
Ada pertanyaan yang hampir selalu muncul menjelang Idul Adha, terutama dari mereka yang baru saja kehilangan orang tercinta: “Bolehkah saya berkurban atas nama ayah yang sudah meninggal?” Pertanyaan ini bukan sekadar soal fikih — ini adalah ekspresi cinta yang dalam, kerinduan yang tak terbalas kata, dan harapan agar pahala masih bisa mengalir kepada mereka yang telah pergi. Memahami hukum qurban untuk orang yang sudah meninggal bukan hanya menjawab rasa penasaran, tetapi juga membuka pintu amal yang luar biasa bagi kita dan keluarga yang kita cintai.
Apa Itu Qurban dan Mengapa Ia Begitu Istimewa?
Qurban atau udhiyah adalah ibadah menyembelih hewan tertentu — sapi, kambing, domba, atau unta — pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) sebagai bentuk ketaatan dan kedekatan kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” — QS. Al-Kautsar: 2
Ayat ini sederhana namun penuh makna. Qurban bukanlah sekadar tradisi tahunan. Ia adalah pernyataan iman — bahwa kita rela menyerahkan yang terbaik yang kita miliki demi Allah.
Rasulullah SAW pun bersabda tentang keutamaan qurban:
مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا، وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ
“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam pada Hari Raya Qurban yang lebih dicintai Allah daripada mengalirkan darah (hewan qurban). Sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah itu telah diterima oleh Allah sebelum jatuh ke tanah.” — HR. Tirmidzi no. 1493, dinyatakan hasan oleh Al-Albani
Sungguh, tidak ada yang terbuang sia-sia dari selembar rambut hewan qurban pun di sisi Allah.
Hukum Qurban untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia
Inilah inti pembahasan yang paling banyak dicari. Para ulama memiliki beberapa pandangan mengenai hal ini, dan memahaminya akan membantu kita mengambil keputusan yang tepat dengan penuh keyakinan.
Pendapat Pertama: Dibolehkan dan Pahalanya Sampai
Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali berpendapat bahwa berkurban atas nama orang yang telah meninggal dunia adalah sah dan pahalanya sampai kepada si mayit, berdasarkan beberapa dalil berikut:
1. Qurban Nabi SAW untuk Umatnya
Rasulullah SAW pernah berkurban dengan menyebut:
“Ya Allah, ini dariku dan dari umatku yang belum berkurban.” — HR. Abu Dawud no. 2810, dinilai shahih oleh Al-Albani
Hadits ini menjadi landasan kuat bahwa kurban dapat diniatkan untuk orang lain, termasuk mereka yang sudah tiada.
2. Pahala Sedekah Mengalir kepada Mayit
Dalam sebuah hadits yang masyhur, seorang sahabat bertanya kepada Nabi SAW:
“Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia secara mendadak dan tidak sempat berwasiat. Apakah jika aku bersedekah atas namanya akan bermanfaat baginya?” Beliau menjawab: “Ya.” — HR. Bukhari no. 1388 dan Muslim no. 1004
Qurban adalah salah satu bentuk sedekah yang paling mulia. Jika sedekah biasa saja pahalanya bisa sampai, apalagi qurban yang merupakan syiar Islam yang agung.
Pendapat Kedua: Boleh Jika Ada Wasiat
Sebagian ulama mazhab Syafi’i berpendapat bahwa berkurban atas nama orang yang telah meninggal hukumnya boleh apabila ada wasiat dari si mayit semasa hidupnya. Namun jika tidak ada wasiat, maka menyedekahkan uang secara langsung lebih diutamakan. Meski demikian, sebagian ulama Syafi’i kontemporer juga membolehkannya meski tanpa wasiat.
Kesimpulan: Insya Allah Pahalanya Sampai
Dengan mempertimbangkan berbagai pendapat ulama, berkurban atas nama orang yang sudah meninggal adalah dibolehkan dan insya Allah pahalanya sampai kepada mereka. Ini adalah bentuk bakti anak kepada orang tua, kesetiaan seorang suami kepada istri, dan kasih sayang yang melampaui batas kematian.
BACA JUGA: Panduan Niat Qurban untuk Diri Sendiri dan Keluarga Untuk Idul Adha yang Bermakna
Tata Cara Qurban untuk Orang yang Sudah Meninggal
Agar ibadah qurban untuk orang yang telah tiada ini sah dan diterima Allah SWT, perhatikan beberapa hal berikut:
1. Niat yang Benar
Luruskan niat bahwa qurban ini diniatkan sebagai sedekah jariyah atas nama almarhum/almarhumah, semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
2. Ucapkan Nama Saat Penyembelihan
Ketika proses penyembelihan, disunnahkan menyebut nama orang yang dikurbankan. Contoh lafaz:
“Bismillah, Allahumma taqabbal min [nama almarhum/almarhumah].” (Dengan nama Allah, ya Allah terimalah dari [nama almarhum/almarhumah].)
3. Hewan Qurban Harus Memenuhi Syarat
Pastikan hewan qurban memenuhi syarat syariat:
- Kambing/domba: Minimal usia 1 tahun (atau sudah berganti gigi)
- Sapi/kerbau: Minimal usia 2 tahun
- Unta: Minimal usia 5 tahun
- Hewan harus sehat, tidak cacat, tidak kurus, dan tidak buta
4. Waktu Penyembelihan yang Tepat
Penyembelihan dilakukan mulai setelah shalat Id hingga terbenamnya matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah (hari-hari tasyrik). Jangan sampai terburu-buru atau terlambat dari waktu yang ditentukan.
Bolehkah Satu Hewan Qurban Diniatkan untuk Banyak Orang yang Sudah Meninggal?
Pertanyaan lanjutan yang sering muncul adalah: “Bolehkah satu kambing diniatkan untuk dua orang yang sudah meninggal sekaligus?”
Para ulama menyebutkan bahwa:
- Satu kambing/domba pada asalnya hanya untuk satu orang beserta keluarganya yang masih hidup
- Satu sapi atau unta boleh untuk tujuh orang, dan masing-masing bagian itu bisa diniatkan untuk satu orang yang sudah meninggal
Namun sebagian ulama berpendapat bahwa pahala qurban dapat dihadiahkan kepada banyak orang yang telah wafat sekaligus, sebagaimana seseorang membaca Al-Quran lalu menghadiahkan pahalanya kepada para arwah. Wallahu a’lam bishawab.
Qurban untuk Diri Sendiri atau untuk Orang yang Meninggal, Mana yang Lebih Utama?
Jika seseorang belum pernah berkurban sama sekali, para ulama menganjurkan agar mendahulukan qurban untuk diri sendiri dan keluarga yang masih hidup terlebih dahulu, kemudian jika mampu, dapat menambah untuk orang tua atau kerabat yang telah meninggal.
Ini bukan berarti qurban untuk almarhum tidak penting — justru keduanya sangat dianjurkan. Namun mendahulukan yang hidup atas yang telah tiada lebih sesuai dengan urutan kewajiban dalam Islam.
Kisah Inspiratif, Cinta yang Menembus Batas Dunia
Suatu hari, seorang anak muda datang kepada ulama dengan mata yang berkaca-kaca. Ia berkata, “Ustadz, ayah saya meninggal tiga bulan lalu. Tahun ini adalah Idul Adha pertama tanpa beliau. Saya ingin berkurban atas namanya — apakah itu cukup untuk menunjukkan betapa saya merindukannya?”
Sang ulama tersenyum lembut. “Nak, Allah Maha Mendengar. Setiap tetes darah hewan qurban yang mengalir karena niat yang tulus, insya Allah akan menjadi cahaya bagi ayahmu di sana. Doamu, sedekahmu, dan qurbanmu — semua itu adalah benang kasih sayang yang tidak putus oleh kematian.”
Begitulah Islam mengajarkan kita: bahwa kematian bukanlah perpisahan sejati. Selama kita terus berbuat kebaikan atas nama mereka, hubungan itu tetap hidup — di hadapan Allah Yang Maha Kekal.
Wujudkan Cintamu Melalui Qurban Bersama Yayasan Syekh Ali Jaber
Almarhum Syekh Ali Jaber rahimahullah senantiasa mengajarkan bahwa setiap amalan yang kita lakukan dengan cinta dan keikhlasan, Allah akan terima dengan penuh kasih sayang-Nya. Qurban adalah salah satu amalan yang paling dekat kepada Allah — dan kini, Anda bisa mewujudkan niat mulia tersebut dengan mudah, amanah, dan sesuai syariat.
Yayasan Syekh Ali Jaber hadir untuk membantu Anda:
- 🐑 Menyediakan hewan qurban yang sehat dan memenuhi syarat syariat
- 📜 Proses penyembelihan dilakukan oleh panitia yang terlatih dan amanah
- 🤲 Daging qurban didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan
- 💚 Laporan dokumentasi dikirimkan langsung kepada Anda
Jangan tunda lagi niat baik yang sudah lama Anda simpan di hati. Jadikan Idul Adha tahun ini sebagai momen terbaik untuk menunjukkan cinta Anda kepada orang-orang terkasih yang telah mendahului kita.
👇 Klik di sini untuk berkurban sekarang:
yayasansyekhalijaber.com/qurban
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa orang tua dan kerabat kita yang telah tiada, serta mempertemukan kita semua di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.




