
Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti pernah menghadapi fase sulit, mulai dari masalah pekerjaan, pendidikan, hingga persoalan rumah tangga yang pelik. Dalam situasi tersebut, sering kali logika manusia tidak mampu menemukan jalan keluar. Sebagai seorang mukmin, kita memiliki senjata ampuh yang tidak dimiliki oleh orang lain, yaitu munajat kepada Allah SWT. Kita senantiasa memanjatkan doa dengan harapan agar diberi kemudahan dalam menyelesaikan berbagai polemik kehidupan yang datang silih berganti.
Menyadari kelemahan diri adalah langkah awal dari ketakwaan. Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang merendahkan diri dan meminta pertolongan. Hal ini bukan berarti kita menyerah tanpa usaha, melainkan bentuk penyempurnaan ikhtiar langit dan bumi. Saat kita menggantungkan harapan hanya kepada Allah, hati akan menjadi lebih tenang dan solusi sering kali datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Dalil Tentang Anjuran Berdoa
Islam mengajarkan bahwa doa adalah inti dari ibadah. Allah SWT berjanji akan mengabulkan permintaan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Hal ini tercantum jelas dalam Al-Qur’an Surah Al-Mu’min (Ghafir) ayat 60:
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina’.” (QS. Ghafir: 60)
Ayat ini menegaskan bahwa enggan berdoa adalah bentuk kesombongan. Oleh karena itu, melafalkan doa agar kita diberi kemudahan merupakan manifestasi dari pengakuan bahwa kita adalah makhluk yang lemah tanpa kuasa-Nya.
Tabligh Akbar: Rumahku Surgaku
Ingin menghadirkan suasana surga di dalam rumah Anda? Temukan kunci membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Mari raih keberkahan ilmu bersama Yayasan Syekh Ali Jaber dalam majelis ilmu yang istimewa ini.
Kumpulan Doa Agar Diberi Kemudahan dan Kelancaran
Berikut adalah beberapa doa ma’tsur (yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis) yang bisa Anda amalkan setiap hari untuk memohon kelancaran urusan.
1. Doa Nabi Musa a.s. (Memohon Kelapangan Dada)
Doa ini sangat masyhur dan tercabadam dalam Al-Qur’an Surah Taha ayat 25-28. Nabi Musa a.s. memanjatkan doa ini ketika Allah memerintahkannya untuk menghadapi Fir’aun yang kejam. Doa ini sangat ampuh untuk mengatasi kegugupan, kesulitan berbicara, dan memohon kelancaran dalam tugas berat.
Lafal Arab:
Lafal Latin: Rabbish-rahli sadri, wa yassir-li amri, wahlul ‘uqdatam min-lisani, yafqahu qauli.
Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”
2. Doa Rasulullah SAW Saat Menghadapi Kesulitan
Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang singkat namun padat makna. Doa ini berisi pengakuan bahwa segala kemudahan hanya datang dari Allah. Jika Allah berkehendak, bahkan hal yang paling sulit (kesedihan/bukit terjal) bisa menjadi mudah.
Lafal Arab:
Lafal Latin: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.
Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.” (HR. Ibnu Hibban)
3. Doa Ashabul Kahfi (Memohon Rahmat dan Petunjuk)
Ketika para pemuda Ashabul Kahfi bersembunyi di dalam gua demi mempertahankan iman, mereka memanjatkan doa ini. Doa ini sangat relevan kita baca sebagai doa harian agar senantiasa diberi kemudahan dan petunjuk yang lurus di tengah kebingungan zaman.
Lafal Arab:
Lafal Latin: Rabbana aatina min ladunka rahmatan wa hayyi’ lanaa min amrinaa rasyadaa.
Artinya: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (QS. Al-Kahfi: 10)
4. Surat Al-Insyirah sebagai Penguat Hati
Selain doa-doa spesifik, membaca Surah Al-Insyirah (Alam Nasyrah) juga sangat dianjurkan saat hati terasa sempit. Surah ini memberikan jaminan psikologis dan spiritual bahwa “bersama kesulitan ada kemudahan”.
Ayat 5-6:
Artinya: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
BACA JUGA: 7 Keutamaan Orang yang Menepati Janji, Kunci Kemuliaan Dunia dan Akhirat
Adab Agar Doa Segera Diijabah
Agar doa yang kita lantunkan untuk diberi kemudahan dapat menembus langit dan segera dikabulkan oleh Allah SWT, kita perlu memperhatikan adab-adab berdoa. Doa bukan sekadar membaca mantra, melainkan komunikasi sakral antara hamba dan Tuhan.
-
Suci dari Hadas: Sebaiknya berwudu terlebih dahulu sebelum berdoa.
-
Menghadap Kiblat: Mengikuti sunnah Nabi SAW.
-
Memuji Allah dan Bershalawat: Awali doa dengan Hamdalah dan Shalawat Nabi. Ini adalah kunci pembuka pintu langit.
-
Yakin dan Bersungguh-sungguh: Allah menyukai hamba yang “ngotot” dalam berdoa namun tetap sabar dalam menanti hasil.
-
Mencari Waktu Mustajab: Berdoalah di waktu-waktu emas, seperti sepertiga malam terakhir, saat hujan turun, atau di antara azan dan ikamah.
Hubungan Antara Doa, Ikhtiar, dan Sedekah
Meminta kelancaran hidup tidak cukup hanya dengan lisan. Kita harus menyelaraskan doa dengan tindakan nyata. Dalam Islam, konsep tawakkal adalah perpaduan antara doa yang tulus dan ikhtiar yang maksimal. Jangan sampai kita meminta rezeki lancar, tetapi malas bekerja. Jangan sampai kita meminta ilmu yang berkah, tetapi malas belajar.
Selain ikhtiar fisik, ada pula “ikhtiar harta” yang sangat ampuh untuk membuka pintu kemudahan, yaitu sedekah. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah dapat menolak bala dan memadamkan murka Allah. Logikanya sederhana: jika kita mempermudah urusan hamba Allah yang lain melalui sedekah, maka Allah akan mempermudah urusan kita.
Sedekah berfungsi sebagai pelumas yang melancarkan roda kehidupan yang macet. Ketika Anda merasa jalan hidup begitu buntu dan doa diberi kemudahan sudah sering Anda ucapkan, cobalah iringi doa tersebut dengan memberi sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan.
Sahabat yang dirahmati Allah, setelah kita memahami berbagai bacaan doa dan adabnya, mari kita wujudkan rasa syukur dan permohonan kita melalui aksi nyata. Terkadang, jawaban dari doa kita “titipkan” Allah melalui senyum anak yatim dan para penghafal Al-Qur’an yang kita bantu.
Saya mengajak Anda untuk menyempurnakan ikhtiar batin ini dengan menyisihkan sebagian rezeki melalui Yayasan Syekh Ali Jaber. Yayasan ini meneruskan perjuangan Almarhum Syekh Ali Jaber dalam melahirkan ribuan penghafal Al-Qur’an dan membantu umat yang membutuhkan.
Insyaallah, dengan bersedekah di jalan Allah, segala kesulitan yang sedang Anda hadapi akan Allah ganti dengan kemudahan yang berlipat ganda, serta menjadi amal jariyah yang tak terputus pahalanya.







