Mengungkap Keutamaan Puasa Asyura, Amalan Penghapus Dosa Setahun di Bulan Muharram - Yayasan Syekh Ali Jaber

Mengungkap Keutamaan Puasa Asyura, Amalan Penghapus Dosa Setahun di Bulan Muharram

Mengungkap Keutamaan Puasa Asyura, Amalan Penghapus Dosa Setahun di Bulan Muharram

Bulan Muharram membuka lembaran tahun baru Hijriah sebagai salah satu dari empat bulan haram (mulia) dalam Islam. Di dalamnya, terdapat satu hari yang sangat istimewa, yaitu hari Asyura pada tanggal 10 Muharram. Umat muslim di seluruh dunia menyambut hari ini dengan beragam amalan, terutama ibadah puasa sunah. Banyak yang berlomba-lomba mengamalkannya karena mencari tahu besarnya keutamaan puasa Asyura.

Puasa Asyura bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ibadah ini memiliki akar sejarah yang kuat, nilai spiritual yang mendalam, dan ganjaran yang luar biasa. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk tidak melewatkan momentum emas ini. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai keistimewaan, dalil, dan tata cara pelaksanaan puasa Asyura sebagai bekal kita meraih ampunan Allah SWT.

Sejarah dan Legitimasi Puasa Asyura

Puasa Asyura sebenarnya bukanlah ibadah yang benar-benar baru di era Nabi Muhammad SAW. Jauh sebelum Islam datang, masyarakat Quraisy di Makkah sudah terbiasa berpuasa pada hari itu. Bahkan, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW sendiri telah melakukannya sebelum beliau hijrah.

Momentum penguatan anjuran puasa ini terjadi ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah. Beliau mendapati kaum Yahudi di sana juga melaksanakan puasa pada 10 Muharram. Ketika ditanya, mereka menjelaskan bahwa hari itu adalah hari kemenangan.

“Hari ini adalah hari yang agung, hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya. Lalu Fir’aun dan kaumnya ditenggelamkan. Musa berpuasa pada hari ini sebagai rasa syukur, maka kami pun berpuasa.” (HR. Bukhari & Muslim)

Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda, “Kami (umat Islam) lebih berhak dan lebih utama untuk menghormati (Nabi) Musa daripada kalian.” Sejak saat itu, beliau berpuasa Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk turut berpuasa.

Menggali Keutamaan Puasa Asyura yang Luar Biasa

Ibadah ini menyimpan ganjaran yang sangat besar bagi siapa saja yang melaksanakannya dengan ikhlas. Inilah mengapa keutamaan puasa Asyura menjadi topik yang selalu dicari menjelang bulan Muharram. Berikut adalah beberapa keutamaan utamanya berdasarkan dalil yang sahih.

Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Keutamaan paling populer dari puasa Asyura adalah kapasitasnya sebagai penebus dosa. Ini adalah anugerah besar dari Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingin memperbaiki diri di awal tahun yang baru.

Ketika Rasulullah SAW ditanya mengenai puasa Asyura, beliau bersabda:

“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim No. 1162)

Para ulama menjelaskan bahwa dosa yang dimaksud dalam hadis ini adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar, seorang hamba tetap memerlukan tobat nasuha yang sungguh-sungguh. Meskipun demikian, ini tetap menjadi penawaran ampunan yang sangat berharga.

Puasa Terbaik Setelah Bulan Ramadan

Bulan Muharram dijuluki sebagai Syahrullah atau Bulan Allah. Status ini menunjukkan kemuliaan Muharram dibandingkan bulan-bulan lainnya. Kemuliaan bulan ini juga berdampak pada amalan di dalamnya, termasuk puasa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik puasa setelah (puasa) Ramadan adalah puasa di bulan Allah (Muharram). Dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim No. 1163)

Hadis ini menempatkan puasa di bulan Muharram, dengan puasa Asyura sebagai puncaknya, pada peringkat kedua setelah puasa wajib di bulan Ramadan.

Mengikuti Sunah Para Nabi

Seperti dijelaskan dalam sejarahnya, puasa Asyura adalah bentuk rasa syukur Nabi Musa AS atas pertolongan Allah SWT. Dengan melaksanakan puasa Asyura, seorang muslim tidak hanya mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga meneladani jejak syukur para nabi terdahulu.

BACA JUGA: Doa-Doa Harian Sesuai Sunah yang Wajib Dihafal Demi Menggapai Keberkahan Setiap Saat

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Asyura dan Tasua

Meskipun puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharram, Rasulullah SAW memiliki niat untuk melengkapinya dengan puasa lain.

Dianjurkan Bersama Puasa Tasua (9 Muharram)

Untuk membedakan syariat Islam dengan tradisi kaum Yahudi yang juga berpuasa pada 10 Muharram, Rasulullah SAW berencana menambah puasa pada hari sebelumnya.

Beliau bersabda, “Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasu’a).” (HR. Muslim).

Sayangnya, Rasulullah SAW wafat sebelum sempat melaksanakannya. Oleh karena itu, para ulama menyimpulkan bahwa tingkatan terbaik adalah berpuasa pada tanggal 9 (Tasu’a) dan 10 (Asyura) Muharram.

Lafal Niat Puasa Asyura dan Tasua

Niat adalah rukun puasa yang diucapkan dalam hati. Namun, melafalkannya (talafuz) dapat membantu memantapkan hati. Niat puasa sunah boleh dilakukan pada malam hari atau pada siang hari (sebelum tergelincir matahari) selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Niat Puasa Asyura (10 Muharram) Jika dibaca malam hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati ‘Âsyûrâ lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat berpuasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Tasua (9 Muharram) Jika dibaca malam hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tâsû’â lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat berpuasa sunah Tasu’a esok hari karena Allah Ta’ala.”

Sempurnakan Amalan dengan Kepedulian Sosial

Bulan Muharram, khususnya hari Asyura, bukan hanya tentang ibadah ritual individu. Hari ini juga dikenal sebagai “Lebaran” bagi anak-anak yatim. Meskipun hadis spesifik mengenai mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura memiliki berbagai pendapat statusnya, semangat untuk memuliakan dan menyantuni anak yatim serta kaum duafa di bulan ini sangatlah dianjurkan.

Puasa mengajarkan kita empati terhadap mereka yang kelaparan. Setelah kita memahami keutamaan puasa Asyura secara spiritual, langkah selanjutnya adalah menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam aksi sosial. Menyempurnakan ibadah puasa dengan sedekah adalah kombinasi amalan yang luar biasa.

Bagi Anda yang ingin menyalurkan kebaikan dan berbagi kebahagiaan di bulan Muharram ini, Yayasan Syekh Ali Jaber membuka pintu seluas-luasnya untuk menjadi jembatan kebaikan Anda. Kami mengelola dan menyalurkan amanah sedekah Anda kepada mereka yang membutuhkan, termasuk untuk program pendidikan penghafal Al-Qur’an dan santunan dhuafa.

Mari jadikan Muharram ini sebagai momentum untuk membersihkan diri dari dosa melalui puasa Asyura, sekaligus membersihkan harta dan melapangkan rezeki melalui sedekah.

SEDEKAH SEKARANG

Bagikan :

6282260707044

Kirim Email

Donasi Sekarang