
Setiap muslim tentu pernah mendengar kisah luar biasa tentang para nabi yang diberi mukjizat dan para wali Allah yang dikaruniai karomah. Namun, masih banyak yang belum memahami perbedaan mukjizat dan karomah dalam perspektif Islam secara mendalam. Padahal, pengetahuan ini penting agar seorang muslim dapat menempatkan keduanya secara tepat dalam kerangka akidah Islam.
Definisi Mukjizat Menurut Islam
Mukjizat berasal dari kata i’jaz yang berarti melemahkan. Dalam Islam, mukjizat adalah peristiwa luar biasa yang Allah berikan kepada para nabi dan rasul untuk menguatkan kebenaran risalah mereka. Mukjizat hadir sebagai bukti kerasulan yang tidak mungkin ditandingi manusia.
Dalil tentang Mukjizat dalam Al-Qur’an
Allah berfirman dalam surah Al-Qashash ayat 32:
اُسْلُكْ يَدَكَ فِيْ جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاۤءَ مِنْ غَيْرِ سُوْۤءٍۖ وَّاضْمُمْ اِلَيْكَ جَنَاحَكَ مِنَ الرَّهْبِ فَذٰنِكَ بُرْهَانٰنِ مِنْ رَّبِّكَ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَمَلَا۟ىِٕهٖۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَ
“Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, ia akan keluar (dalam keadaan bercahaya) putih bukan karena cacat. Dekapkanlah kedua tanganmu jika engkau takut. Itulah dua mukjizat dari Tuhanmu (yang akan engkau tunjukkan) kepada Firʻaun dan para pembesarnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.”
Ayat ini menunjukkan bahwa mukjizat Nabi Musa AS berupa tangan bercahaya dan tongkat yang bisa berubah menjadi ular adalah tanda kenabian.
Makna Karomah dalam Kehidupan Wali Allah
Karomah adalah peristiwa luar biasa yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang saleh, yaitu para wali Allah. Berbeda dengan mukjizat, karomah tidak untuk meneguhkan kenabian, melainkan sebagai bentuk kemuliaan dan anugerah bagi orang-orang yang taat.
Dalil tentang Karomah
Allah berfirman dalam surah Yunus ayat 62–63:
اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ ٦٢ اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَۗ ٦٣
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.”
Ayat ini menjelaskan bahwa wali Allah memiliki kedudukan mulia di sisi-Nya. Karomah adalah tanda dari kemuliaan tersebut, seperti kisah Maryam yang mendapat rezeki langsung dari Allah tanpa perantara (QS. Ali Imran: 37).
Perbedaan Mukjizat dan Karomah dalam Perspektif Islam
Agar lebih jelas, berikut beberapa poin utama terkait perbedaan mukjizat dan karomah dalam perspektif Islam:
1. Subjek penerima
Mukjizat hanya diberikan kepada para nabi dan rasul, sedangkan karomah diberikan kepada wali Allah yang saleh.
2. Tujuan
Mukjizat bertujuan meneguhkan kerasulan, sementara karomah menjadi tanda kemuliaan pribadi seorang wali.
3. Keterkaitan dakwah
Mukjizat sering muncul untuk menghadapi kaum yang menolak dakwah, sedangkan karomah muncul tanpa tuntutan, murni dari kehendak Allah.
4. Ruang lingkup
Mukjizat bersifat universal dan menjadi bukti kerasulan, sedangkan karomah lebih bersifat individual.
BACA JUGA: Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap Dengan Keutamaan, Dalil, dan Doa
Hikmah di Balik Mukjizat dan Karomah
Allah memberikan mukjizat kepada nabi agar manusia percaya pada kebenaran wahyu. Mukjizat terbesar Nabi Muhammad ﷺ adalah Al-Qur’an, yang abadi sepanjang zaman.
Sementara itu, karomah mengajarkan bahwa kedekatan seorang hamba dengan Allah bisa menghadirkan pertolongan luar biasa. Namun, umat Islam tidak boleh berlebihan memuja wali karena semua karomah terjadi atas izin Allah, bukan kemampuan manusia itu sendiri.
Pandangan Ulama tentang Mukjizat dan Karomah
Para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah menegaskan bahwa mukjizat dan karomah benar adanya. Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa karomah tidak bertentangan dengan syariat, selama diyakini sebagai karunia Allah. Imam Asy-Syafi’i juga menegaskan, karomah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang taat.
Mengimani Mukjizat dan Karomah Sebagai Bagian dari Aqidah
Mengimani mukjizat adalah kewajiban karena berkaitan dengan keimanan kepada para nabi. Sedangkan meyakini adanya karomah adalah bentuk keyakinan terhadap kebesaran Allah yang mampu memberikan pertolongan kepada hamba-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang jika mereka bersumpah atas nama Allah, maka Allah mengabulkan sumpah mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini memperkuat keyakinan bahwa karomah adalah kenyataan yang mungkin terjadi kepada wali Allah.
Menambah Amal Kebaikan dengan Sedekah
Dari pembahasan ini jelas bahwa perbedaan mukjizat dan karomah dalam perspektif Islam terletak pada siapa penerimanya, tujuan, serta fungsinya dalam kehidupan. Mukjizat meneguhkan risalah para nabi, sementara karomah menjadi tanda kemuliaan hamba saleh.
Sebagai muslim, kita diajarkan untuk mengimani keduanya dengan benar tanpa berlebihan. Lebih penting dari itu, kita perlu meneladani nilai yang terkandung, yaitu semakin mendekat kepada Allah dengan ibadah dan amal saleh.
Salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah adalah melalui sedekah. Dengan berbagi, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membuka pintu karunia Allah. Anda bisa menyalurkan sedekah melalui Yayasan Syekh Ali Jaber agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh para santri yatim dan penghafal Al-Qur’an.






