Adab Berdoa dalam Islam yang Perlu Diketahui, Jangan Sampaai Dilupakan - Yayasan Syekh Ali Jaber

Adab Berdoa dalam Islam yang Perlu Diketahui, Jangan Sampaai Dilupakan

Adab Berdoa dalam Islam yang Perlu Diketahui

Berdoa bukan sekadar menyampaikan daftar keinginan kepada Allah. Dalam Islam, doa merupakan bentuk ibadah, penghambaan, harapan, sekaligus pengakuan bahwa manusia membutuhkan pertolongan Allah dalam setiap keadaan.

Karena itu, memahami adab berdoa membantu seorang Muslim memohon dengan sikap yang lebih baik. Adab berdoa adalah tata sikap lahir dan batin yang dianjurkan ketika seorang hamba memohon kepada Allah, seperti ikhlas, rendah hati, tidak tergesa gesa, serta menjaga apa yang dimakan dan dikerjakan.

Allah sendiri menegaskan bahwa Dia dekat dengan hamba yang berdoa.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya

“Apabila hamba hamba-Ku bertanya tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku menjawab doa orang yang berdoa ketika ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka menaati-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh petunjuk.” (QS Al Baqarah ayat 186)

Ayat ini memberi dasar penting bahwa doa tidak membutuhkan perantara untuk sampai kepada Allah. Seorang Muslim dapat memohon kepada-Nya kapan pun dan dalam berbagai keadaan.

BACA JUGA: Mulia Banget! Ini Pahala Sholat Qobliyah Subuh dan Keutamaannya

Adab Berdoa Menurut Al Quran dan Hadis

Islam mengajarkan sejumlah sikap yang dapat menyempurnakan doa. Beberapa di antaranya berkaitan dengan hati, cara meminta, isi permohonan, dan kebiasaan hidup seseorang.

1. Berdoa hanya kepada Allah dengan penuh keikhlasan

Dasar pertama dalam berdoa adalah mengarahkan permohonan kepada Allah. Doa merupakan bentuk penghambaan sehingga hati hendaknya bergantung kepada-Nya, bukan sekadar kepada kemampuan manusia atau sebab duniawi.

Allah berfirman

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya:

“Tuhanmu berfirman, berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku memperkenankan permohonanmu. Sesungguhnya orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk ke dalam Jahanam dalam keadaan hina.” (QS Ghafir ayat 60)

Ikhlas juga berarti tidak menjadikan doa sebagai sekadar kebiasaan lisan. Seorang hamba berusaha menghadirkan hati dan menyadari kepada siapa ia sedang meminta.

2. Merendahkan diri dan tidak berlebihan

Doa sebaiknya disampaikan dengan kerendahan hati. Allah memerintahkan manusia untuk berdoa dengan penuh ketundukan dan tidak melampaui batas.

ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًۭا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

Artinya:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang melampaui batas.” (QS Al Araf ayat 55)

Ayat ini menunjukkan bahwa nilai doa tidak bergantung pada kerasnya suara. Yang lebih penting adalah ketundukan, kesungguhan, dan kesadaran hati ketika menghadap Allah.

3. Memulai dengan memuji Allah dan bershalawat

Memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah ﷺ merupakan salah satu tuntunan yang baik sebelum menyampaikan permohonan.

Rasulullah ﷺ bersabda

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لِيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ

Artinya

“Apabila salah seorang di antara kalian berdoa, hendaklah ia memulai dengan memuji Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi, lalu berdoa dengan apa yang ia kehendaki.” (HR Tirmidzi no. 3477). Hadis ini dinilai hasan dalam rujukan yang digunakan.

Praktiknya tidak perlu dibuat rumit. Seorang Muslim dapat memulai dengan hamdalah, memuji kebesaran dan kasih sayang Allah, kemudian membaca shalawat sebelum menyampaikan kebutuhan yang ingin dimohonkan.

4. Memohon dengan sungguh sungguh

Ketika berdoa, seorang hamba dianjurkan meminta dengan sungguh sungguh, bukan dengan ungkapan yang menunjukkan seolah Allah dapat dipaksa atau enggan memberi.

Rasulullah ﷺ bersabda

لِيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ فَإِنَّهُ لاَ مُكْرِهَ لَهُ

Artinya

“Hendaklah seseorang bersungguh sungguh dalam meminta karena tidak ada yang dapat memaksa Allah.” (HR Bukhari no. 6339)

Kesungguhan bukan berarti menuntut Allah agar memenuhi permintaan sesuai jadwal manusia. Seorang Muslim meminta dengan penuh harap sambil tetap menyerahkan hasil kepada hikmah Allah.

5. Jangan tergesa gesa menganggap doa tidak dikabulkan

Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah berhenti berdoa karena merasa permohonan belum terjawab.

Rasulullah ﷺ bersabda

لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ

Artinya:

“Doa seorang hamba terus memiliki peluang untuk dikabulkan selama ia tidak meminta sesuatu yang berdosa atau memutus hubungan kekeluargaan dan selama ia tidak tergesa gesa.” (HR Muslim no. 2735c)

Hadis tersebut juga menjelaskan bentuk ketergesa gesaan, yaitu seseorang berkata bahwa ia sudah berdoa berkali kali tetapi belum melihat jawaban, kemudian merasa putus asa dan meninggalkan doa.

Dengan demikian, doa bukan transaksi yang selalu menghasilkan sesuatu tepat setelah permohonan disampaikan. Seorang Muslim tetap berusaha, berdoa, dan bertawakal.

6. Memohon sesuatu yang baik

Isi doa juga harus diperhatikan. Seorang Muslim tidak sepatutnya meminta sesuatu yang berupa maksiat, kezaliman, atau terputusnya hubungan keluarga.

Prinsip ini disebutkan secara jelas dalam Sahih Muslim no. 2735c.

Karena itu, ketika meminta rezeki, pekerjaan, keluarga, kesehatan, pendidikan, atau kebutuhan lainnya, sertakan keinginan agar pemberian tersebut membawa kebaikan dan membantu seseorang semakin dekat kepada Allah.

7. Menjaga sumber makanan dan penghasilan yang halal

Kehidupan sehari hari tidak terpisah dari doa. Rasulullah ﷺ mengingatkan mengenai seseorang yang mengangkat tangan memohon kepada Allah tetapi makanan, minuman, pakaian, dan sumber kehidupannya berasal dari sesuatu yang haram.

Dalam hadis tersebut Rasulullah ﷺ bersabda

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا

Artinya:

“Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR Muslim no. 1015)

Pesannya sangat relevan. Memperbaiki doa sebaiknya berjalan bersama usaha memperbaiki sumber penghasilan, makanan, serta cara memperoleh harta.

BACA JUGA: PTQ Syekh Ali Jaber Gelar Lomba Musabaqah Syarhil Qur’an, Ini Daftar Pemenangnya

Waktu dan Keadaan yang Baik untuk Berdoa

Ada beberapa keadaan yang secara khusus disebut dalam hadis sebagai kesempatan yang baik untuk memperbanyak doa. Namun, seorang Muslim tetap dapat berdoa kapan saja karena Allah menyatakan bahwa Dia dekat dengan hamba yang memohon kepada-Nya.

Beberapa kesempatan yang memiliki dasar hadis kuat antara lain

  1. Sepertiga malam terakhir

Rasulullah ﷺ menyebut sepertiga malam terakhir sebagai waktu ketika hamba diajak untuk memohon, meminta, dan memohon ampun kepada Allah. HR Bukhari no. 1145

  1. Saat sujud dalam shalat

Rasulullah ﷺ bersabda

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Artinya:

“Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia bersujud. Maka perbanyaklah doa.” (HR Muslim no. 482)

Tidak perlu menunggu waktu tertentu untuk mulai berdoa. Waktu waktu utama dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak permohonan, tetapi doa tetap bisa dipanjatkan ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan maupun saat berada dalam kelapangan.

Apakah Harus Berwudhu dan Menghadap Kiblat Saat Berdoa

Wudhu, menghadap kiblat, dan mengangkat tangan termasuk tata cara yang dianjurkan dalam berbagai pembahasan ulama mengenai doa, tetapi jangan sampai seseorang mengira bahwa ia sama sekali tidak boleh berdoa ketika belum melakukannya.

Doa dapat dilakukan dalam banyak keadaan. Wudhu dan menghadap kiblat dapat menjadi bagian dari penyempurnaan adab ketika memungkinkan, bukan alasan untuk menunda berdoa ketika seseorang membutuhkan pertolongan Allah. Sejumlah ulama juga mencantumkan wudhu, menghadap kiblat, mengangkat tangan, tahmid, dan shalawat sebagai amalan yang dianjurkan ketika berdoa.

Hal terpenting adalah tidak mengubah perkara yang dianjurkan menjadi beban sehingga seseorang justru enggan berdoa.

BACA JUGA: Pahala Membersihkan Masjid dan Dalil Keutamaannya

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Berdoa

Kesalahan terbesar bukan terletak pada indah atau tidaknya rangkaian kata. Yang harus dijaga adalah isi permohonan dan keadaan hati.

Beberapa hal yang sebaiknya dihindari meliputi

  1. Berdoa sambil merasa tidak membutuhkan Allah
  2. Meminta sesuatu yang mengandung maksiat atau kezaliman
  3. Memohon terputusnya hubungan kekeluargaan
  4. Tergesa gesa menyimpulkan bahwa doa tidak dikabulkan
  5. Menganggap lafaz tertentu sebagai satu satunya cara berdoa tanpa dasar yang jelas
  6. Menjadikan doa sebagai pengganti ikhtiar yang sebenarnya mampu dilakukan

Berdoa dan berusaha bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya dapat berjalan bersama. Seseorang berusaha dengan kemampuan yang Allah berikan, lalu menyerahkan hasil akhirnya kepada-Nya.

Dari Doa Menuju Amal dan Kepedulian kepada Sesama

Doa dapat melahirkan kepedulian. Ketika seseorang meminta kelapangan rezeki, keselamatan keluarga, atau kemudahan hidup, ia juga dapat belajar melihat bahwa orang lain memiliki kebutuhan yang serupa.

Salah satu bentuk syukur atas rezeki adalah berbagi sesuai kemampuan. Sedekah adalah pemberian yang dilakukan dengan ikhlas untuk kebaikan dan tidak harus menunggu seseorang memiliki harta berlimpah.

Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan sedekah melalui lembaga, rekam jejak dan keterbukaan kegiatan patut menjadi pertimbangan. Yayasan Syekh Ali Jaber menyebut telah berdiri sejak 2013 dan terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan HAM RI. Kegiatan yayasan bergerak antara lain dalam pendidikan Al Quran, sosial, dan dakwah.

Laporan kegiatan juga dapat membantu masyarakat melihat bagaimana program dilaksanakan. Dalam laporan Gema Qurban 2026, misalnya, Yayasan Syekh Ali Jaber mencatat pendistribusian daging qurban kepada 2.748 penerima manfaat.

Bagi yang ingin menjadikan rasa syukur dan kepedulian sebagai amal nyata, pilihan program sedekah dapat dilihat melalui yayasansyekhalijaber.com/sedekah. Berbagilah sesuai kemampuan dan niatkan semata mata untuk mencari ridha Allah.

FAQ tentang Berdoa

Apakah doa harus menggunakan bahasa Arab

Tidak semua doa di luar bacaan khusus dalam ibadah harus disampaikan dalam bahasa Arab. Seseorang dapat menyampaikan permohonannya kepada Allah dengan bahasa yang ia pahami, terutama dalam doa pribadi di luar shalat.

Mengapa doa belum juga dikabulkan

Seorang Muslim tidak dianjurkan tergesa gesa menyimpulkan bahwa doanya tidak dikabulkan. Rasulullah ﷺ melarang sikap putus asa hanya karena seseorang belum melihat jawaban atas permohonannya. HR Muslim no. 2735c.

Apakah boleh berdoa tanpa wudhu

Berdoa tidak perlu ditunda hanya karena belum berwudhu. Wudhu termasuk amalan yang baik ketika memungkinkan, tetapi seseorang tetap dapat memohon kepada Allah dalam berbagai keadaan.

Apa waktu yang baik untuk memperbanyak doa

Di antara waktu dan keadaan yang memiliki dasar hadis kuat adalah sepertiga malam terakhir dan ketika sujud dalam shalat. HR Bukhari no. 1145 dan HR Muslim no. 482.

Apakah boleh mengulang doa yang sama

Boleh. Mengulang permohonan tidak sama dengan tergesa gesa. Yang dilarang adalah merasa putus asa, lalu meninggalkan doa karena menganggap Allah tidak menjawabnya.

Penutup

Memahami adab berdoa membantu seorang Muslim melihat doa bukan hanya sebagai cara meminta sesuatu, tetapi sebagai bentuk kedekatan, ketundukan, dan kepercayaan kepada Allah. Berdoalah dengan ikhlas, rendah hati, sungguh sungguh, serta tetap menjaga ikhtiar dan kebaikan dalam kehidupan sehari hari.

Ketika Allah memberi kelapangan, rasa syukur juga dapat diwujudkan dengan membantu orang lain. Jika ingin menitipkan sedekah melalui program sosial dan pendidikan Al Quran Yayasan Syekh Ali Jaber, Anda dapat melihat pilihan program di yayasansyekhalijaber.com/sedekah dan memilih sesuai kemampuan.

Bagikan :

6282260707044

Kirim Email

Donasi Sekarang