
Setiap tahun, di hari-hari yang penuh kemuliaan — Iduladha dan hari Tasyrik — jutaan Muslim di seluruh penjuru dunia menyambut panggilan yang sama: menyembelih hewan qurban sebagai wujud ketundukan kepada Allah ﷻ. Namun, sudahkah kita benar-benar memahami risalah qurban yang sesungguhnya — pesan mendalam yang terkandung di balik setiap tetes darah yang mengalir? Inilah saatnya kita buka kembali lembaran makna yang mungkin selama ini terlewat.
Apa Itu Risalah Qurban?
Kata risalah dalam bahasa Arab bermakna “pesan” atau “misi”. Maka risalah qurban adalah pesan agung yang Allah ﷻ titipkan melalui syariat ibadah qurban — sebuah misi spiritual, sosial, dan kemanusiaan yang melampaui sekadar ritual penyembelihan hewan.
Ibadah qurban bukan semata tentang daging yang dibagikan. Ia adalah narasi panjang tentang keimanan, pengorbanan, dan kecintaan seorang hamba kepada Tuhannya. Ia adalah warisan Nabi Ibrahim ﵊ yang Allah ﷻ abadikan hingga akhir zaman.
Sejarah Agung di Balik Ibadah Qurban
Kisah Ibrahim dan Ismail: Puncak Ketaatan
Risalah qurban tidak bisa dipisahkan dari kisah Nabi Ibrahim AS yang mendapat perintah luar biasa dari Allah ﷻ — menyembelih putra tercintanya, Ismail AS. Inilah momen paling dramatis dalam sejarah keimanan manusia.
Nabi Ismail, buah hati yang dinantikan puluhan tahun, menjawab perintah itu bukan dengan tangis atau protes, melainkan dengan kata-kata yang menggetarkan hati:
“يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”
“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” — QS. Ash-Shaffat: 102
Ketika pisau nyaris menyentuh leher Ismail, Allah ﷻ menggantikannya dengan seekor domba dari surga. Inilah asal-usul syariat qurban — sebuah tebusan yang menjadi ibadah agung hingga hari kiamat.
Warisan yang Tidak Pernah Padam
Peristiwa itu terjadi ribuan tahun silam, namun pesan yang ia bawa tetap segar dan relevan: bahwa ketaatan kepada Allah ﷻ adalah di atas segalanya, bahkan di atas rasa cinta yang paling dalam sekalipun.
Itulah inti dari risalah qurban yang perlu kita hayati kembali setiap tahunnya.
Hukum Qurban dalam Islam
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum qurban bagi yang mampu:
- Wajib — menurut sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah, bagi Muslim yang mampu dan mukim.
- Sunnah Muakkadah — menurut mayoritas ulama (Malikiyah, Syafi’iyah, Hanabilah), yakni sunnah yang sangat dianjurkan dan tidak selayaknya ditinggalkan oleh yang mampu.
Yang paling penting untuk dipahami: meninggalkan qurban bagi yang mampu adalah hal yang sangat disayangkan, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا”
“Barangsiapa yang memiliki kelapangan (harta) namun tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” — HR. Ahmad dan Ibnu Majah
Hadits ini menggambarkan betapa seriusnya syariat qurban dalam pandangan Rasulullah ﷺ.
BACA JUGA: Ini Harga Kambing Kurban 2026 Untuk Idul Adha yang Lebih Berkah
Keutamaan Ibadah Qurban yang Menakjubkan
1. Amalan Terbaik di Hari Iduladha
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah ﷻ pada hari Iduladha selain menyembelih qurban. Dari Aisyah RA, Rasulullah ﷺ bersabda:
“مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ”
“Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari Nahr (Iduladha) yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah (qurban).” — HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim — dinilai hasan oleh sebagian ulama
Ini bukan sekadar anjuran biasa. Ini adalah penegasan Nabi ﷺ bahwa qurban adalah ibadah puncak di hari yang paling mulia dalam kalender Islam.
2. Setiap Bulu Membawa Kebaikan
Dalam riwayat yang sama, Rasulullah ﷺ melanjutkan sabdanya bahwa hewan qurban akan datang pada hari kiamat bersama tanduk, bulu, dan kukunya. Kebaikan dari qurban itu akan diterima Allah ﷻ sebelum darahnya menyentuh tanah.
3. Meneladani Sunnah Nabi Ibrahim
Setiap kali kita berqurban, kita sedang menghidupkan kembali sunnah yang telah berusia ribuan tahun — sunnah yang Allah ﷻ abadikan dalam Al-Quran dan Rasulullah ﷺ wariskan kepada umatnya.
Pesan Sosial Qurban: Berbagi untuk Sesama
Risalah qurban tidak hanya berbicara tentang hubungan seorang hamba dengan Tuhannya (hablum minallah). Ia juga membawa misi kemanusiaan yang kuat (hablum minannas).
Allah ﷻ berfirman:
“فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ”
“Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah kepada orang yang sengsara lagi fakir.” — QS. Al-Hajj: 28
Ayat ini mengajarkan bahwa qurban adalah ibadah yang merayakan kebersamaan. Daging qurban dibagi ke tiga kelompok:
- Sepertiga untuk yang berqurban dan keluarganya.
- Sepertiga untuk tetangga, kerabat, dan sahabat.
- Sepertiga untuk fakir miskin yang membutuhkan.
Bayangkan dampaknya: jutaan keluarga yang tidak mampu membeli daging sepanjang tahun, pada hari itu merasakan nikmat yang selama ini hanya ada dalam bayangan mereka. Itulah Islam — agama yang merayakan kemenangan bersama-sama.
Qurban di Era Modern: Tantangan dan Kemudahan
Qurban Tidak Harus Rumit
Di era serba digital ini, berqurban semakin mudah. Anda tidak perlu hadir langsung di kandang atau tempat penyembelihan. Lembaga-lembaga amanah hadir untuk memastikan qurban Anda tersalurkan dengan tepat, sah secara syariat, dan menjangkau saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Prioritaskan Hewan Qurban yang Berkualitas
Islam mengajarkan kita untuk memberikan yang terbaik kepada Allah ﷻ. Syarat hewan qurban yang sahih antara lain:
- Jenis hewan: Unta, sapi, kerbau, kambing, atau domba.
- Usia minimal: Unta (5 tahun), sapi/kerbau (2 tahun), kambing/domba (1 tahun — atau domba yang sudah terlihat seperti 1 tahun meski kurang).
- Kondisi fisik: Bebas dari cacat yang nyata (buta sebelah, pincang parah, sangat kurus, atau sakit parah).
- Waktu penyembelihan: Setelah shalat Iduladha pada 10 Dzulhijjah hingga terbenamnya matahari pada 13 Dzulhijjah.
Niat dan Spiritualitas: Inti dari Risalah Qurban
Setelah semua penjelasan teknis dan fikih, hal yang paling menentukan nilai sebuah ibadah qurban adalah apa yang ada di dalam hati.
Allah ﷻ berfirman dengan tegas:
“لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ”
“Daging-daging dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya.” — QS. Al-Hajj: 37
Ayat ini adalah pengingat yang luar biasa. Allah ﷻ tidak membutuhkan daging atau darah hewan kita. Yang Dia inginkan adalah ketulusan hati, kepasrahan jiwa, dan ketakwaan yang melatarbelakangi setiap ibadah yang kita lakukan.
Maka, sebelum memilih hewan qurban, sebelum menentukan di mana kita berqurban — perbaiki dulu niat di dalam dada. Kurbankan ego, keangkuhan, dan kecintaan berlebih kepada dunia. Itulah qurban yang sesungguhnya.
Qurban Bersama Yayasan Syekh Ali Jaber: Amanah dan Keberkahan
Almarhum Syekh Ali Jaber rahimahullah semasa hidupnya selalu mengajak umat untuk tidak menunda kebaikan. Beliau sering berkata bahwa setiap rupiah yang kita keluarkan di jalan Allah ﷻ tidak akan pernah berkurang nilainya — justru Allah ﷻ yang akan menggantinya berlipat ganda.
Semangat dakwah itulah yang terus dihidupkan oleh Yayasan Syekh Ali Jaber — menjadi jembatan antara para dermawan dan saudara-saudara kita yang membutuhkan, termasuk melalui program qurban yang terkelola secara profesional dan amanah.
Dengan berqurban melalui Yayasan Syekh Ali Jaber, Anda:
- ✅ Mendukung penyaluran qurban ke daerah-daerah terpencil yang jarang tersentuh.
- ✅ Memastikan hewan qurban memenuhi syarat sah menurut syariat Islam.
- ✅ Menjadi bagian dari gerakan dakwah yang ditinggalkan Syekh Ali Jaber rahimahullah.
- ✅ Mendapatkan laporan penyaluran yang transparan dan terpercaya.
Jangan Tunda Kebaikan — Tunaikan Qurban Anda Sekarang
Waktu terus berjalan. Dzulhijjah akan tiba, dan bersama ia datang kesempatan emas yang tidak akan terulang tahun ini. Jangan sampai kita menjadi bagian dari mereka yang mampu namun memilih diam.
Rasulullah ﷺ mengajarkan kita bahwa kesempatan berbuat baik adalah anugerah yang tidak boleh disia-siakan. Dan qurban adalah salah satu amal terbaik yang bisa kita persembahkan kepada Allah ﷻ di hari yang paling mulia.
🌙 Tunaikan Ibadah Qurban Anda Sekarang
Segera daftarkan qurban terbaik Anda melalui:
👉 yayasansyekhalijaber.com/qurban
Bersama kita wujudkan risalah qurban yang sejati — mendekatkan diri kepada Allah ﷻ, memuliakan sunnah Nabi ﷺ, dan membahagiakan sesama.
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka.” — QS. Al-Hajj: 34




