
Setiap bulan Rajab tiba, hati kita kembali diingatkan pada sebuah perjalanan agung yang melampaui logika manusia. Sebuah perjalanan cinta dan penghiburan dari Allah SWT kepada kekasih-Nya, Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar sejarah masa lalu. Di dalamnya, tersimpan “obat” bagi hati yang sedang gundah dan pedoman bagi jiwa yang ingin kembali taat. Menggali hikmah Isra Mi’raj bagi umat Islam adalah cara terbaik bagi kita untuk memperbaiki kualitas hidup, baik hubungan kita dengan Allah (Hablum Minallah) maupun hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas).
Sahabat Yayasan Syekh Ali Jaber yang dirahmati Allah, mari sejenak kita renungkan pesan-pesan mendalam dari perjalanan ini.
Hikmah Isra Mi’raj bagi Umat Islam
1. Shalat Adalah “Mi’raj”-nya Orang Beriman
Hikmah terbesar dari peristiwa ini adalah turunnya perintah shalat 5 waktu. Berbeda dengan perintah ibadah lain yang diturunkan melalui Malaikat Jibril di bumi, perintah shalat dijemput langsung oleh Rasulullah SAW di Sidratul Muntaha.
Ini menunjukkan betapa istimewanya kedudukan shalat. Almarhum Syekh Ali Jaber semasa hidupnya tak henti-hentinya mengingatkan kita: “Perbaiki shalatmu, maka Allah akan perbaiki hidupmu.”
Shalat bukan sekadar kewajiban menggugurkan dosa, melainkan sarana komunikasi langsung hamba dengan Tuhannya. Jika Nabi Muhammad SAW melakukan Mi’raj (naik) ke langit untuk bertemu Allah, maka shalat adalah cara kita “naik” menemui Allah di setiap sujud kita.
2. Hiburan di Kala Kesedihan (Amul Huzni)
Tahukah Sahabat, peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada saat yang dikenal sebagai Amul Huzni atau Tahun Kesedihan? Saat itu, Rasulullah SAW baru saja ditinggal wafat oleh dua orang yang paling dicintainya: Istrinya, Khadijah RA, dan pamannya, Abu Thalib.
Di saat manusia memusuhi dan kesedihan melanda hati Nabi, Allah memberikan undangan istimewa ke langit. Hikmah Isra Mi’raj bagi umat Islam dalam konteks ini sangat menyentuh hati:
-
Bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan.
-
Bahwa ketika pintu bumi tertutup bagimu, pintu langit selalu terbuka untukmu.
-
Ujian adalah tanda cinta Allah untuk menaikkan derajat hamba-Nya.
3. Bukti Kebesaran Allah yang Mutlak
Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit ketujuh hanya dalam satu malam, adalah bukti kekuasaan Allah yang tak terbatas. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Isra: 1)
Ayat ini mengajak kita untuk tidak pernah meragukan kuasa Allah. Jika Allah mampu memperjalankan Nabi sejauh itu dalam sekejap, maka Allah pun sangat mampu mengangkat segala masalah dan kesulitan hidup kita dalam sekejap mata.
4. Pentingnya Menjaga Masjidil Aqsa
Dalam Isra Mi’raj, Rasulullah SAW singgah dan menjadi imam shalat bagi para Nabi di Masjidil Aqsa, Palestina. Ini adalah sinyal kuat bagi kita umat Islam untuk memiliki ikatan batin dengan tanah para Nabi tersebut.
Mencintai Masjidil Aqsa adalah bagian dari akidah. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan, Yayasan Syekh Ali Jaber mengajak kita semua untuk tidak melupakan saudara-saudara kita di Palestina yang menjaga kiblat pertama umat Islam tersebut.
5. Motivasi untuk Peduli Sosial dan Menjauhi Dosa
Selama perjalanan Mi’raj, Rasulullah SAW diperlihatkan berbagai gambaran surga dan neraka. Beliau melihat balasan bagi orang-orang yang gemar bersedekah, dan azab bagi mereka yang memakan harta anak yatim serta berbuat zalim.
Pemandangan ini menjadi peringatan keras sekaligus motivasi. Hikmah Isra Mi’raj bagi umat Islam sejatinya mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang peka secara sosial.
Semangat inilah yang diwariskan oleh Syekh Ali Jaber melalui kecintaan beliau pada Al-Qur’an dan kedermawanan kepada kaum dhuafa serta penghafal Qur’an.
BACA JUGA: Rangkuman Kisah Isra Mi’raj, Perjalanan Cinta Menjemput Shalat
Jadikan Momentum Rajab untuk Berbenah
Sahabat sekalian, Isra Mi’raj bukan hanya untuk dikenang, tapi untuk diamalkan esensinya. Mari kita mulai dengan:
-
Memperbaiki kualitas shalat 5 waktu kita.
-
Meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an.
-
Menyisihkan sebagian rezeki untuk mereka yang membutuhkan.
Melalui Yayasan Syekh Ali Jaber, Anda bisa turut serta melahirkan ribuan penghafal Al-Qur’an dan membantu sesama, sebagai wujud syukur kita atas nikmat iman dan Islam.
Mari wujudkan cinta kepada Nabi dengan aksi nyata.






