
Pengajar Pesantren Tahfidz Qur’an (PTQ) Syekh Ali Jaber, Ustadzah Siti Nuriah resmi menerima ijazah sanad Al-Qur’an dengan bacaan Qiraat Imam Ibnu Katsir dari Syaikhah Najla, ulama perempuan terkemuka asal Mesir. Prosesi penyerahan ijazah berlangsung secara daring pada Senin, 6 Juli 2026, menghubungkan Indonesia dengan Mesir dalam satu majelis ilmu yang bersejarah.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi ekosistem pendidikan Al-Qur’an di lingkungan Yayasan Syekh Ali Jaber, sekaligus memperkuat rantai transmisi ilmu Al-Qur’an yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ.
Prosesi pemberian ijazah yang berlangsung secara daring ini bukan sekadar seremonial akademik biasa. Dalam tradisi keilmuan Islam, ijazah sanad Al-Qur’an merupakan pengakuan formal bahwa seorang murid telah menguasai suatu bacaan dengan sempurna dan berhak meneruskannya kepada generasi berikutnya — dengan rantai periwayatan yang bersambung tanpa putus.
Qiraat Imam Ibnu Katsir adalah salah satu dari Qiraat Sab’ah, yakni tujuh ragam bacaan Al-Qur’an yang telah disepakati kesahihannya oleh para ulama seluruh dunia. Bacaan ini dinisbatkan kepada Imam Abdullah bin Katsir Al-Makki, seorang ulama besar abad ke-2 Hijriah yang dikenal sebagai salah satu Imam Qiraat dari kota Makkah.
BACA JUGA: Kisah Nabi Harun, Teladan Sabar & Dakwah yang Penuh Hikmah
Syaikhah Najla adalah salah satu ulama perempuan (masyayikh) di Mesir yang memiliki silsilah sanad Al-Qur’an yang tinggi dan terpercaya. Mesir, khususnya institusi Al-Azhar, sejak berabad-abad lalu telah menjadi pusat transmisi ilmu Al-Qur’an bagi seluruh dunia Islam.
Keputusan untuk mengambil ijazah dari beliau mencerminkan kesungguhan Yayasan Syekh Ali Jaber dalam mencari sanad Al-Qur’an dari sumber-sumber otoritatif dan terpercaya.
Ustadzah Siti Nuriah mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian bersejarah ini. Ia menyebut ijazah sanad Al-Qur’an sebagai impian yang telah lama ia panjatkan dalam doa.
“Alhamdulillah, ini adalah anugerah yang luar biasa. Mendapatkan ijazah sanad Al-Qur’an dari ulama Mesir adalah impian yang sudah lama saya panjatkan dalam doa. Semoga ilmu ini menjadi amanah yang dapat saya tunaikan untuk para santri dan untuk agama Allah,” kata Ustadzah Siti Nuriah.
Bagi Ustadzah Siti Nuriah, ijazah ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia menyadari bahwa sanad yang kini bersemayam di dadanya adalah titipan umat yang harus diteruskan kepada para santri di PTQ Syekh Ali Jaber.
BACA JUGA: Sedekah Paling Utama kepada Siapa? Ini Jawabannya
Direktur Yayasan Syekh Ali Jaber menyambut pencapaian Ustadzah Siti Nuriah sebagai bukti nyata dari komitmen lembaga dalam membangun pesantren tahfidz berstandar tinggi.
“Pencapaian Ustadzah Siti Nuriah ini adalah bukti nyata bahwa komitmen kami dalam membangun lembaga tahfidz yang berstandar tinggi terus berjalan. Kami ingin memastikan bahwa setiap guru yang mendidik di PTQ Syekh Ali Jaber memiliki sanad yang jelas dan bersambung. Ini adalah warisan yang paling berharga yang bisa kami titipkan kepada generasi muda,” ujar Direktur Yayasan Syekh Ali Jaber.
Senada dengan itu, Syekh Al-Mustafa menegaskan bahwa dalam ilmu Al-Qur’an, sanad adalah segalanya. Ia menyebut upaya penguatan sanad bukan hanya soal prestasi individu, melainkan tentang tanggung jawab kolektif terhadap kemurnian Al-Qur’an.
“Dalam ilmu Al-Qur’an, sanad adalah jaminan keaslian dan kemurnian bacaan yang kita terima. Kami terus berupaya agar setiap pendidik di lingkungan yayasan ini memiliki sanad yang terhubung kepada Rasulullah ﷺ. Ini bukan hanya tentang prestasi individu, melainkan tentang menjaga amanah umat,” ungkap Syekh Al-Mustafa.
Kepala Divisi Taklim Yayasan Syekh Ali Jaber, Ustadz Zulkifli Tanor, menambahkan bahwa program penguatan sanad para pengajar telah menjadi prioritas utama divisinya. Ia menegaskan bahwa kualitas guru adalah fondasi dari kualitas santri.
“Program penguatan sanad para pengajar adalah prioritas kami di Divisi Taklim. Kami percaya bahwa kualitas guru adalah fondasi kualitas santri. Ke depan, kami akan terus memfasilitasi para ustadz dan ustadzah untuk meningkatkan kapasitas keilmuan mereka, termasuk melalui jalur ijazah sanad dari ulama-ulama dunia,” kata Ustadz Zulkifli Tanor.
Dalam tradisi Islam, keunggulan sanad Al-Qur’an adalah keistimewaan yang tak dimiliki oleh kitab suci agama mana pun di dunia. Rantai periwayatan ini membuktikan bahwa Al-Qur’an yang kita baca hari ini persis sama dengan apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, kemudian diajarkan kepada para sahabat, dan terus mengalir dari dada ke dada hingga kini.
Dengan diraihnya ijazah sanad Qiraat Ibnu Katsir oleh Ustadzah Siti Nuriah, PTQ Syekh Ali Jaber kini semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga tahfidz yang tidak hanya mencetak penghafal Al-Qur’an, tetapi juga penjaga tradisi keilmuan Islam yang otentik.
Langkah ini sejalan dengan visi besar Almarhum Syekh Ali Jaber rahimahullah yang semasa hidupnya mendedikasikan diri untuk menyebarkan cinta Al-Qur’an di seluruh pelosok Indonesia. Yayasan yang membawa namanya kini meneruskan misi mulia tersebut dengan cara yang sistematis dan berkesinambungan.
Setiap santri yang belajar di PTQ Syekh Ali Jaber kini dapat bersandar pada ketenangan bahwa ilmu yang mereka terima bukan ilmu yang melayang di udara, melainkan ilmu yang berakar — akar yang bersambung kepada Sang Nabi ﷺ.




