
Sahabat Syekh Ali Jaber yang dirahmati Allah,
Bulan Rajab adalah salah satu bulan haram (mulia) yang menjadi gerbang menuju bulan suci Ramadhan. Di antara sekian banyak hari di bulan ini, terdapat satu tanggal yang sangat istimewa dan lekat di hati umat Islam, yaitu tanggal 27 Rajab.
Banyak dari kita bertanya, apa sebenarnya keutamaan 27 Rajab? Mengapa tanggal ini begitu bersejarah?
27 Rajab masyhur dikenal sebagai momentum terjadinya peristiwa agung Isra Mi’raj. Ini adalah perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik menembus langit ketujuh menuju Sidratul Muntaha untuk bertemu Allah SWT.
Mari sejenak kita merenung, mengambil hikmah dari peristiwa ini untuk bekal iman kita, sebagaimana sering diajarkan oleh Guru kita, Almarhum Syekh Ali Jaber.
Peristiwa Agung di Balik 27 Rajab
Keutamaan tanggal ini tidak terlepas dari “hadiah” terbesar yang dibawa oleh Rasulullah SAW dari perjalanan Isra Mi’raj, yaitu perintah shalat lima waktu.
Allah SWT berfirman mengenai peristiwa ini dalam Al-Qur’an:
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami…” (QS. Al-Isra: 1)
Jika pada hari-hari biasa kita disibukkan dengan urusan dunia, maka momen 27 Rajab ini adalah alarm bagi jiwa kita. Ini adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi hubungan kita dengan Allah melalui shalat.
BACA JUGA: 5 Hikmah Isra Mi’raj bagi Umat Islam, Dari Shalat hingga Kepedulian Sosial
Amalan Terbaik dalam Mengisi Momen Ini
Lantas, apa yang sebaiknya kita lakukan? Almarhum Syekh Ali Jaber semasa hidupnya selalu menekankan bahwa amalan terbaik adalah amalan yang istiqomah (konsisten) dan sesuai tuntunan.
Berikut adalah beberapa ikhtiar langit yang bisa Sahabat lakukan:
1. Memperbaiki Kualitas Shalat
Inti dari Isra Mi’raj adalah shalat. Jika selama ini shalat kita masih terburu-buru, sering terlambat, atau tidak khusyuk, jadikan momen keutamaan 27 Rajab ini sebagai titik balik.
Mulailah dengan menjaga shalat di awal waktu dan menyempurnakan wudhu. Ingatlah pesan Syekh Ali, bahwa shalat adalah tiang agama dan penolong pertama kita di akhirat kelak.
2. Memperbanyak Istighfar dan Shalawat
Bulan Rajab adalah bulan memohon ampunan. Perbanyaklah Sayyidul Istighfar dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan bershalawat, kita menyambung rasa cinta kepada Rasulullah yang telah berjuang berat menerima perintah shalat demi keselamatan umatnya.
3. Berinteraksi dengan Al-Quran
Yayasan Syekh Ali Jaber berdiri dengan visi mencetak generasi penghafal Al-Quran. Di bulan mulia ini, jangan biarkan hari berlalu tanpa membaca Al-Quran, meskipun hanya satu halaman. Al-Quran akan menjadi syafaat (penolong) bagi sahabatnya.
4. Sedekah sebagai Tanda Syukur
Salah satu cara memuliakan bulan haram adalah dengan berbagi. Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru ia membersihkannya.
Sahabat bisa menunaikan sedekah subuh atau membantu para penghafal Al-Quran di pesantren. Ini adalah wujud nyata rasa syukur kita atas nikmat iman dan Islam yang Allah berikan.
Menjemput Keberkahan Bersama Yayasan Syekh Ali Jaber
Keutamaan 27 Rajab sejatinya bukan hanya tentang perayaan seremonial, melainkan tentang peningkatan kualitas diri.
Mari jadikan peringatan Isra Mi’raj tahun ini sebagai momentum untuk “naik kelas” di hadapan Allah. Naik kelas shalatnya, naik kelas bacaan Qurannya, dan naik kelas kepedulian sosialnya.
Sahabat, perjalanan dakwah melahirkan jutaan penghafal Al-Quran yang dicita-citakan Almarhum Syekh Ali Jaber masih terus berlanjut. Kami mengajak Sahabat untuk turut serta dalam gerakan kebaikan ini.
Semoga Allah memberkahi kita di bulan Rajab dan Sya’ban, serta menyampaikan usia kita hingga bulan Ramadhan. Aamiin Allahumma Aamiin.






