Taklim Yayasan Syekh Ali Jaber Hadirkan Ustadzah Khairun Nisa, Bahas Muslimah Berdaya Tanpa Kehilangan Jati Diri - Yayasan Syekh Ali Jaber

Taklim Yayasan Syekh Ali Jaber Hadirkan Ustadzah Khairun Nisa, Bahas Muslimah Berdaya Tanpa Kehilangan Jati Diri

Taklim Yayasan Syekh Ali Jaber Hadirkan Ustadzah Khairun Nisa, Bahas Muslimah Berdaya Tanpa Kehilangan Jati Diri

Yayasan Syekh Ali Jaber kembali menggelar taklim bulanan yang menyasar kalangan ibu-ibu dan muslimah di lingkungan Masjid Syekh Ali Jaber pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kajian kali ini mengangkat tema “Muslimah In This Economy: Berdaya Tanpa Kehilangan Jati Diri” dengan menghadirkan Ustadzah Khairun Nisa Ramadhani C., M.Pd sebagai pemateri utama. Acara ini berlangsung di Masjid Syekh Ali Jaber dan diikuti puluhan ibu-ibu yang antusias mengikuti kajian dari awal hingga akhir.

Taklim Yayasan Syekh Ali Jaber ini menjadi salah satu program rutin yang konsisten dijalankan sebagai bagian dari misi dakwah dan pemberdayaan umat. Tema yang diangkat dinilai relevan dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini, khususnya bagi para muslimah yang dituntut berperan aktif secara finansial tanpa mengorbankan identitas dan nilai-nilai keislamannya.

Mengangkat Tema Aktual di Tengah Tantangan Ekonomi Umat

Taklim Yayasan Syekh Ali Jaber bulan ini sengaja mengangkat isu yang dekat dengan keseharian para muslimah, yaitu bagaimana tetap produktif secara ekonomi di tengah tekanan kebutuhan hidup modern. Ustadzah Khairun Nisa Ramadhani C., M.Pd menyampaikan bahwa semangat berdaya secara ekonomi bukan berarti meninggalkan peran dan adab seorang muslimah.

Dalam paparannya, Ustadzah Khairun Nisa menegaskan bahwa Islam tidak melarang perempuan untuk produktif dan mandiri secara finansial. Justru, lanjutnya, Islam memberi kerangka yang jelas agar produktivitas tersebut tetap membawa keberkahan, bukan menjauhkan diri dari fitrah sebagai seorang ibu, istri, maupun anggota masyarakat.

Antusiasme Jemaah di Masjid Syekh Ali Jaber

Suasana taklim di Masjid Syekh Ali Jaber berlangsung hangat dan interaktif. Puluhan ibu-ibu yang hadir tampak menyimak dengan saksama, bahkan beberapa di antaranya aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan menjaga keseimbangan antara peran domestik dan aktivitas ekonomi.

Ustadzah Khairun Nisa menjelaskan, perempuan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh laki-laki. Ia menjelaskan, tak ada hadits yang menyatakan bahwa seorang laki-laki yang mendapatkan pendidikan dari orang tuanya itu mendapatkan keistimewaan.

“Bayangkan ketika seorang perempuan menjadi anak, menjadi istri, menjadi ibu itu punya keistimewaan masing-masing, pertama ketika jadi anak, pernah denger haditsnya ketika seorang ayah yang bisa mendidik anak permpuan ditekankan yang punya anak perempuan, dia bisa mendidik anak perempuannya dengan baik sampai anak perempuannya itu maka orang tuanya atau bapaknya ketika Allah minta pertanggungjawabannya ditanya tentang pendidikannya terhadap anak perempuannya.” jelas dia dalam sesi taklim.

Ketika menjadi istri, lanjut dia, doa seoarang istri itu mustajab. Maka, ia menjelaskan apabila ingin suami dan anak yang sukses, seorang istri harus rajin berdoa.

“Ketika seorang perempuan menjadi ibu. Bayangkan, seorang perempuan ketika menjadi ibu, itu doanya mustajab tanpa hijab,” ucap dia.

Sesi tanya jawab menjadi bagian yang paling dinanti dalam taklim ini. Banyak peserta yang membagikan pengalaman pribadi terkait upaya mereka membangun usaha kecil sembari tetap menjalankan tanggung jawab rumah tangga sesuai ajaran Islam.

“Menjadi seorang wanita tetap harus semangat, karena kita. Makanya jangan pernah putus untuk belajar, semangat, dan juga berdoa,” ungkap dia.

BACA JUGA: Keutamaan Sedekah di Bulan Muharram, Jangan Sampai Terlewat!

Komitmen Yayasan Syekh Ali Jaber Lanjutkan Dakwah Pemberdayaan Umat

Taklim Yayasan Syekh Ali Jaber Hadirkan Ustadzah Khairun Nisa, Bahas Muslimah Berdaya Tanpa Kehilangan Jati Diri

Direktur Yayasan Syekh Ali Jaber, Syekh Al-Mustafa, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi jemaah dalam taklim bulanan ini. Menurutnya, program seperti ini merupakan wujud nyata dari komitmen yayasan untuk meneruskan warisan dakwah Almarhum Syekh Ali Jaber yang selalu dekat dengan kebutuhan umat.

“Almarhum Syekh Ali Jaber selalu berpesan bahwa dakwah harus menyentuh kebutuhan riil masyarakat, termasuk persoalan ekonomi umat. Taklim ini adalah salah satu cara kami menjaga amanah tersebut, agar para muslimah tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu berdaya secara ekonomi tanpa kehilangan jati dirinya sebagai seorang muslimah,” kata Syekh Al-Mustafa, Direktur Yayasan Syekh Ali Jaber.

Syekh Al-Mustafa menambahkan bahwa Yayasan Syekh Ali Jaber akan terus menghadirkan taklim bulanan dengan tema-tema yang relevan dan dibutuhkan masyarakat. Ia menyebut bahwa kolaborasi dengan para pemateri kompeten seperti Ustadzah Khairun Nisa Ramadhani C., M.Pd menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas dakwah yang disampaikan.

Dampak dan Harapan bagi Muslimah Masa Kini

Taklim bertajuk “Muslimah In This Economy” ini diharapkan mampu memberi bekal pemahaman yang lebih utuh bagi para muslimah dalam menyikapi tuntutan ekonomi modern. Bukan sekadar motivasi, kajian ini membekali peserta dengan landasan syariat yang kokoh sebagai pijakan dalam mengambil keputusan ekonomi sehari-hari.

Beberapa peserta mengungkapkan bahwa taklim ini membuka kesadaran baru tentang pentingnya niat dan cara dalam berusaha, bukan hanya hasil akhirnya. Mereka berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dengan tema-tema yang menjawab kebutuhan zaman.

Yayasan Syekh Ali Jaber sendiri memandang taklim bulanan sebagai salah satu pilar dari rangkaian program dakwah yang lebih luas, termasuk pembinaan di Pesantren Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber. Kedua program ini berjalan selaras dalam upaya mencetak generasi umat yang kuat secara spiritual, intelektual, dan ekonomi.

Mari Dukung Dakwah dan Pemberdayaan Umat Bersama Yayasan Syekh Ali Jaber

Taklim Yayasan Syekh Ali Jaber bertajuk “Muslimah In This Economy: Berdaya Tanpa Kehilangan Jati Diri” membuktikan bahwa dakwah dan pemberdayaan umat dapat berjalan beriringan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa warisan dakwah Almarhum Syekh Ali Jaber terus dijaga dan dikembangkan oleh Yayasan Syekh Ali Jaber hingga hari ini.

Bagi Anda yang ingin turut mendukung program-program dakwah dan pemberdayaan umat seperti ini, Yayasan Syekh Ali Jaber membuka kesempatan donasi dan partisipasi melalui kanal resmi yayasan. Mari menjadi bagian dari kebaikan yang berkelanjutan dengan menyalurkan donasi terbaik Anda untuk mendukung taklim, pembinaan Pesantren Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber, dan program dakwah lainnya.

Jangan lupa bagikan informasi ini kepada keluarga dan kerabat agar semakin banyak

Bagikan :

6282260707044

Kirim Email

Donasi Sekarang