Mengkaji Lafal Doa Setelah Makan Sesuai Sunnah dan Keutamaannya - Yayasan Syekh Ali Jaber

Mengkaji Lafal Doa Setelah Makan Sesuai Sunnah dan Keutamaannya

Mengkaji Lafal Doa Setelah Makan Sesuai Sunnah dan Keutamaannya

Makan bukan sekadar aktivitas naluriah untuk mengisi perut. Dalam Islam, makan adalah ibadah, sebuah proses menikmati rezeki yang Allah Swt. anugerahkan. Karena berstatus sebagai ibadah, Rasulullah saw. telah memberikan tuntunan adab yang lengkap, mulai dari sebelum, selama, hingga sesudah menyantap hidangan. Mengamalkan lafal doa setelah makan sesuai sunnah merupakan pilar utama adab tersebut. Ini adalah bentuk syukur tertinggi seorang hamba sebagai pengakuan bahwa segala kenikmatan—mulai dari rasa, tekstur, hingga keberkahan energi—sepenuhnya berasal dari Allah Swt. semata.

Makna Syukur di Balik Bacaan Doa Sesudah Makan

Rasa kenyang adalah salah satu nikmat paling dasar yang sering kali terlupa untuk disyukuri. Kita cenderung baru merasakan nilai sebuah nikmat ketika ia hilang. Islam mengajarkan kita untuk mengikat nikmat tersebut dengan rasa syukur. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat’.” (QS. Ibrahim: 7).

Doa setelah makan adalah implementasi langsung dari ayat tersebut. Rasulullah saw. sangat menghargai nikmat makanan. Beliau mengajarkan umatnya bahwa Allah Swt. sangat ridha terhadap hamba-Nya yang bersyukur setelah makan dan minum. Syukur ini melembutkan hati, menjauhkan kita dari sifat kufur nikmat, dan menjadikan makanan yang masuk ke tubuh sebagai sumber energi untuk ketaatan, bukan kemaksiatan. Oleh karena itu, memahami bacaan doa sesudah makan bukan hanya soal hafalan, tetapi soal perenungan atas kasih sayang Allah.

Ragam Lafal Doa Setelah Makan Sesuai Sunnah dan Dalilnya

Terdapat beberapa riwayat hadits shahih yang mencatat doa yang dibaca oleh Nabi Muhammad saw. setelah beliau selesai makan. Masing-masing doa ini memiliki keutamaan dan makna yang mendalam.

1. Doa Setelah Makan yang Paling Umum

Lafal doa ini merupakan yang paling sering diajarkan dan dihafalkan oleh kaum muslimin. Doa ini diriwayatkan dari sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu. Doa ini tergolong singkat, padat, namun mencakup pengakuan syukur yang lengkap atas makanan, minuman, dan nikmat terbesar, yaitu Islam.

Berikut adalah bacaan lengkapnya:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ

Alhamdulillahilladzi ath’amanaa wa saqoonaa wa ja’alanaa minal muslimiin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami termasuk golongan orang-orang muslim.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad).

Doa ini menegaskan bahwa nikmat makanan dan minuman setara dengan nikmat hidayah sebagai seorang muslim. Ini adalah pengingat bahwa rezeki fisik (makanan) harus berjalan beriringan dengan rezeki spiritual (iman).

2. Doa Setelah Makan yang Menghapuskan Dosa

Selain lafal di atas, terdapat satu lafal doa setelah makan sesuai sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah saw. menjanjikan ampunan dosa bagi siapa saja yang membacanya dengan tulus.

Doa ini diriwayatkan dari sahabat Mu’adz bin Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا، وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ

Alhamdulillahilladzi ath’amanii hadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri hawlin minnii wa laa quwwatin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikannya kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku.”

Maka, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi. Hadits ini dihasankan oleh Imam Tirmidzi dan Syekh Al-Albani).

Keistimewaan doa ini terletak pada kalimat “tanpa daya serta kekuatan dariku”. Ini adalah puncak ketauhidan. Kita mengakui bahwa makanan lezat yang tersaji di hadapan kita, bahkan proses kita mengunyah dan menelannya, terjadi murni karena pertolongan dan rezeki dari Allah, bukan semata karena hasil kerja keras atau kepintaran kita. Balasan atas pengakuan tulus ini adalah ampunan (maghfirah) dari Allah Swt.

BACA JUGA: Memahami Keutamaan Berbakti kepada Guru dalam Islam, Menggapai Berkah Ilmu

Adab Penyempurna Setelah Selesai Makan

Selain membaca doa, Rasulullah saw. juga mengajarkan beberapa adab lain untuk menyempurnakan proses makan kita.

  1. Tidak Mencela Makanan Apapun hidangannya, seorang muslim dididik untuk menghargai. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah saw. tidak pernah mencela makanan sekali pun. Apabila beliau berselera (suka), beliau memakannya. Apabila beliau tidak suka, beliau meninggalkannya (tidak memakannya).” (HR. Bukhari & Muslim).
  2. Menjilati Jari-Jemari Sebelum mencuci tangan, disunnahkan untuk menjilati sisa makanan di jari-jemari. Ini bukan perbuatan jorok, melainkan bentuk penghormatan terhadap berkah. Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku melihat Rasulullah saw. makan dengan tiga jari. Apabila selesai, beliau menjilatinya.” (HR. Muslim). Beliau bersabda bahwa kita tidak tahu di bagian makanan mana keberkahan itu berada.
  3. Membersihkan Piring dan Mulut Pastikan tidak ada sisa makanan yang terbuang sia-sia di piring. Setelah itu, berkumur atau membersihkan mulut dan mencuci tangan hingga bersih agar sisa bau atau lemak makanan hilang.

Wujudkan Syukur dengan Berbagi Melalui Yayasan Syekh Ali Jaber

Mengucapkan lafal doa setelah makan sesuai sunnah adalah wujud syukur secara lisan (syukur bil lisan). Kita mengakui nikmat Allah dengan pujian. Namun, syukur yang paripurna idealnya juga diwujudkan melalui perbuatan (syukur bil arkan).

Saat kita dikenyangkan oleh Allah dengan hidangan yang nikmat, di luar sana mungkin banyak saudara kita yang kesulitan sekadar untuk mengganjal perut. Rasa kenyang yang kita alami seharusnya menumbuhkan empati terhadap mereka yang lapar.

Inilah kesempatan untuk mengubah rasa syukur kita menjadi amal jariyah. Yayasan Syekh Ali Jaber mengajak Anda semua untuk menyempurnakan rasa syukur tersebut dengan cara bersedekah. Sedekah Anda akan disalurkan untuk membantu sesama, termasuk dalam program-program pangan, pendidikan Al-Qur’an, dan amal sosial lainnya. Dengan berbagi, kita telah membuktikan bahwa nikmat yang kita terima tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi mengalir menjadi manfaat bagi orang lain.

SEDEKAH SEKARANG

Bagikan :

Artikel Lainnya

Keutamaan dan Cara Mengamalkan D...
Lafal Doa Sedekah Jumat Lengkap ...
Keutamaan Umroh di Bulan Ramadha...
Keutamaan dan Kumpulan Doa di Su...
Meneladani Kesabaran, 5 Keutamaa...
Raih Keutamaan Sholat Sunnah Raw...
Donasi Sekarang