
Pagi hari adalah lembaran baru yang Allah SWT titipkan kepada setiap hamba-Nya. Sebelum melangkah ke berbagai kesibukan, sebagian besar umat Islam memilih membuka hari dengan bacaan zikir pagi agar hati lebih tenang dan langkah lebih terarah. Kebiasaan sederhana ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kesadaran bahwa segala urusan hari itu tetap berada dalam kuasa Allah.
Artikel ini menghimpun bacaan zikir pagi sesuai sunnah lengkap dengan lafal Arab, latin, arti, dalil, dan waktu terbaik mengamalkannya. Semoga uraian ini bisa menjadi pegangan harian yang mudah dipraktikkan, bukan sekadar bacaan yang dihafal tanpa dipahami maknanya.
Apa Itu Zikir Pagi dan Mengapa Dianjurkan
Zikir pagi adalah kumpulan bacaan yang berisi tasbih, tahmid, tahlil, istighfar, dan doa perlindungan yang diamalkan setelah shalat Subuh hingga terbit matahari. Zikir sendiri berasal dari kata Arab “dzakara” yang berarti mengingat atau menyebut, sehingga secara sederhana zikir adalah aktivitas mengingat Allah baik dengan lisan maupun hati.
Anjuran berzikir di waktu pagi disebutkan langsung dalam Al Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS Ar Rum ayat 17 yang menganjurkan bertasbih pada waktu petang dan pagi hari. Anjuran serupa juga terdapat dalam QS Al Ahzab ayat 42 yang menyebutkan perintah bertasbih pada pagi dan petang. Dua ayat ini menjadi dasar mengapa zikir pagi dianggap sebagai amalan yang dianjurkan secara khusus, bukan sekadar kebiasaan turun temurun.
Kumpulan Bacaan Zikir Pagi Sesuai Sunnah
Susunan zikir pagi yang paling banyak dirujuk umat Islam Indonesia adalah versi yang dihimpun Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dalam buku Dzikir Pagi Petang, yang bisa dibaca lengkap di rumaysho.com. Susunan ini sudah disaring dari riwayat yang lemah, sehingga hanya memuat zikir dengan sanad yang dinilai sahih atau hasan oleh para ulama hadis. Berikut beberapa bacaan inti beserta faedahnya.
1. Ayat Kursi
Ayat Kursi (QS Al Baqarah ayat 255) dibaca satu kali pada pagi hari. Ayat ini menegaskan keesaan dan keagungan Allah yang tidak pernah mengantuk maupun tidur, serta menjaga seluruh langit dan bumi tanpa merasa berat. Dalam hadis riwayat Al Hakim yang dinilai sahih oleh Syaikh Al Albani, siapa yang membaca Ayat Kursi di waktu pagi akan mendapat penjagaan Allah hingga petang, begitu pula sebaliknya jika dibaca di waktu petang.
2. Tiga Qul (Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas)
Ketiga surat pendek ini dianjurkan dibaca masing masing tiga kali setiap pagi berdasarkan riwayat Abu Daud dan Tirmidzi dengan sanad hasan. Surat Al Ikhlas menegaskan keesaan Allah yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, sedangkan Al Falaq dan An Nas berisi permohonan perlindungan dari kejahatan makhluk, sihir, dan bisikan buruk baik dari jin maupun manusia. Faedahnya, siapa yang membaca ketiganya tiga kali di pagi dan petang, segala urusannya akan dicukupkan Allah.
3. Doa Pagi Ashbahna wa Ashbahal Mulku Lillah
Doa ini dibaca satu kali dan diriwayatkan dalam Shahih Muslim. Isinya adalah pengakuan bahwa kerajaan dan segala puji hanya milik Allah, dilanjutkan permohonan kebaikan pada hari itu dan hari sesudahnya, serta perlindungan dari kemalasan, keburukan di usia tua, siksa neraka, dan siksa kubur. Doa ini cocok dijadikan pengingat harian bahwa kebaikan yang kita minta juga perlu diusahakan lewat amal nyata.
4. Sayyidul Istighfar
Sayyidul istighfar dikenal sebagai penghulu segala istighfar karena mengandung pengakuan seorang hamba atas penciptaan dirinya, perjanjian keimanan, dan nikmat yang telah Allah berikan, sekaligus permohonan ampun atas dosa yang diperbuat. Berdasarkan hadis riwayat Bukhari nomor 6306, siapa yang membacanya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu wafat sebelum petang pada hari yang sama, ia termasuk golongan penghuni surga.
5. Persaksian Tauhid Empat Kali
Bacaan yang diawali “Allahumma inni ashbahtu usyhiduka” ini berisi persaksian kepada Allah, malaikat pemikul Arsy, dan seluruh makhluk bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah hamba serta utusan Nya. Dibaca empat kali pada pagi dan petang. Dalam hadis riwayat Abu Daud nomor 5069, siapa yang mengamalkannya akan dibebaskan Allah dari siksa neraka.
6. Zikir Tasbih, Tahlil, dan Istighfar
Beberapa zikir pendek yang juga dianjurkan antara lain “Subhanallahi wa bihamdihi” yang dibaca seratus kali (HR Muslim nomor 2691), kalimat tauhid “Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah” yang dibaca sepuluh kali (HR Bukhari nomor 3293 dan Muslim nomor 2691), serta istighfar singkat “Astaghfirullah wa atuubu ilaih” yang dibaca seratus kali dalam sehari (HR Bukhari nomor 6307). Ketiganya ringan diucapkan namun disebutkan memiliki ganjaran besar, mulai dari penghapusan kesalahan hingga penjagaan dari gangguan setan sepanjang hari.
Susunan lengkap dengan seluruh delapan belas bacaan, teks Arab, transliterasi, dan rujukan hadisnya bisa disimak langsung di artikel Bacaan Dzikir Pagi di Rumaysho.Com.
Waktu Terbaik Membaca Zikir Pagi
Waktu paling utama untuk membaca zikir pagi adalah setelah shalat Subuh hingga terbit matahari. Jika waktu itu terlewat, zikir masih bisa dibaca hingga menjelang waktu Zuhur, meski pahala yang paling utama tetap didapat pada rentang waktu setelah Subuh.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa rentang toleransi ini dimulai sejak pertengahan malam terakhir sampai matahari belum condong ke barat. Artinya, seseorang yang bangun kesiangan pun tetap dianjurkan mengejar zikir ini selama belum masuk waktu Zuhur, bukan lantas ditinggalkan sama sekali.
BACA JUGA: Keutamaan Qiyamul Lail, Rahasia Cahaya di Sepertiga Malam Terakhir
Keutamaan Zikir Pagi bagi Kehidupan Sehari hari
Zikir pagi memberi ketenangan batin karena seseorang memulai harinya dengan mengingat Allah lebih dahulu sebelum disibukkan oleh urusan dunia. Ketenangan ini bukan klaim tanpa dasar, sebab Allah SWT sendiri menegaskan dalam QS Ar Ra’d ayat 28 bahwa hati menjadi tenang dengan mengingat Allah.
Selain itu, sejumlah riwayat menyebutkan bahwa zikir pagi menjadi bentuk penjagaan diri sepanjang hari serta sarana penghapus dosa harian. Meski demikian, keutamaan ini sebaiknya dipahami sebagai motivasi untuk istikamah, bukan jaminan otomatis yang membebaskan seseorang dari ikhtiar dan kehati hatian dalam menjalani hari.
Zikir Pagi dan Semangat Berbagi kepada Sesama
Ada benang merah yang menghubungkan zikir pagi dengan sedekah, yaitu kesadaran bahwa segala yang kita miliki hari ini, mulai dari napas, waktu, hingga rezeki, adalah titipan Allah yang sewaktu waktu bisa diminta kembali. Seseorang yang mengawali pagi dengan mengingat Allah biasanya lebih mudah tergerak untuk berbagi, sebab ia menyadari bahwa harta yang dimiliki bukan semata hasil usaha sendiri.
Sedekah adalah pemberian harta atau bantuan kepada orang lain yang dilakukan secara ikhlas tanpa mengharap imbalan duniawi. Jika zikir pagi menata hati agar selalu bersyukur, sedekah adalah wujud nyata dari syukur itu sendiri, sebab rasa syukur yang hanya berhenti di lisan tanpa berbuah kepedulian akan terasa kurang lengkap.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah zikir pagi wajib dibaca setiap hari?
Zikir pagi termasuk amalan sunah, bukan kewajiban seperti shalat lima waktu. Namun karena keutamaannya yang besar, para ulama menganjurkan untuk mengamalkannya secara rutin setiap hari.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membaca zikir pagi lengkap?
Jika mengikuti susunan Al Ma’tsurat versi ringkas, waktu yang dibutuhkan sekitar sepuluh hingga lima belas menit. Versi lengkap atau Kubra bisa memakan waktu lebih lama tergantung kecepatan membaca.
Bolehkah zikir pagi dibaca sambil beraktivitas, misalnya di kendaraan?
Boleh, sebab zikir tidak mensyaratkan posisi atau tempat khusus selama dalam keadaan suci dari hadas besar dan berada di tempat yang layak. Yang lebih penting adalah menjaga kekhusyukan saat melafalkannya.
Apa bedanya Al Ma’tsurat Sughra dan Kubra?
Al Ma’tsurat Sughra adalah versi ringkas dari himpunan zikir pagi dan petang, sedangkan Kubra adalah versi lengkapnya dengan jumlah bacaan yang lebih banyak. Keduanya sama sama disusun berdasarkan riwayat dari Rasulullah SAW.
Apakah zikir pagi bisa diganti waktunya jika kesiangan?
Bisa, zikir pagi masih boleh dibaca hingga menjelang waktu Zuhur meski pahala paling utama didapat pada rentang setelah Subuh hingga terbit matahari.
BACA JUGA: Tata Cara Tayamum di Kereta, Solusi Bersuci Saat Sulit Air
Amalan Tambahan Selain Zikir
Mengawali pagi dengan zikir adalah cara sederhana untuk menata hati sebelum menghadapi berbagai urusan sepanjang hari. Semakin sering seseorang mengingat Allah di pagi hari, semakin mudah pula ia melihat rezeki yang dimiliki sebagai amanah yang perlu disyukuri, salah satunya lewat kepedulian kepada sesama yang membutuhkan.
Jika hari ini Anda merasa cukup untuk diri sendiri, mungkin ini saat yang tepat untuk berbagi sebagian rezeki kepada saudara yang belum seberuntung Anda. Yayasan Syekh Alijaber membuka kesempatan itu melalui halaman yayasansyekhalijaber.com/sedekah, tempat setiap donasi disalurkan secara amanah kepada mereka yang membutuhkan.




