Doa Minta Hujan Turun, Bacaan Lengkap dan Cara Mengamalkannya - Yayasan Syekh Ali Jaber

Doa Minta Hujan Turun, Bacaan Lengkap dan Cara Mengamalkannya

Doa Minta Hujan Turun, Bacaan Lengkap dan Cara Mengamalkannya

Musim kemarau yang berkepanjangan sering membuat sumur mengering, sawah retak, dan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Dalam kondisi seperti ini, Islam mengajarkan umatnya untuk kembali kepada Allah lewat doa minta hujan turun, sebuah ikhtiar batin yang telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Artikel ini merangkum bacaan doa istisqa yang shahih lengkap dengan arab, latin, dan artinya, tata cara mengamalkannya, serta amalan yang dianjurkan menyertainya agar doa lebih mustajab.

Apa Itu Doa Istisqa dan Kapan Dianjurkan Dibaca

Doa istisqa adalah doa memohon diturunkannya hujan kepada Allah SWT, biasanya dipanjatkan saat kemarau panjang melanda dan sumber air mulai menipis. Istilah “istisqa” sendiri berasal dari frasa thalab as-saqya yang bermakna memohon diturunkannya air untuk keberlangsungan hidup.

Doa ini bisa dibaca sendiri di rumah, disisipkan dalam khutbah Jumat, atau dipanjatkan bersama-sama setelah sholat sunnah istisqa yang dilaksanakan dua rakaat berjamaah di tanah lapang. Anjuran ini bersumber dari praktik Rasulullah SAW yang keluar rumah untuk memohon hujan, sholat dua rakaat tanpa azan dan iqamah, lalu berkhutbah sambil mengangkat kedua tangan menghadap kiblat (HR. Ahmad).

Bacaan Doa Minta Hujan Turun Sesuai Tuntunan Rasulullah

Ada beberapa lafal doa minta hujan yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dan para ulama. Berikut yang paling umum diamalkan.

Doa Memohon Diturunkannya Hujan

اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامًّا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا

Latin, “Allahummasqinaa ghaitsan mughiitsan marii’an hanii’an marii’an ghadaqan mujallalan ‘aamman thabaqan sahhan daa’iman.”

Artinya, “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, mudah, menyenangkan, menyuburkan, lebat, merata, menyeluruh, dan terus menerus.”

Doa Memohon Hujan Tanpa Berputus Asa

اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ

Latin, “Allahummasqinal ghaitsa wa laa taj’alnaa minal qaanithiin.”

Artinya, “Ya Allah, berilah kami hujan dan jangan jadikan kami termasuk orang yang berputus asa.”

Doa Saat Hujan Mulai Turun

اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Latin, “Allahumma shayyiban naafi’an.”

Artinya, “Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat.” Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari sebagai doa singkat yang dibaca Rasulullah SAW setiap kali melihat hujan turun.

Doa Memohon Hujan yang Membawa Berkah, Bukan Musibah

اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا

Latin, “Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa.”

Artinya, “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, jangan menimpakannya kepada kami (sebagai bencana).” Doa ini dibaca ketika hujan yang turun dikhawatirkan berlebihan hingga menimbulkan banjir atau kerusakan.

Tata Cara Sholat Istisqa Secara Ringkas

Sholat istisqa hukumnya sunnah muakkad dan dianjurkan dilakukan berjamaah saat kekeringan sudah dirasa meresahkan. Berikut ringkasan pelaksanaannya menurut para ulama fikih.

  1. Sebelum pelaksanaan, imam menganjurkan jamaah berpuasa, memperbanyak sedekah, bertaubat, dan menyelesaikan perselisihan antarsesama selama beberapa hari.
  2. Jamaah keluar menuju tanah lapang dengan pakaian sederhana, tanpa berhias, sambil memperbanyak istighfar.
  3. Sholat dilakukan dua rakaat tanpa azan dan iqamah, dengan tujuh kali takbir di rakaat pertama dan lima kali takbir di rakaat kedua, sebagaimana sholat Id.
  4. Setelah salam, khatib menyampaikan khutbah yang diawali istighfar sembilan kali pada khutbah pertama dan tujuh kali pada khutbah kedua, menggantikan bacaan takbir seperti pada khutbah Id.
  5. Menjelang akhir khutbah, khatib berbalik menghadap kiblat, mengangkat tangan, dan membaca doa istisqa dengan suara lantang, diikuti jamaah.
  6. Khatib membalikkan posisi selendang atau sorban dari k.anan ke kiri sebagai simbol harapan perubahan keadaan dari kering menjadi basah.

Amalan yang Dianjurkan Sebelum Memohon Hujan

Jawaban ringkasnya, sebelum meminta hujan Islam mengajarkan umatnya untuk lebih dulu memperbanyak istighfar dan memperbaiki amal, termasuk bersedekah, karena keduanya diyakini menjadi sebab turunnya rahmat Allah.

Anjuran ini bersumber dari firman Allah dalam Surat Nuh ayat 10 sampai 12.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا. يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Artinya, “Maka aku (Nabi Nuh) berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.'” (QS. Nuh, 10-12)

Para ahli tafsir, di antaranya Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa ayat ini menjadi dasar mengapa surat Nuh dianjurkan dibaca dalam khutbah istisqa. Dosa dan kelalaian diyakini bisa menjadi salah satu sebab tertahannya hujan dan rezeki, sementara istighfar serta perbaikan amal membuka jalan turunnya keberkahan.

BACA JUGA: Doa untuk Hari Kemerdekaan RI ke-81 Lengkap dengan Lafal dan Maknanya

Kaitan Sedekah dengan Doa Minta Hujan Turun

Ulama fikih klasik seperti Moh. Rifa’i dalam Risalah Tuntunan Shalat Lengkap mencatat bahwa sebelum pelaksanaan sholat istisqa, umat dianjurkan berpuasa tiga hari sambil memperbanyak amal baik, termasuk sedekah, taubat, dan berdamai dengan sesama. Sedekah di sini bukan pengganti doa, melainkan ikhtiar lahir yang berjalan beriringan dengan ikhtiar batin berupa istighfar dan doa.

Logikanya sederhana. Ketika kemarau panjang melanda, yang paling dulu merasakan dampaknya biasanya adalah keluarga miskin, anak yatim, dan lansia yang kesulitan mengakses air bersih atau kehilangan sumber penghasilan dari lahan pertanian yang mengering. Sedekah menjadi cara nyata untuk meringankan beban mereka sembari kita menunggu hujan turun, sekaligus wujud syukur bahwa rezeki yang masih kita miliki tetap ada hak orang lain di dalamnya.

Semangat inilah yang coba dijaga oleh Yayasan Syekh Ali Jaber melalui berbagai program kepedulian sosial, mulai dari bantuan sembako untuk dhuafa hingga santunan bagi keluarga yang terdampak kesulitan ekonomi akibat musim paceklik. Sedekah yang disalurkan lewat program semacam ini menjadi jembatan antara doa yang kita panjatkan dengan kepedulian nyata kepada sesama.

Pertanyaan Seputar Doa Minta Hujan Turun

Apa bedanya doa minta hujan dengan sholat istisqa?

Doa minta hujan adalah bacaannya, sedangkan sholat istisqa adalah ibadah sunnah dua rakaat berjamaah yang biasanya diakhiri dengan pembacaan doa tersebut. Doa bisa dibaca kapan saja, sementara sholat istisqa punya tata cara dan waktu pelaksanaan tersendiri.

Bolehkah membaca doa minta hujan sendirian di rumah?

Boleh. Doa memohon hujan tidak harus dibaca berjamaah, meski pelaksanaan sholat istisqa secara berjamaah lebih dianjurkan karena mencontoh praktik Rasulullah SAW dan para sahabat.

Apakah ada waktu khusus untuk membaca doa minta hujan?

Tidak ada waktu khusus yang mengikat, namun banyak ulama menganjurkan membacanya setelah sholat fardhu, pada sepertiga malam terakhir, atau menyertakannya dalam khutbah Jumat saat kemarau sedang berlangsung.

Apakah sedekah bisa mempercepat turunnya hujan?

Islam mengajarkan bahwa amal saleh, termasuk sedekah dan istighfar, termasuk sebab yang Allah janjikan bisa mendatangkan keberkahan, sebagaimana disebutkan dalam Surat Nuh ayat 10-12. Meski demikian, turun atau tidaknya hujan tetap sepenuhnya kehendak Allah, dan sedekah sebaiknya diniatkan karena Allah, bukan semata mengharap hujan segera turun.

Apa doa yang dibaca jika hujan turun terlalu deras hingga dikhawatirkan banjir?

Rasulullah SAW mengajarkan doa “Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa” yang artinya memohon agar hujan turun di sekitar wilayah tersebut namun tidak menimbulkan bencana bagi yang membacanya.

Penutup

Doa minta hujan turun mengajarkan kita satu hal penting, bahwa di tengah keterbatasan manusia menghadapi alam, selalu ada Allah yang Maha Kuasa untuk dimintai pertolongan. Namun doa akan terasa lebih bermakna ketika disertai amal nyata untuk sesama yang sedang kesulitan karena dampak kekeringan.

Jika hari ini Anda dimudahkan Allah dengan rezeki yang cukup, sisihkan sebagian untuk mereka yang sedang berjuang menghadapi musim paceklik lewat program sedekah Yayasan Syekh Ali Jaber di yayasansyekhalijaber.com/sedekah. Semoga menjadi ikhtiar yang Allah sertai dengan turunnya rahmat, dalam bentuk hujan maupun kemudahan hidup bagi kita semua.

Bagikan :

6282260707044

Kirim Email

Donasi Sekarang