
Awal bulan Safar 1447 H dimulai pada Sabtu, 26 Juli 2025. Dengan penetapan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Safar 1447 H, yang jatuh pada Kamis hingga Sabtu, 7–9 Agustus 2025.
Ayyamul Bidh berarti hari-hari cerah yang malamnya diterangi cahaya bulan purnama. Puasa ini termasuk puasa sunnah muakkad, yang sangat dianjurkan Rasulullah saw untuk dikerjakan, baik ketika berada di rumah maupun saat dalam perjalanan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Abbas:
“Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (ayyamul bidh) baik di rumah maupun dalam bepergian.” (HR. An-Nasai)
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh hendaknya dimulai dengan membaca niat yang benar. Niat dapat dilafalkan pada malam hari hingga sebelum masuk waktu zawal (saat matahari mulai condong ke barat), selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang lengkap:
Lafal Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaytu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ.
Artinya
“Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.”
Membaca niat ini dengan lisan lebih utama dibandingkan hanya di dalam hati, sebagaimana kebiasaan ulama salaf.
Tata Cara Melaksanakan Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
1. Makan Sahur
Disunnahkan untuk makan sahur menjelang Subuh sebelum imsak.
Rasulullah saw bersabda: “Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Seperti halnya puasa wajib, selama berpuasa sunnah Ayyamul Bidh umat Islam wajib menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
3. Menyegerakan Berbuka
Jika waktu Maghrib tiba, disunnahkan untuk segera berbuka puasa dengan doa:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah
“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”
BACA JUGA: Doa Setelah Sholat Dhuha yang Dianjurkan dan Keutamaannya
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang luar biasa. Dalam sebuah hadis riwayat Abudzar ra, Rasulullah saw menyampaikan bahwa orang yang berpuasa tiga hari setiap bulan, seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun.
Hal ini diperkuat dengan ayat Al-Qur’an:
“Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya.” (QS Al-An’am: 160)
Satu hari puasa sunnah setara dengan pahala 10 hari. Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh selama tiga hari sama dengan pahala puasa 30 hari atau setahun penuh.
Kesimpulan
Melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Bidh pada tanggal 7–9 Agustus 2025 di bulan Safar 1447 H adalah amalan yang sangat dianjurkan. Dengan niat puasa Ayyamul Bidh yang benar, umat Islam dapat meraih pahala yang setara dengan puasa sepanjang tahun serta keberkahan yang besar.
Yayasan Syekh Ali Jaber mengajak umat Islam untuk melengkapi kebaikan puasa sunnah ini dengan amalan sedekah. Mari salurkan donasi dan dukungan Anda melalui program-program kemanusiaan Yayasan Syekh Ali Jaber. Bersedekah sambil berpuasa akan menjadi penyempurna amalan yang dicintai Allah Swt.






