
Waktu subuh menyimpan keberkahan yang luar biasa. Bagi umat Islam, memulai hari dengan salat Subuh adalah sebuah kewajiban yang mendatangkan ketenangan jiwa dan pahala melimpah. Untuk menyempurnakan ibadah di pagi hari, terdapat sebuah amalan sunah yang sangat dianjurkan, yaitu memanjatkan doa qunut saat menjalankan sholat subuh. Doa ini menjadi sarana bagi seorang hamba untuk memohon petunjuk, perlindungan, dan keberkahan kepada Allah SWT tepat pada momen pergantian malam menuju siang.
Memahami Hukum dan Kedudukan Doa Qunut
Dalam khazanah fikih Islam, pembahasan mengenai hukum amalan ini cukup beragam, namun mayoritas ulama menempatkannya sebagai amalan yang dianjurkan. Para ulama dari mazhab Syafi’i dan Maliki berpandangan bahwa hukum membaca doa qunut adalah sunah. Artinya, melaksanakannya akan mendatangkan pahala, tetapi meninggalkannya tidak berdosa.
Pendapat ini diperkuat oleh Imam Nawawi dalam kitabnya yang masyhur, Al-Adzkar. Beliau bahkan mengategorikannya sebagai sunah muakkad, yaitu sunah yang sangat ditekankan untuk diamalkan. Pandangan ini menunjukkan betapa penting dan utamanya kedudukan doa qunut dalam rangkaian ibadah salat Subuh, menjadikannya sebuah amalan yang sayang untuk dilewatkan.
Dalil yang Mendasari Amalan Qunut Subuh
Landasan utama anjuran membaca doa qunut bersumber dari praktik yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Terdapat sebuah hadis sahih yang menjadi rujukan utama para ulama dalam menetapkan kesunahan amalan ini. Hadis tersebut diriwayatkan oleh sahabat Nabi, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
“Diriwayatkan dari Anas Ibn Malik, ia berkata, ‘Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika salat subuh sehingga beliau wafat.'” (HR. Ahmad)
Hadis ini secara jelas menerangkan bahwa Rasulullah SAW secara konsisten atau terus-menerus mempraktikkan qunut pada salat Subuh hingga akhir hayatnya. Konsistensi inilah yang menjadi dasar kuat bagi para ulama, khususnya dari mazhab Syafi’i, untuk sangat menganjurkan umatnya agar mengikuti jejak Rasulullah SAW dalam menghidupkan amalan penuh berkah ini.
Bacaan Doa Qunut untuk Sholat Subuh yang Dianjurkan
Doa qunut dibaca pada rakaat kedua salat Subuh, tepatnya setelah bangkit dari rukuk (i’tidal) dan sebelum turun untuk sujud. Saat membacanya, dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan sebagaimana posisi berdoa pada umumnya. Berikut adalah panduan bacaan doa qunut yang bisa Anda lafalkan dalam sholat subuh, baik dalam versi pendek maupun versi yang lebih panjang.
Versi Pendek (Sesuai Riwayat Populer)
Versi ini merupakan bacaan yang paling umum dan sering diajarkan karena lebih singkat dan mudah dihafal.
Lafal Arab:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ.
Tulisan Latin:
Allaahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadhaits, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu man waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalits.
Artinya:
“Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan. Tolonglah aku di antara orang-orang yang Kau beri pertolongan. Berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi.”
Versi Panjang (Untuk Keutamaan Lebih)
Versi ini memiliki beberapa kalimat tambahan yang menyempurnakan permohonan kepada Allah SWT, termasuk pujian, istigfar, dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Lafal Arab:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيْمَنُ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي بِرَحْمَتِكَ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمّي وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَ سَلَّم.
Tulisan Latin:
Allaahummahdinii fiiman hadaita, wa ‘aafinii fiman ‘aafaita, wa tawallanii fii man tawallaita, wa baarik lii fiimaa a’thaita, wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhaita fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaika, wa innahu laa yadzillu man waalaita, wa laa ya’izzu man ‘adaita, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaita, fa lakal hamdu ‘alaa maa qadhaita, astahgfiruka wa atuubu ilaika, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin-nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa alihi wa shahbihi wasallama.
Artinya:
“Ya Allah, berikanlah aku petunjuk seperti orang-orang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan, seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Limpahkanlah keberkahan kepada apa saja yang telah Engkau berikan kepadaku. Peliharalah aku dengan kasih sayang-Mu dari segala keburukan apa-apa yang telah Engkau putuskan (tetapkan), karena sesungguhnya Engkau-lah yang memberikan ketentuan dan tidak ada yang bisa memberikan ketentuan (keputusan) atas diri-Mu. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau berikan kekuasaan, dan tidaklah akan mulia orang yang telah Engkau musuhi. Maha Berkah lah Engkau dan Maha Luhur lah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas apa yang telah Engkau tetapkan. Aku mohon ampun dan bertobat kepada-Mu. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan keselamatan (selawat) atas diri junjungan kami, Nabi Muhammad, dan juga atas keluarga dan para sahabatnya.”
Sempurnakan Amalan Pagi dengan Kebaikan
Membaca doa qunut adalah wujud permohonan kita untuk menjadi hamba yang senantiasa berada dalam naungan petunjuk dan perlindungan Allah. Semangat untuk meraih kebaikan ini tentu tidak berhenti di atas sajadah saja. Doa yang kita panjatkan dapat menjadi pendorong untuk menebarkan kebaikan lebih luas kepada sesama.
Salah satu cara terbaik untuk mewujudkan rasa syukur atas segala nikmat yang kita minta adalah dengan berbagi. Anda dapat menyempurnakan amalan baik di pagi hari dengan menunaikan sedekah subuh. Jika Anda mencari wadah yang tepercaya untuk menyalurkan kebaikan, Anda dapat melakukannya melalui Yayasan Syekh Ali Jaber. Dengan bersedekah, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membuka pintu rezeki dan keberkahan yang lebih besar.






