yang dibolehkan. Sebab yang paling umum disepakati ulama adalah safar atau perjalanan jauh. Sebagian ulama juga membolehkan karena hujan lebat, sakit, atau kondisi darurat lain yang membuat sholat tepat waktu menjadi sangat menyulitkan.
  2. Niat menunda sholat maghrib dipasang sebelum waktu maghrib berakhir. Ini poin yang sering terlewat. Begitu adzan maghrib berkumandang dan masih dalam perjalanan, seseorang perlu berniat dalam hati untuk menjamak takhirkan sholat maghrib ke waktu isya. Jika waktu maghrib berlalu tanpa niat ini, sholat maghrib berisiko dianggap tertunda tanpa alasan yang dibenarkan.
  3. Kondisi uzur masih berlangsung hingga sholat kedua dimulai. Jika sebabnya safar, maka status musafir harus tetap melekat sampai sholat isya ditunaikan. Bila seseorang sudah sampai tujuan sebelum sholat isya dimulai, jamak takhir tidak berlaku lagi dan kedua sholat dikerjakan di waktunya masing masing.
  4. Dikerjakan berurutan tanpa jeda panjang. Sholat maghrib dikerjakan lebih dulu, disusul isya tanpa jeda yang lama. Jeda sewajarnya untuk wudhu atau iqamah masih diperbolehkan.

Niat Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya

Niat jamak takhir cukup diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram sholat maghrib. Berikut lafalnya.

Niat sholat maghrib dijamak takhir dengan isya

أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal maghribi tsalatsa raka’atin majmu’an bil isya-i jam’a ta’khirin lillahi ta’ala

Artinya “Aku niat sholat fardhu maghrib tiga rakaat, dijamak dengan isya, dengan jamak takhir, karena Allah Ta’ala.”

Niat sholat isya

Setelah sholat maghrib selesai, dilanjutkan sholat isya seperti biasa dengan niat berikut.

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal isya-i arba’a raka’atin majmu’an bil maghribi jam’a ta’khirin lillahi ta’ala

Artinya “Aku niat sholat fardhu isya empat rakaat, dijamak dengan maghrib, dengan jamak takhir, karena Allah Ta’ala.”

Langkah Langkah Tata Cara Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya

Praktiknya sederhana. Setelah masuk waktu isya, sholat maghrib dikerjakan lebih dulu secara utuh tiga rakaat, baru disusul sholat isya empat rakaat.

  1. Pastikan sudah masuk waktu isya, karena jamak takhir baru dilaksanakan pada waktu sholat kedua.
  2. Berwudhu seperti biasa jika belum dalam keadaan suci.
  3. Kumandangkan adzan sekali, lalu iqamah untuk sholat maghrib.
  4. Berdiri menghadap kiblat dan mulai sholat maghrib dengan niat jamak takhir seperti di atas, dikerjakan tiga rakaat sebagaimana biasa lengkap dengan rukun dan bacaannya.
  5. Setelah salam dari sholat maghrib, langsung berdiri kembali tanpa berbincang panjang atau melakukan aktivitas lain di luar wudhu dan persiapan sholat.
  6. Iqamah untuk sholat isya, boleh tanpa adzan ulang karena sudah masuk dalam satu rangkaian jamak.
  7. Kerjakan sholat isya empat rakaat seperti biasa dengan niat sesuai lafal di atas.
  8. Tutup dengan salam dan dzikir seperti sholat pada umumnya.

Jika sedang safar dan memenuhi syarat qashar, sholat isya boleh diringkas menjadi dua rakaat sehingga disebut jamak qashar. Namun sholat maghrib tetap dikerjakan tiga rakaat penuh karena maghrib tidak termasuk sholat yang bisa diqashar.

Dalil dan Dasar Hukum Sholat Jamak

Kebolehan menjamak sholat bersandar pada dalil yang kuat, baik dari kelapangan yang diberikan Allah dalam urusan safar maupun praktik yang dicontohkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Allah berfirman dalam Al Quran surat An Nisa ayat 103

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Artinya “Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang orang yang beriman.”

Ayat ini menjadi dasar bahwa sholat pada dasarnya wajib dikerjakan tepat pada waktunya, sehingga jamak hanya boleh dilakukan bila memang ada sebab yang dibenarkan, bukan sekadar alasan kesibukan biasa.

Adapun dalil praktik jamaknya sendiri merujuk pada riwayat dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma yang menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjamak sholat dzuhur dengan ashar, serta maghrib dengan isya, ketika dalam perjalanan (HR. Muslim). Riwayat ini menjadi rujukan utama para ulama dalam membolehkan jamak, baik taqdim maupun takhir, khususnya bagi musafir.

Mayoritas ulama dari empat mazhab sepakat bahwa jamak sholat hanya diperbolehkan karena ada uzur yang jelas, seperti safar, hujan deras, atau sakit, bukan dijadikan kebiasaan tanpa sebab.

Ketika Keringanan Ibadah Mengingatkan Kita pada Kepedulian Sesama

Keringanan menjamak sholat mengajarkan satu hal yang sederhana, yaitu Allah memahami keterbatasan hamba-Nya dan selalu membuka jalan agar ibadah tetap bisa ditunaikan meski dalam kondisi sulit. Semangat yang sama sesungguhnya juga berlaku dalam hubungan antar sesama manusia. Ketika seseorang berada dalam perjalanan panjang, kelelahan, atau keterbatasan, ia butuh orang lain yang meringankan langkahnya, baik lewat doa, bantuan, maupun uluran tangan berupa sedekah.

Sedekah adalah pemberian harta atau bentuk kebaikan lain yang diberikan secara ikhlas kepada orang yang membutuhkan, tanpa mengharap imbalan dari yang menerima. Sebagaimana Allah meringankan urusan sholat bagi musafir dan orang yang kesulitan, sedekah juga menjadi jalan untuk meringankan beban saudara kita yang sedang menghadapi keterbatasan, baik dalam urusan pangan, kesehatan, maupun pendidikan.

Yayasan Syekh Alijaber hadir untuk menjembatani niat baik tersebut, menyalurkan sedekah dari para dermawan kepada mereka yang benar benar membutuhkan melalui program-program yang terarah dan dapat dipertanggungjawabkan. Anda dapat mengenal lebih jauh perjalanan dan capaian yayasan melalui halaman profil yayasan atau melihat bagaimana bantuan disalurkan lewat laporan kegiatan.

FAQ Seputar Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya

Apakah boleh sholat jamak takhir maghrib dan isya tanpa safar?

Sebagian ulama membolehkan jamak karena sebab lain di luar safar, seperti hujan lebat, sakit, atau kondisi darurat yang benar benar menyulitkan pelaksanaan sholat tepat waktu. Di luar sebab-sebab tersebut, mayoritas ulama tidak membolehkan jamak sebagai kebiasaan.

Apakah niat jamak takhir wajib diucapkan lisan?

Tidak wajib. Niat cukup dipasang dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram sholat maghrib. Melafalkan secara lisan hanya membantu menghadirkan kesungguhan niat, bukan syarat sah.

Bagaimana jika lupa niat jamak takhir saat waktu maghrib masih ada?

Jika niat menunda sholat maghrib belum dipasang sebelum waktu maghrib habis, maka sholat maghrib sebaiknya tetap dikerjakan di waktunya. Jika terlanjur terlewat tanpa niat dan tanpa uzur yang sah, sholat tersebut berisiko dianggap tertunda tanpa alasan syar’i.

Apakah boleh sholat maghrib dan isya dijamak sekaligus diqashar?

Sholat isya boleh diqashar menjadi dua rakaat jika memenuhi syarat safar. Namun sholat maghrib tetap dikerjakan tiga rakaat penuh karena maghrib bukan termasuk sholat yang bisa diringkas rakaatnya.

Apakah jamak takhir mengurangi pahala sholat?

Jamak takhir yang dilakukan sesuai syarat dan sebab yang dibenarkan syariat tidak mengurangi keabsahan maupun pahala sholat, karena ini adalah keringanan yang memang disyariatkan, bukan bentuk kelalaian.

Penutup

Memahami tata cara sholat jamak takhir maghrib dan isya di waktu isya membantu kita tetap menjaga kewajiban sholat meski berada dalam perjalanan atau kondisi yang menyulitkan. Sama seperti keringanan yang Allah berikan dalam ibadah, kepedulian kepada sesama pun sejatinya adalah bentuk meringankan beban orang lain agar mereka tetap bisa menjalani hidup dengan layak.

Jika hari ini Anda dimudahkan Allah dalam rezeki dan waktu, mungkin ini saat yang tepat untuk turut meringankan langkah saudara kita yang sedang kesulitan. Salurkan sedekah terbaik Anda melalui yayasansyekhalijaber.com/sedekah dan jadi bagian dari kebaikan yang terus mengalir.

Bagikan :

6282260707044

Kirim Email

Donasi Sekarang