
Beban utang sering kali terasa menghimpit, merampas ketenangan tidur, dan membebani pikiran di sepanjang hari. Rasa cemas dan putus asa bisa saja menyelimuti hati, membuat jalan keluar terasa begitu sempit. Namun, bagi seorang Muslim, keyakinan bahwa Allah SWT tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan menjadi pegangan. Oleh karena itu, mencari doa agar bisa melunasi utang adalah langkah pertama yang penuh dengan tawakal, sebuah bentuk pengakuan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya penolong.
Islam sebagai agama yang sempurna memberikan panduan lengkap bagi setiap sendi kehidupan, termasuk dalam menghadapi kesulitan finansial. Rasulullah Muhammad SAW, sebagai teladan terbaik, telah mewariskan berbagai amalan dan doa yang dapat menjadi senjata bagi umatnya. Salah satu yang paling masyhur adalah sebuah doa yang beliau ajarkan secara khusus kepada sahabatnya, Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu, yang saat itu tengah dilanda kesulitan. Kekuatan doa ini begitu dahsyat, hingga Rasulullah SAW menjanjikan bahwa Allah akan membantu melunasi utang, sekalipun utang itu menumpuk setinggi Gunung Uhud. Ini adalah bukti nyata bahwa pertolongan Allah tidak terbatas dan mampu menembus logika manusia.
Kisah di Balik Doa Mustajab Pelunas Utang
Kisah agung ini diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani rahimahullah dalam kitabnya, Al-Mu’jam ash-Shaghîr, melalui sahabat Anas Bin Malik Radhiyallahu anhu. Suatu ketika, Rasulullah SAW bertemu dengan Mu’adz Radhiyallahu anhu dan bertanya kepadanya, “Maukah Aku ajarkan kepadamu sebuah doa yang bisa engkau baca. Sekiranya engkau mempunyai hutang yang besarnya seperti gunung Uhud, pastilah Allâh akan menunaikan hutangmu?”
Tentu saja, tawaran ini merupakan sebuah kabar gembira yang luar biasa. Rasulullah SAW kemudian mengajarkan sebuah doa pelunas utang yang sarat akan makna ketauhidan dan pengagungan terhadap kekuasaan Allah SWT. Hadis yang mencatat peristiwa ini memiliki sanad yang dinilai jayyid (bagus) oleh Imam Ath-Thabrani. Ini menunjukkan bahwa amalan ini memiliki dasar yang kuat dan dapat kita jadikan sandaran dalam memohon pertolongan-Nya.
Bacaan Lengkap Doa Agar Bisa Melunasi Utang Riwayat Imam Thabrani
Inilah bacaan lengkap dari doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, sebuah untaian kalimat yang mengandung pengakuan mutlak atas kekuasaan Allah. Doa ini sejatinya merupakan gabungan dari firman Allah dalam Surat Ali-Imran ayat 26 yang dilanjutkan dengan pujian dan permohonan spesifik. Para ulama, termasuk Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahîh at-Targhîb wa at-Tarhîb (HR Thabrani No. 1821), menilainya sebagai hadis yang Hasan.
Lafaz Doa dalam Bahasa Arab
اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا تُعْطِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُمَا وَتَمْنَعُ مَنْ تَشَاءُ, اِرْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِيْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ
Terjemahan dan Makna Doa
“Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Engkau) Yang Maha pengasih di dunia dan akhirat, dan Yang Maha penyayang di dua negeri tersebut. Engkau memberi dari keduanya kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cegah orang yang Engkau kehendaki. Kasihilah aku dengan rahmat-Mu; di mana Engkau jadikan aku cukup dengannya dengan tidak membutuhkan kasih sayang dari siapapun selain Engkau.”
Doa ini mengajarkan kita adab tertinggi dalam memohon: memulai dengan pujian. Kita mengakui bahwa kekuasaan, kemuliaan, dan segala kebaikan ada di tangan Allah. Dengan begitu, kita melepaskan segala kebergantungan kita pada makhluk dan hanya berharap pada rahmat Sang Khaliq.
Doa Pelengkap untuk Memohon Kecukupan Rezeki Halal
Selain doa di atas, terdapat pula doa lain yang lebih ringkas namun memiliki kekuatan yang sama dahsyatnya. Doa ini diajarkan Rasulullah SAW sebagai permohonan agar Allah mencukupkan kita dengan rezeki yang halal dan melepaskan kita dari ketergantungan kepada selain-Nya.
Lafaz Doa dalam Bahasa Arab
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Terjemahan dan Makna Doa
“Ya Allâh, cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (hingga aku selamat) dari yang haram. Cukupilah aku dengan karunia-Mu (hingga aku tidak meminta) kepada selain-Mu.” (HR. at-Tirmidzi, dihasankan oleh al-Albâni)
Doa ini merupakan permohonan yang menyeluruh, meminta perlindungan dari yang haram dan memohon kecukupan dari karunia Allah semata. Mengamalkannya secara rutin akan menumbuhkan ketenangan dan keyakinan bahwa Allah pasti akan memberikan jalan keluar.
Ikhtiar dan Doa, Dua Sayap Menuju Kebebasan Finansial
Mengamalkan doa-doa di atas harus diiringi dengan usaha nyata atau ikhtiar. Doa adalah permintaan, sementara ikhtiar adalah cara kita menjemput terkabulnya permintaan tersebut. Keduanya adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Ikhtiar ini, ketika digabungkan dengan amalan doa agar bisa melunasi utang yang diajarkan Rasulullah, menjadi kekuatan ganda yang akan mempercepat datangnya pertolongan Allah.
Beberapa bentuk ikhtiar yang wajib kita lakukan antara lain:
1. Bekerja dengan Giat dan Halal
Carilah sumber penghasilan yang halal dan berkah. Hindari jalan pintas yang dilarang agama, karena hal tersebut justru akan menutup pintu rahmat Allah.
2. Mengatur Keuangan dengan Bijak
Buatlah anggaran yang jelas, prioritaskan pembayaran utang, dan hiduplah sesuai dengan kemampuan. Hindari gaya hidup konsumtif yang hanya akan menambah beban baru.
3. Memperbaiki Hubungan dengan Allah
Tingkatkan kualitas ibadah wajib seperti salat tepat waktu, dan perbanyak amalan sunah seperti salat duha dan tahajud. Perbanyak istigfar, karena dosa bisa menjadi salah satu penghalang rezeki.
4. Memiliki Niat Kuat untuk Melunasi
Tanamkan dalam hati niat yang tulus dan kuat untuk melunasi setiap utang. Niat yang baik ini akan dicatat oleh Allah dan akan menjadi pendorong bagi kita untuk terus berusaha.
Ketika doa yang khusyuk bertemu dengan ikhtiar yang maksimal, maka tidak ada yang mustahil atas izin Allah. Percayalah bahwa perbendaharaan Allah Maha Luas, dan Dia mampu menyelesaikan segala urusan hamba-Nya yang berserah diri.
Selain mengamalkan doa dan berikhtiar, menyempurnakan amalan dengan bersedekah dapat membuka pintu-pintu rezeki yang tak terduga. Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru ia akan mengundang keberkahan dan pertolongan dari Allah SWT. Mari sempurnakan ikhtiar kita dengan memperbanyak amal saleh melalui sedekah terbaik Anda bersama Yayasan Syekh Ali Jaber. Setiap kebaikan yang Anda salurkan akan menjadi wasilah terkabulnya doa dan terbukanya jalan keluar dari setiap kesulitan.

