Jangan Buru-buru Beranjak, Ini Doa dan Dzikir Sesudah Sholat Fardhu Sesuai Sunnah - Yayasan Syekh Ali Jaber

Jangan Buru-buru Beranjak, Ini Doa dan Dzikir Sesudah Sholat Fardhu Sesuai Sunnah

Jangan Buru-buru Beranjak, Ini Doa dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Sesuai Sunnah

Seringkali, setelah salam terakhir dalam sholat, kita merasa terburu-buru untuk segera beranjak dan kembali ke aktivitas duniawi. Kita melipat sajadah tanpa jeda, seolah-olah ibadah telah selesai sepenuhnya. Padahal, momen emas untuk melantunkan doa dan dzikir sesudah sholat fardhu baru saja dimulai. Ini adalah waktu istimewa di mana seorang hamba dapat memperpanjang koneksinya dengan Sang Pencipta, mengumpulkan pahala, dan memohon ampunan.

Rasulullah SAW tidak pernah langsung berdiri setelah memimpin sholat. Beliau selalu menyempatkan diri untuk berdzikir dan berdoa, memberikan contoh kepada umatnya tentang pentingnya amalan ini. Mengamalkan wirid setelah sholat adalah cara kita menyempurnakan ibadah, menambal kekurangan yang mungkin terjadi selama sholat, dan menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Mengapa Berdzikir Setelah Sholat Itu Penting?

Berdzikir bukanlah sekadar rutinitas, melainkan sebuah kebutuhan spiritual. Allah SWT secara eksplisit memerintahkan kita untuk mengingat-Nya setelah menunaikan sholat.

Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring…” (QS. An-Nisa: 103).

Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah tidak berhenti pada gerakan salam. Justru, setelah “tugas” wajib selesai, kita dianjurkan untuk bersantai sejenak, duduk tenang, dan membasahi lisan kita dengan asma-Nya. Ini adalah waktu terbaik untuk memohon, karena kita baru saja selesai menghadap-Nya dalam kondisi paling suci. Keutamaan dzikir begitu besar, salah satunya adalah dapat menghapuskan dosa-dosa kecil, menenangkan hati, dan memberatkan timbangan amal di akhirat kelak.

Urutan Lengkap Bacaan Doa dan Dzikir Sesudah Sholat Fardhu

Untuk meraih kesempurnaan ibadah, berikut adalah urutan bacaan doa dan dzikir sesudah sholat fardhu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, lengkap dengan bacaan latin dan terjemahannya.

1. Membaca Istighfar (3 Kali)

Langkah pertama adalah memohon ampunan atas segala kekurangan dalam sholat kita.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullahal ‘adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atubu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

2. Membaca Pujian untuk Allah SWT

Setelah istighfar, kita memuji Allah sebagai Sumber Keselamatan.

اَللّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam.

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah As-Salaam (Sumber Keselamatan), dan dari-Mulah keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

3. Membaca Tahlil

Bacaan ini menegaskan keesaan Allah SWT.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اَللّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Allahumma laa maani’a limaa a’thaita, wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau halangi. Tidaklah bermanfaat kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal salehnya). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan itu.”

4. Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir (Masing-masing 33 Kali)

Ini adalah dzikir inti yang memiliki keutamaan luar biasa, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW (HR. Muslim), bahwa siapa yang membacanya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.

  • Tasbih (33x): سُبْحَانَ اللهِ Subhanallah (Maha Suci Allah)
  • Tahmid (33x): الْحَمْدُ لِلَّهِ Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)
  • Takbir (33x): اللهُ أَكْبَرُ Allahu Akbar (Allah Maha Besar)

5. Ditutup dengan Tahlil Penyempurna (1 Kali)

Untuk menggenapkannya menjadi 100, bacaan dzikir ini ditutup dengan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

BACA JUGA: Mengungkap Keutamaan Surat Al-Fath, Kemenangan yang Lebih Berharga dari Dunia dan Seisinya

Amalan Sunnah Tambahan Setelah Dzikir

Setelah menyelesaikan rangkaian dzikir utama, sangat dianjurkan untuk tidak langsung bubar. Ada beberapa amalan tambahan yang memiliki fadhilah (keutamaan) sangat besar:

  • Membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255): Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian (HR. An-Nasa’i).
  • Membaca Surat Tiga Qul: Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing satu kali. Khusus setelah sholat Subuh dan Maghrib, dianjurkan membacanya masing-masing tiga kali.

Menutup Rangkaian Ibadah dengan Berdoa

Setelah selesai berdzikir (mengingat dan memuji Allah), inilah saatnya untuk berdoa (memohon). Ini adalah momen ijabah di mana kita bisa memanjatkan segala hajat, keluh kesah, dan harapan kepada Allah SWT, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.

Anda bisa berdoa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Arab. Salah satu doa penutup yang paling sering dibaca adalah doa sapu jagat:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana aatina fiddunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Sempurnakan Amalan dengan Bersedekah

Menyelesaikan rangkaian doa dan dzikir sesudah sholat fardhu akan membersihkan dan menenangkan jiwa kita. Setelah menyucikan jiwa, alangkah indahnya jika kita juga menyempurnakan hari dengan menyucikan harta melalui sedekah.

Sedekah adalah amalan yang tidak akan mengurangi harta, justru akan menambah keberkahan dan membuka pintu-pintu rezeki yang lain. Jika dzikir adalah bukti syukur kita secara lisan, maka sedekah adalah bukti syukur kita secara tindakan.

Bagi Anda yang ingin menambah amalan baik dan menyalurkan sedekah terbaiknya, Anda dapat melakukannya melalui Yayasan Syekh Ali Jaber. Yayasan ini berfokus pada dakwah dan program sosial untuk kemaslahatan umat, meneruskan perjuangan dakwah mulia (Alm) Syekh Ali Jaber. Dengan bersedekah, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menanam investasi abadi untuk akhirat kita.

SEDEKAH SEKARANG

Bagikan :

Artikel Lainnya

7 Keutamaan Sholat Hajat, Kunci ...
Panduan Lengkap Zakat Mal Mulai ...
Kumpulan Doa Diberi Kemudahan da...
7 Keutamaan Orang yang Menepati ...
Doa Mustajab untuk Korban Bencan...
Bacaan Doa Selesai Sholat Fardhu...
Donasi Sekarang