
Hati orang tua mana yang tidak cemas ketika melihat sang buah hati terbaring sakit. Melihat anak yang biasanya aktif dan ceria menjadi lesu tentu menimbulkan kekhawatiran mendalam. Sebagai orang tua, kita pasti segera memberikan ikhtiar medis terbaik, membawanya ke dokter, dan memberinya obat. Namun, Islam mengajarkan bahwa ikhtiar lahiriah harus selalu diiringi dengan ikhtiar batiniah. Memanjatkan doa meminta kesembuhan untuk anak merupakan bentuk ikhtiar batin sekaligus kepasrahan total kepada Allah SWT, Sang Maha Penyembuh (Asy-Syafi).
Kekuatan doa tidak dapat diremehkan. Doa adalah senjata orang mukmin, jembatan komunikasi langsung antara hamba dengan Penciptanya. Ketika ikhtiar medis sudah maksimal, doa menjadi pelengkap yang menyempurnakan usaha tersebut.
Memahami Makna Sakit dalam Islam
Sebelum membahas bacaan doanya, penting bagi orang tua untuk memahami hakikat sakit dalam pandangan Islam. Sakit bukanlah sekadar musibah atau kesialan. Bagi seorang muslim, sakit memiliki dua makna mendalam: sebagai ujian keimanan dan sebagai sarana penggugur dosa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika anak sakit, sesungguhnya Allah sedang menguji kesabaran dan ketawakalan orang tuanya. Apakah kita panik dan menyalahkan takdir, atau kita tetap tenang, berusaha, dan mengembalikan segalanya kepada Allah? Sakitnya sang anak juga menjadi ladang pahala bagi orang tua yang merawatnya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.
Kumpulan Doa Mustajab untuk Anak yang Sakit
Rasulullah SAW telah mengajarkan berbagai bacaan doa yang dapat diamalkan ketika diri sendiri, keluarga, atau anak sedang mengalami sakit. Berikut adalah beberapa doa yang sangat dianjurkan.
Doa Meminta Kesembuhan untuk Anak yang Diajarkan Jibril
Ini adalah doa yang paling umum dan komprehensif. Doa ini dibacakan oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW ketika beliau sedang sakit. Orang tua dapat membacakan doa ini sambil mengusap tubuh anak yang sakit.
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Lafal Latin: Allahumma rabban-naas, adzhibil ba’s, isyfi antasy-syaafii, laa syifaa-a illaa syifaa-uka, syifaa-an laa yughaadiru saqamaa.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.” (HR. Bukhari)
Doa Perlindungan dari Rasa Sakit Spesifik
Jika anak mengeluh sakit di bagian tubuh tertentu (misalnya perut, kepala, atau gigi), orang tua dapat meletakkan tangan di area yang sakit dan membacakan doa berikut. Ajarkan anak untuk membaca “Bismillah” (3 kali) terlebih dahulu.
بِسْمِ اللَّهِ (3x) أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ (7x)
Lafal Latin: Bismillah (3x). A’uudzu bi ‘izzatillaahi wa qudratihii min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x).
Artinya: “Dengan nama Allah (3x). Aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari keburukan (penyakit) yang aku dapati dan yang aku khawatirkan.” (HR. Muslim)
Doa yang Dibaca Tujuh Kali
Doa ini memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa menjenguk orang sakit dan membacakan doa ini tujuh kali, Allah akan menyembuhkannya, kecuali jika ajalnya memang telah tiba.
أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
Lafal Latin: As-alullaahal ‘adziim, rabbal ‘arsyil ‘adziim, an yasyfiyaka.
Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Pemilik ‘Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Ganti kata “ka” (kamu laki-laki) menjadi “ki” jika anak perempuan (an yasyfiyaki), atau “kum” (an yasyfiyakum) jika mendoakan banyak orang.
Ruqyah Sederhana dengan Al-Fatihah dan Mu’awwidzatain
Cara paling mendasar untuk mengobati penyakit adalah dengan Al-Qur’an. Surah Al-Fatihah disebut juga Asy-Syifa (penyembuh). Bacakan Al-Fatihah, kemudian tiupkan ke telapak tangan dan usapkan ke tubuh anak.
Selain itu, lindungi anak dengan membacakan tiga surah pelindung (Al-Mu’awwidzatain): Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Rasulullah SAW biasa membacanya, meniupkannya ke telapak tangan, lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh saat hendak tidur atau saat sakit.
BACA JUGA: Doa Birrul Walidain, Kunci Meraih Ridha Allah dan Amalan yang Tak Terputus
Ikhtiar Lahiriah dan Batiniah yang Saling Melengkapi
Penting untuk diingat bahwa mengamalkan doa meminta kesembuhan untuk anak tidak berarti menafikan usaha medis. Islam adalah agama yang menyeimbangkan tawakal dan ikhtiar.
Rasulullah SAW bersabda: “Berobatlah, wahai hamba-hamba Allah! Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, melainkan Dia juga menurunkan obatnya.” (HR. Tirmidzi).
Membawa anak ke dokter, memberikan nutrisi terbaik, dan memastikan ia cukup istirahat adalah bagian dari ikhtiar lahiriah yang wajib. Doa adalah ikhtiar batiniah yang menyempurnakannya. Keduanya tidak dapat dipisahkan.
Satu lagi amalan yang sangat dianjurkan untuk mempercepat kesembuhan adalah bersedekah. Sedekah memiliki kekuatan dahsyat untuk menolak bala (musibah) dan menyembuhkan penyakit. Rasulullah SAW bersabda, “Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah.”
Sempurnakan Ikhtiar dengan Bersedekah Melalui Yayasan Syekh Ali Jaber
Saat kita diuji dengan sakitnya buah hati, kita diajak untuk lebih peka terhadap kesulitan orang lain. Mengeluarkan sebagian rezeki untuk membantu mereka yang membutuhkan dapat menjadi wasilah (perantara) terkabulnya doa kita.
Sebagai bentuk ikhtiar menyempurnakan doa, Anda dapat menyalurkan sedekah terbaik Anda untuk mendukung program-program kebaikan. Yayasan Syekh Ali Jaber, yang didirikan oleh almarhum Syekh Ali Jaber, memiliki berbagai program yang fokus pada dakwah dan Al-Qur’an, seperti mencetak generasi penghafal Al-Qur’an.

