
Setiap manusia pasti pernah merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Entah itu karena lolos ujian, mendapat pekerjaan impian, atau selamat dari musibah yang mengerikan. Sebagai seorang Muslim, kita memiliki cara indah untuk mengekspresikan rasa gembira tersebut, bukan dengan pesta pora berlebihan, melainkan dengan bersimpuh kepada Sang Pencipta. Ekspresi penghambaan ini kita kenal dengan istilah sujud syukur. Lantas, bagaimanakah bacaan sujud syukur yang benar dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW?
Memahami esensi syukur bukan hanya soal ucapan “Alhamdulillah” di lisan. Syukur melibatkan hati yang mengakui nikmat, lisan yang memuji, dan anggota tubuh yang tunduk. Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai definisi, dalil, tata cara, hingga lafal doa yang bisa Anda amalkan ketika hati sedang berbunga-bunga karena nikmat Allah.
Mengenal Apa Itu Sujud Syukur
Secara bahasa, sujud berarti tunduk atau merendahkan diri, sedangkan syukur berarti berterima kasih atas nikmat. Jadi, sujud syukur adalah sujud yang kita lakukan secara spontan ketika mendapat nikmat baru atau terhindar dari bencana yang mengancam.
Para ulama sepakat bahwa hukum melakukan sujud ini adalah sunnah. Artinya, Anda akan mendapat pahala jika mengerjakannya, namun tidak berdosa jika meninggalkannya. Meski begitu, meninggalkan amalan ini sangatlah sayang karena ini merupakan momentum “romantis” antara hamba dengan Rabb-nya.
Dalil Disyariatkannya Sujud Syukur
Rasulullah SAW senantiasa mencontohkan perilaku mulia ini dalam kehidupannya. Beliau tidak pernah lupa untuk langsung menyungkurkan wajahnya ke tanah setiap kali mendengar kabar gembira. Hal ini sebagaimana riwayat dari Abu Bakrah RA:
“Sesungguhnya apabila datang kepada Nabi SAW sesuatu yang menggembirakan atau kabar suka cita, beliau langsung sujud syukur kepada Allah.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).
Hadis ini menjadi landasan kuat bahwa mengekspresikan kegembiraan melalui sujud adalah bagian dari sunnah Nabi yang sangat dianjurkan.
Waktu yang Tepat Melaksanakannya
Anda tidak perlu menunggu waktu salat untuk melakukan ibadah ini. Kita bisa melafalkan bacaan sujud syukur dan melakukan gerakannya pada dua kondisi utama:
-
Saat Mendapat Nikmat Baru: Misalnya kelahiran anak, kesembuhan dari penyakit berat, atau keberhasilan dalam pendidikan dan karier.
-
Saat Terhindar dari Musibah: Misalnya selamat dari kecelakaan lalu lintas, lolos dari reruntuhan bangunan, atau terhindar dari fitnah yang keji.
Bacaan Sujud Syukur Lengkap dengan Artinya
Sebenarnya, tidak ada bacaan khusus yang Nabi SAW wajibkan secara kaku dalam sujud syukur. Anda boleh membaca tasbih, tahmid, atau doa syukur yang terdapat dalam Al-Qur’an. Namun, para ulama menganjurkan beberapa doa berikut agar sujud kita lebih sempurna.
1. Membaca Tasbih, Tahmid, dan Tahlil
Ini adalah bacaan paling dasar dan mudah yang bisa Anda lafalkan ketika bersujud.
Arab: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Latin: Subhaanallahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illalloohu wallaahu akbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi, Maha Agung.”
2. Doa Syukur dari Al-Qur’an (Surah An-Naml Ayat 19)
Doa ini sangat indah dan relevan sebagai bacaan sujud syukur karena berisi permohonan agar Allah membimbing kita untuk terus bersyukur.
Arab: رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Latin: Rabbi auzi’nii an asykura ni’matakal latii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilnii birahmatika fii ‘ibaadikash shaalihiin.
Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
3. Doa Sujud Tilawah
Sebagian ulama juga membolehkan membaca doa yang biasa kita baca saat sujud tilawah.
Arab: سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ، فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Latin: Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu, wa syaqqa sam’ahu wa basharahu, bihawlihi wa quwwatihi, fatabaarakallaahu ahsanul khaaliqiin.
Artinya: “Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, yang membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta.”
Tata Cara Pelaksanaan Sujud Syukur
Agar ibadah ini sah, Anda harus memperhatikan rukun dan syaratnya. Menurut Mazhab Syafi’i, sujud syukur mensyaratkan suci dari hadas dan najis, menutup aurat, serta menghadap kiblat. Berikut langkah-langkahnya:
-
Berniat di dalam hati: Niatkan untuk melakukan sujud syukur karena Allah Ta’ala.
-
Takbiratul Ihram: Mengucap Allahu Akbar dengan mengangkat kedua tangan seperti dalam salat.
-
Melakukan Sujud: Langsung turun untuk sujud satu kali (bukan dua kali seperti salat).
-
Membaca Doa: Bacalah salah satu bacaan sujud syukur yang telah tertulis di atas saat posisi kening menempel di lantai.
-
Duduk Kembali: Bangun dari sujud dan duduk sejenak (tanpa membaca tasyahud).
-
Salam: Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
Sebagian ulama lain berpendapat bahwa sujud syukur boleh kita lakukan secara spontan tanpa harus wudhu terlebih dahulu jika kondisinya mendesak atau kaget menerima kabar gembira, namun pendapat yang mensyaratkan bersuci adalah pendapat yang lebih berhati-hati (ahwath).
BACA JUGA: Mengurai Ujian dan Kemuliaan dalam Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha
Hikmah Mengamalkan Sujud Syukur
Mengapa kita perlu melakukan ini? Setidaknya ada tiga hikmah besar:
-
Menjaga Hati dari Kesombongan: Sujud menyadarkan kita bahwa keberhasilan bukan semata karena kehebatan kita, tapi karena izin Allah.
-
Mengundang Nikmat Lebih: Allah berjanji dalam Surah Ibrahim ayat 7, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”
-
Ketenangan Jiwa: Mengekspresikan emosi positif dengan cara spiritual akan memberikan dampak psikologis yang menenangkan.
Sempurnakan Rasa Syukur dengan Berbagi
Melafalkan doa dan melakukan sujud adalah bentuk syukur secara lisan dan fisik. Namun, ada satu tingkatan syukur lagi yang sangat Allah cintai, yaitu syukur dengan harta benda atau bersedekah.
Ketika Allah memberikan kelebihan rezeki atau keselamatan, berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan adalah cara terbaik untuk “mengikat” nikmat tersebut agar tidak lepas. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, justru akan memberkahinya.
Anda bisa menyempurnakan amalan syukur Anda hari ini dengan menyalurkan sedekah terbaik melalui Yayasan Syekh Ali Jaber. Yayasan ini terus melanjutkan dakwah dan perjuangan almarhum Syekh Ali Jaber dalam melahirkan para penghafal Al-Qur’an dan membantu umat yang membutuhkan.






