
Setiap manusia pasti pernah mengalami lupa, bahkan ketika sedang khusyuk menjalankan ibadah salat. Terkadang, kita ragu mengenai jumlah rakaat yang sudah dikerjakan, lupa melakukan tasyahud awal, atau tidak sengaja menambah gerakan salat. Dalam kondisi seperti ini, Islam memberikan sebuah solusi indah yang disebut sujud sahwi. Memahami tata cara sujud sahwi yang benar merupakan sebuah pengetahuan penting bagi setiap muslim agar dapat menyempurnakan ibadahnya dan mengatasi keraguan tanpa harus mengulang salat dari awal.
Sujud sahwi adalah dua sujud yang seseorang lakukan untuk menutupi kekurangan atau kelebihan yang terjadi dalam salat karena lupa. Pelaksanaannya merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT yang memahami sifat dasar manusia yang pelupa. Dengan melaksanakannya, salat kita yang semula memiliki celah karena kelupaan, menjadi utuh dan sempurna kembali di hadapan-Nya.
Mengapa Kita Perlu Melakukan Sujud karena Lupa?
Dasar hukum pelaksanaan sujud sahwi adalah sunah muakadah atau sunah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri pernah melakukannya untuk mengajarkan umatnya. Hikmah di baliknya sangat besar, yaitu untuk menjaga kemurnian dan kesempurnaan salat. Selain itu, sujud ini juga berfungsi untuk menghinakan setan yang senantiasa berusaha mengganggu konsentrasi manusia saat beribadah. Dengan memahami penyebab dan tata cara sujud sahwi, kita menunjukkan kesungguhan kita dalam menjaga kualitas salat.
4 Kondisi Utama yang Menyebabkan Sujud Sahwi
Secara umum, para ulama fikih merangkum ada empat kondisi utama yang menjadi alasan seseorang dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi. Berikut adalah penjelasannya.
1. Menambah Gerakan atau Rakaat Salat
Jika Anda secara tidak sadar menambah gerakan salat, misalnya rukuk dua kali atau menambah rakaat kelima pada salat Zuhur, maka Anda dianjurkan melakukan sujud sahwi setelah salam.
2. Mengurangi Gerakan atau Rakaat Salat
Apabila Anda yakin telah mengurangi rukun salat, seperti langsung sujud dari iktidal tanpa rukuk dan baru teringat setelahnya, Anda wajib menyempurnakan rukun yang tertinggal itu lalu melakukan sujud sahwi sebelum salam. Hal yang sama berlaku jika Anda kekurangan jumlah rakaat.
3. Ragu-Ragu dalam Jumlah Rakaat
Ketika Anda ragu antara sudah mengerjakan tiga atau empat rakaat, maka ambillah jumlah yang paling sedikit (tiga rakaat). Kemudian, Anda menambah satu rakaat lagi untuk menggenapinya dan melaksanakan sujud sahwi sebelum salam. Ini adalah cara untuk menghilangkan keraguan dengan keyakinan.
4. Lupa Melaksanakan Tasyahud Awal
Tasyahud awal termasuk dalam sunah ab’ad, yaitu sunah yang jika terlupakan dianjurkan untuk diganti dengan sujud sahwi. Jika Anda lupa dan sudah terlanjur berdiri sempurna untuk rakaat ketiga, jangan kembali duduk. Lanjutkan salat Anda hingga selesai dan lakukan sujud sahwi sebelum salam.
Panduan Praktis Tata Cara Sujud Sahwi yang Benar
Pelaksanaan sujud sahwi dapat dilakukan sebelum atau sesudah salam, tergantung pada penyebabnya. Keduanya memiliki dalil yang kuat dari hadis Nabi Muhammad SAW.
Sujud Sahwi Sebelum Salam
Cara ini umumnya dilakukan karena adanya kekurangan rakaat atau keraguan dalam salat. Berikut langkah-langkahnya:
- Setelah membaca tasyahud akhir dan sebelum salam, Anda langsung bertakbir dan sujud seperti sujud biasa dalam salat.
- Saat sujud, bacalah doa sujud sahwi.
- Bangkit dari sujud untuk duduk di antara dua sujud.
- Lakukan sujud kedua dengan membaca doa yang sama.
- Bangkit dari sujud kedua, lalu langsung mengucapkan salam untuk mengakhiri salat.
Sujud Sahwi Sesudah Salam
Cara ini biasanya dilakukan karena adanya kelebihan rakaat atau gerakan dalam salat. Berikut langkah-langkahnya:
- Selesaikan salat Anda secara normal hingga mengucapkan salam.
- Setelah salam, Anda bertakbir (Allahu Akbar) lalu langsung sujud.
- Bacalah doa sujud sahwi saat sujud.
- Bangkit dari sujud untuk duduk di antara dua sujud.
- Lakukan sujud kedua dengan membaca doa yang sama.
- Bangkit dari sujud kedua, lalu duduk sejenak dan mengucapkan salam sekali lagi.
BACA JUGA: Mengungkap Keutamaan Sholat Witir, Amalan Penutup Malam yang Dicintai Allah
Bacaan Doa Sujud Sahwi dan Artinya
Berikut adalah bacaan yang dianjurkan untuk dibaca ketika melakukan sujud sahwi, lengkap dengan tulisan latin dan terjemahannya.
Bacaan Arab:
Tulisan Latin: Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huu.
Artinya: “Maha Suci Dzat yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa.”
Meskipun bacaan di atas sangat dianjurkan, Anda juga boleh membaca tasbih sujud biasa seperti Subhaana rabbiyal a’laa.
Sempurnakan Ibadah dengan Amal Kebaikan
Memahami dan mempraktikkan tata cara sujud sahwi adalah wujud dari keinginan kita untuk menyempurnakan ibadah wajib. Kesempurnaan ini sejatinya tidak hanya kita cari dalam salat, tetapi juga dalam setiap aspek kehidupan kita, termasuk dalam berbuat baik kepada sesama.
Salah satu pintu kebaikan yang paling mulia adalah melalui sedekah. Sedekah tidak hanya membantu meringankan beban saudara kita yang membutuhkan, tetapi juga menjadi amalan jariyah yang pahalanya akan terus mengalir. Sebagaimana kita “menambal” kekurangan dalam salat, sedekah dapat “menambal” kekurangan dalam catatan amal kita dan menjadi penolong di hari akhir kelak.
Untuk itu, kami mengajak Anda untuk menyalurkan kebaikan melalui lembaga yang amanah dan terpercaya. Mari bersama-sama menambah timbangan amal baik dengan cara bersedekah melalui Yayasan Syekh Ali Jaber. Setiap donasi yang Anda berikan akan disalurkan untuk program-program dakwah, pendidikan Al-Qur’an, dan sosial yang bermanfaat bagi umat.






