Mengenal Macam-Macam Salat Sunnah, Apa Saja dan Bagaimana Tata Caranya? - Yayasan Syekh Ali Jaber

Mengenal Macam-Macam Salat Sunnah, Apa Saja dan Bagaimana Tata Caranya?

Mengenal Macam-Macam Salat Sunnah, Apa Saja dan Bagaimana Tata Caranya

Macam-macam salat sunnah yang sangat dianjurkan (muakkad) antara lain salat Tahajud, Dhuha, Rawatib, Witir, Tarawih, dan Istikharah. Salat sunnah berfungsi sebagai penyempurna kekurangan salat fardu dan menjadi amalan yang mendekatkan diri seorang hamba kepada Allah SWT.

Dalil & Dasar Hukum Salat Sunnah

Sebagai umat Muslim, setiap ibadah yang kita kerjakan harus memiliki landasan yang kuat. Kedudukan salat sunnah sangatlah istimewa, bukan sekadar pelengkap, melainkan penyelamat ibadah wajib kita di akhirat kelak.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ

Terjemahan: “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah salatnya. Jika salatnya baik, ia sungguh beruntung dan selamat. Jika salatnya rusak, ia sungguh gagal dan rugi. Jika ada kekurangan pada salat fardunya, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki salat sunnah (tathawwu’)?’ Maka kekurangan pada salat fardunya disempurnakan dengan salat sunnah tersebut. Kemudian amal-amal lainnya diperlakukan seperti itu.” (HR. Tirmidzi no. 413, Abu Dawud no. 864, shahih).

Penjelasan Singkat: Hadits ini adalah pengingat yang menenangkan sekaligus tegas. Analogi sederhananya: bayangkan salat fardu (wajib) adalah struktur bangunan rumah Anda. Terkadang, saat membangun rumah, ada retakan kecil atau cat yang terkelupas karena kelalaian kita (seperti kurang khusyuk dalam salat wajib). Nah, salat sunnah inilah yang menjadi “semen penambal” dan “cat hiasan” yang memperindah dan menutupi kecacatan rumah tersebut di hadapan Allah SWT.

Memahami Macam-Macam Salat Sunnah Utama

Dalam Islam, salat sunnah terbagi menjadi dua kategori besar: Muakkad (sangat dianjurkan dan jarang ditinggalkan Rasulullah) dan Ghairu Muakkad (dianjurkan namun Rasulullah kadang meninggalkannya). Berikut adalah macam-macam salat sunnah yang sebaiknya mulai kita rutinkan:

1. Salat Rawatib (Pengawal Salat Fardu)

Ini adalah salat sunnah yang mengiringi salat fardu, baik sebelum (qabliyah) maupun sesudah (ba’diyah).

  • Tata Cara: Dikerjakan 2 rakaat demi 2 rakaat.
  • Keutamaan: Terdapat 12 rakaat rawatib muakkad sehari semalam (2 sebelum Subuh, 4 sebelum Zuhur, 2 sesudah Zuhur, 2 sesudah Maghrib, 2 sesudah Isya). Siapa yang merutinkannya, Allah akan bangunkan rumah di surga.

2. Salat Tahajud (Cahaya di Sepertiga Malam)

Salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah terjaga dari tidur. Waktu terbaiknya adalah sepertiga malam terakhir.

  • Tata Cara: Minimal 2 rakaat, maksimal tidak terbatas (umumnya dilakukan 2 rakaat salam, diulang sesuai kemampuan), dan ditutup dengan Witir.
  • Keutamaan: Mengangkat derajat seorang hamba ke tempat yang terpuji (Maqam Mahmud) dan waktu di mana doa paling mustajab.

3. Salat Dhuha (Pembuka Pintu Rezeki)

Salat yang dikerjakan pada waktu pagi hari, mulai dari matahari naik sepenggalah hingga menjelang waktu Zuhur.

  • Tata Cara: Minimal 2 rakaat, maksimal 8 atau 12 rakaat (dilakukan tiap 2 rakaat salam).
  • Keutamaan: Menggantikan sedekah bagi 360 persendian tubuh kita, serta membawa keberkahan dan kelancaran rezeki.

4. Salat Witir (Penutup Malam yang Ganjil)

Salat dengan jumlah rakaat ganjil yang dikerjakan sebagai penutup ibadah malam.

  • Tata Cara: Bisa dikerjakan 1, 3, 5, 7, atau 9 rakaat. Jika 3 rakaat, bisa dikerjakan 2 rakaat salam lalu 1 rakaat salam.
  • Keutamaan: Allah itu ganjil (Esa) dan menyukai yang ganjil. Witir adalah penutup amalan malam yang sangat dicintai Allah.

Tata Cara Pelaksanaan Secara Umum (Step-by-Step)

Meski niatnya berbeda, tata cara gerakan salat sunnah pada dasarnya sama dengan salat fardu:

  1. Niat: Cukup diikhlaskan di dalam hati untuk melaksanakan jenis salat sunnah tertentu karena Allah Ta’ala.
  2. Takbiratul Ihram dan membaca doa Iftitah.
  3. Membaca Al-Fatihah (wajib) dilanjutkan dengan surah pendek Al-Quran.
  4. Ruku’, I’tidal, Sujud, Duduk di antara dua sujud, hingga Tasyahud Akhir dan Salam.
  5. Dikerjakan secara munfarid (sendiri-sendiri), kecuali beberapa salat tertentu seperti Tarawih, Idul Fitri, Idul Adha, atau Istisqa yang disunnahkan berjamaah.

BACA JUGA: Mengapa Senyum Disebut Sedekah? Memahami Hadist Tentang Tersenyum

Frequently Asked Question

Apa perbedaan salat sunnah muakkad dan ghairu muakkad?

Salat sunnah muakkad adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah ﷺ (contoh: 2 rakaat sebelum Subuh). Sedangkan ghairu muakkad adalah ibadah sunnah yang dianjurkan namun Rasulullah ﷺ terkadang meninggalkannya (contoh: 4 rakaat sebelum Ashar).

Bolehkah mengerjakan salat sunnah sambil duduk?

Boleh. Berbeda dengan salat fardu di mana berdiri adalah rukun (bagi yang mampu), pada salat sunnah diperbolehkan melaksanakannya sambil duduk meski tubuh dalam keadaan sehat. Namun, pahala bagi yang salat sunnah sambil duduk (padahal mampu berdiri) adalah setengah dari pahala salat sambil berdiri.

Apakah salat sunnah harus dikerjakan secara berjamaah?

Mayoritas salat sunnah (seperti Tahajud, Dhuha, Rawatib) lebih utama dikerjakan sendiri-sendiri (munfarid) di rumah. Namun, ada salat sunnah tertentu yang syariatnya sangat dianjurkan secara berjamaah, seperti salat Tarawih, salat Idul Fitri, salat Idul Adha, dan salat Istisqa (minta hujan).

Mari Sempurnakan Ibadah dan Amalan Kita

Sahabat, setelah kita memperindah salat wajib dengan macam-macam salat sunnah, ada baiknya kita juga menyempurnakan ibadah maaliyah (harta) kita. Sebagaimana salat sunnah menjadi tabungan pahala tambahan di akhirat, sedekah jariyah juga menjadi aliran pahala yang tidak akan terputus.

Bersama Yayasan Syekh Ali Jaber, mari wujudkan cinta kita kepada Al-Quran melalui program Wakaf dan Sedekah Al-Quran. Dukungan Anda akan sangat berarti bagi para santri penghafal Quran di seluruh penjuru pelosok negeri. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyaluran donasi dan program kebaikan lainnya, silakan kunjungi halaman donasi resmi di website kami.

Selain itu, jangan lupa untuk terus memperkaya ilmu agama dan keimanan dengan mendengarkan kajian-kajian menyejukkan hati melalui Podcast Lentera Qur’an yang hadir menemani keseharian Anda. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita taufiq untuk istiqamah dalam ketaatan. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

SEDEKAH SEKARANG

Bagikan :

6282260707044

Kirim Email

Donasi Sekarang