
Setiap manusia pasti pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Masalah ekonomi, kesehatan yang memburuk, konflik keluarga, atau kegelisahan hati yang tak menentu sering kali datang silih berganti. Dalam kondisi sempit seperti ini, akal manusia sering kali buntu dan tidak menemukan solusi logis. Namun, sebagai seorang mukmin, kita memiliki senjata yang sangat ampuh untuk mengurai benang kusut tersebut. Senjata itu adalah dzikir memohon pertolongan Allah dengan penuh kekhusyukan dan kepasrahan.
Melantunkan puji-pujian dan doa kepada Sang Pencipta bukan sekadar ritual lisan semata. Aktivitas ini merupakan manifestasi dari pengakuan seorang hamba yang lemah di hadapan Rabb Yang Maha Perkasa. Ketika Anda melibatkan Allah dalam setiap urusan, Anda sedang membuka pintu-pintu langit. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai amalan-amalan dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu untuk mendatangkan bantuan Ilahi.
Hakikat Berserah Diri Melalui Dzikir
Mengapa kita harus kembali kepada Allah saat masalah menerpa? Jawabannya sederhana: karena Allah adalah pemilik segala solusi. Manusia sering kali terlalu mengandalkan egonya, merasa mampu menyelesaikan segalanya sendiri. Padahal, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 152:
“Fazkurūnī ażkurkum wasykurū lī wa lā takfurūn.”
Artinya: “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”
Ayat ini menegaskan bahwa inisiatif seorang hamba untuk mengingat Tuhannya akan berbalas dengan perhatian Allah kepada hamba tersebut. Saat Anda melafalkan dzikir memohon pertolongan Allah di sepertiga malam atau di sela-sela kesibukan, Allah akan hadir memberikan ketenangan dan jalan keluar yang tidak pernah Anda duga sebelumnya.
Kumpulan Dzikir Memohon Pertolongan Allah yang Mustajab
Para nabi dan orang-orang saleh telah mewariskan kalimat-kalimat agung yang terbukti mampu mengguncang ‘Arsy dan mendatangkan pertolongan. Berikut adalah beberapa dzikir utama yang bisa Anda amalkan secara rutin.
1. Dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil
Ini adalah dzikir yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim AS ketika beliau dilemparkan ke dalam api raja Namrud, dan juga diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW saat menghadapi ancaman pasukan musuh. Kalimat ini menyiratkan kepasrahan total.
Lafal Arab:
Lafal Latin: Hasbunallah wani’mal wakil ni’mal maula wani’man nashir.
Artinya: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.”
Mengulang-ulang kalimat ini akan menanamkan keyakinan kuat dalam hati bahwa tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada perlindungan Allah.
2. Dzikir Nabi Yunus (Doa Dzun Nuun)
Nabi Yunus AS pernah terjebak dalam tiga kegelapan: kegelapan malam, kegelapan lautan, dan kegelapan perut ikan paus. Dalam kondisi yang mustahil untuk selamat secara logika manusia, beliau memanjatkan doa yang penuh dengan pengakuan dosa dan tauhid.
Lafal Arab:
Lafal Latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minaz zhaalimiin.
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87)
Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa ini dalam suatu masalah, melainkan Allah akan mengabulkan doanya. Ini adalah bentuk dzikir memohon pertolongan Allah yang sangat efektif karena menggabungkan tauhid dan istighfar.
3. Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum
Rasulullah SAW sering kali memanjatkan doa ini ketika beliau sedang menghadapi perkara yang pelik atau menyedihkan. Beliau bertawasul dengan nama Allah Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri.
Lafal Arab:
Lafal Latin: Yaa Hayyu Yaa Qayyum, bi-rahmatika astaghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin.
Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata pun.”
4. Dzikir Hauqalah (La Haula Wala Quwwata Illa Billah)
Kalimat ini adalah pengakuan jujur bahwa manusia tidak memiliki daya untuk menghindari bahaya dan tidak memiliki kekuatan untuk berbuat taat kecuali dengan izin Allah. Rasulullah menyebut kalimat ini sebagai salah satu harta karun surga.
Lafal Arab:
Lafal Latin: Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.
Artinya: “Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”
BACA JUGA: Kekuatan Dahsyat Doa Orang yang Terzalimi, Mustajab dan Tanpa Penghalang
Keutamaan Merutinkan Dzikir Saat Sempit
Membangun kebiasaan berdzikir bukan hanya bermanfaat saat kita butuh saja, melainkan sebagai sarana menjaga kesehatan rohani. Berikut adalah beberapa keutamaan yang akan Anda rasakan:
-
Mendapatkan Ketenangan Hati
Masalah mungkin belum selesai secara fisik, tetapi hati yang tenang membuat Anda bisa berpikir jernih. Allah berfirman dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28: “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
-
Mendapat Jalan Keluar dari Arah Tak Terduga
Ketakwaan yang terbangun melalui dzikir akan mengundang rezeki dan solusi dari jalan yang tidak disangka-sangka (min haitsu laa yahtasib).
-
Menghapus Dosa-Dosa
Ujian sering kali datang sebagai penggugur dosa. Dengan memperbanyak dzikir, proses pembersihan diri ini menjadi lebih cepat dan ringan.
Mengintegrasikan Dzikir dengan Ikhtiar Nyata
Penting untuk kita pahami bahwa melakukan dzikir memohon pertolongan Allah tidak berarti kita berdiam diri tanpa usaha. Dzikir adalah bensin spiritual yang menggerakkan mesin ikhtiar kita. Setelah berdoa dengan khusyuk, Anda wajib melakukan aksi nyata. Misalnya, jika Anda sakit, berobatlah. Jika Anda terlilit utang, bekerjalah lebih giat dan atur keuangan. Allah menyukai hamba yang bertawakal, yaitu mereka yang menyandarkan hasil kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin.
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk “Ikatlah untamu, lalu bertawakallah.” Artinya, lakukan bagianmu sebagai manusia, dan biarkan Allah menyempurnakan hasilnya dengan kuasa-Nya.
Bagikan Kebaikan
Saudaraku yang dirahmati Allah, tidak ada masalah yang abadi di dunia ini. Semua kesulitan hanyalah episode singkat untuk menguji seberapa kuat iman kita. Kuncinya adalah jangan pernah putus asa dan teruslah mengetuk pintu rahmat-Nya melalui sujud dan dzikir. Yakinlah bahwa pertolongan Allah itu sangat dekat bagi orang-orang yang berbuat baik (Muhsinin).
Salah satu cara tercepat untuk mengundang pertolongan Allah, selain dengan dzikir, adalah dengan membahagiakan orang lain melalui sedekah. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah dapat menolak bala dan memadamkan murka Tuhan. Ketika kita menolong hamba Allah yang lain, Allah akan menolong kita.
Mari lengkapi ikhtiar batin Anda dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk mendukung dakwah dan membantu sesama. Anda bisa menyalurkan sedekah terbaik Anda melalui Yayasan Syekh Ali Jaber. Yayasan ini meneruskan perjuangan almarhum Syekh Ali Jaber dalam mencetak penghafal Al-Qur’an dan membantu umat.






