
Setiap Muslim memiliki kewajiban untuk memahami tata cara mengkafani jenazah. Mengurus jenazah adalah fardhu kifayah, artinya apabila sebagian umat Islam sudah melaksanakannya maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Namun, jika tidak ada seorang pun yang melakukannya, maka semua umat Islam di wilayah tersebut berdosa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengikuti jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menegaskan bahwa mengurus jenazah, termasuk memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan, adalah bentuk penghormatan terakhir kepada sesama Muslim.
Persiapan Sebelum Mengkafani
Sebelum masuk ke inti tata cara mengkafani jenazah, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan:
-
Menyiapkan kain kafan: untuk laki-laki minimal tiga lembar kain putih, sedangkan perempuan lima lembar.
-
Peralatan: gunting, kapas, minyak wangi non-alkohol, dan tali pengikat.
-
Tempat yang layak: jenazah diletakkan di tempat tertutup agar terjaga kehormatannya.
Tata Cara Mengkafani Jenazah Laki-Laki
1. Menyiapkan Kain Kafan
Kain kafan untuk laki-laki biasanya tiga lapis. Kain ini dipotong secukupnya agar bisa menutupi seluruh tubuh, lalu diberi wewangian seperti kapur barus.
2. Membungkus Jenazah
-
Jenazah diletakkan di atas kain kafan dengan posisi telentang.
-
Kapas atau kain kecil diletakkan pada bagian aurat.
-
Kain kafan dilipat dari kanan ke kiri, kemudian dari kiri ke kanan hingga menutupi tubuh.
-
Ikat bagian kepala, kaki, dan pinggang dengan tali kain.
Dalilnya berdasarkan hadis dari Aisyah RA:
“Rasulullah ﷺ dikafani dengan tiga lembar kain putih dari Yaman, tanpa baju dan tanpa sorban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tata Cara Mengkafani Jenazah Perempuan
Perempuan umumnya dikafani dengan lima lapis kain, yaitu:
-
Kain sarung.
-
Baju kurung.
-
Kerudung.
-
Dua lapis kain kafan besar.
Langkah mengkafani jenazah perempuan hampir sama dengan laki-laki, hanya saja tambahan kerudung dan baju kurung dimaksudkan untuk menutup aurat secara lebih sempurna.
Doa Saat Mengkafani
Saat mengkafani, dianjurkan membaca doa untuk jenazah:
Bahasa Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Latin:
Allahummaghfirlahu warhamhu, wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah kesalahannya.”
Doa ini menjadi bentuk permohonan agar Allah memberikan ampunan dan kasih sayang kepada almarhum.
Hikmah dari Mengkafani Jenazah
Mengetahui tata cara mengkafani jenazah bukan hanya perkara teknis, tetapi juga memiliki hikmah spiritual:
-
Mengingatkan manusia bahwa dunia hanya sementara.
-
Menjaga kehormatan jenazah hingga penguburan.
-
Menjadi ladang pahala bagi yang melaksanakan, karena termasuk amal fardhu kifayah.
Allah SWT berfirman:
ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقْبَرَهٗۙ
“Kemudian Dia mematikannya dan menguburkannya.” (QS. Abasa: 21).
Ayat ini menjadi dasar pentingnya memuliakan jenazah dengan cara dikafani dan dikuburkan.
BACA JUGA: Keutamaan Puasa Daud yang Luar Biasa bagi Kehidupan Seorang Muslim
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Beberapa kesalahan umum saat mengkafani jenazah yang perlu dihindari antara lain:
-
Menggunakan kain yang berlebihan atau mewah.
-
Membiarkan aurat jenazah terbuka.
-
Tidak memperhatikan wewangian sunnah.
-
Melakukan proses secara terburu-buru tanpa ketelitian.
Rasulullah ﷺ selalu menekankan kesederhanaan dalam pengurusan jenazah, termasuk dalam pemakaian kain kafan.
Mengkafani Sebagai Pengingat Kematian
Setiap kali melihat prosesi tata cara mengkafani jenazah, seorang Muslim seharusnya semakin sadar bahwa ajal akan menjemput siapa saja. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ:
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (kematian).” (HR. Tirmidzi).
Dengan mengingat kematian, hati menjadi lebih lembut, lebih siap memperbanyak amal saleh, dan meninggalkan perbuatan sia-sia.
Bersedekah untuk Bekal Akhirat
Selain mengetahui tata cara mengkafani jenazah, setiap Muslim dianjurkan memperbanyak amal jariyah, salah satunya sedekah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.” (HR. Muslim).
Karena itu, mari menambah bekal akhirat dengan bersedekah melalui Yayasan Syekh Ali Jaber. InsyaAllah, pahala akan terus mengalir meski kita sudah tiada.






