
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Sejak wahyu pertama turun, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk membaca (Iqra), yang merupakan gerbang utama menuju pengetahuan. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan ilmu sangatlah krusial dalam kehidupan seorang muslim. Tidak heran jika banyak dalil yang menjelaskan tentang keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan mereka yang tidak memilikinya.
Seorang muslim yang berbekal ilmu akan menjalani kehidupan dengan visi yang jelas, ibadah yang benar, dan akidah yang lurus. Ia tidak mudah terombang-ambing oleh syubhat (keragu-raguan) duniawi. Lantas, apa saja kemuliaan yang Allah janjikan bagi para penuntut ilmu? Berikut adalah ulasan mendalam mengenai urgensi dan kemuliaan ilmu dalam Islam.
1. Allah Mengangkat Derajat Orang Berilmu
Janji Allah SWT sangatlah pasti bagi hamba-Nya yang beriman dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Salah satu keutamaan orang yang berilmu yang paling masyhur adalah janji Allah untuk meninggikan derajat mereka beberapa tingkat lebih tinggi daripada orang biasa.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Mujadalah ayat 11:
Latin: Yarfa’illāhullażīna āmanụ minkum wallażīna ụtul-‘ilma darajāt, wallāhu bimā ta’malụna khabīr.
Artinya: “Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
Ayat ini menegaskan bahwa iman dan ilmu adalah dua sayap yang akan menerbangkan seorang hamba menuju kemuliaan. Allah tidak hanya memberikan kehormatan di dunia berupa penghormatan manusia, tetapi juga kedudukan mulia di akhirat kelak.
2. Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga
Setiap muslim pasti mendambakan surga. Ternyata, menuntut ilmu adalah salah satu jalan pintas untuk mencapainya. Ketika seseorang melangkahkan kakinya ke majelis ilmu, sejatinya ia sedang menapaki jalan menuju rida Allah.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis riwayat Muslim:
Latin: Wa man salaka ṭarīqan yaltamisu fīhi ‘ilman sahhallāhu lahū bihi ṭarīqan ilal-jannah.
Artinya: “Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga.”
Hadis ini memberikan motivasi besar. Kesulitan, kelelahan, dan biaya yang kita keluarkan selama belajar tidak akan sia-sia. Semua itu adalah investasi abadi untuk kehidupan setelah mati.
3. Orang Berilmu Takut kepada Allah
Salah satu indikator ilmu yang berkah adalah melahirkan rasa takut (khasyah) kepada Allah SWT. Semakin dalam pengetahuan seseorang tentang kebesaran pencipta-Nya, semakin tunduk hatinya. Inilah keutamaan orang yang berilmu yang membedakannya dengan orang awam; ibadah mereka berlandaskan pemahaman, bukan sekadar ikut-ikutan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Fatir ayat 28:
Latin: Innamā yakhsyallāha min ‘ibādihil-‘ulamā`u.
Artinya: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang-orang yang berilmu).”
Perbedaan Ahli Ilmu dan Ahli Ibadah
Rasulullah SAW juga membedakan keutamaan antara seorang ahli ilmu (alim) dengan ahli ibadah (abid) yang beribadah tanpa dasar ilmu yang kuat. Beliau bersabda:
“Keutamaan orang yang berilmu (alim) atas orang yang ahli ibadah (abid) adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas semua bintang-bintang lainnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Hal ini karena setan lebih mudah menyesatkan orang yang rajin beribadah namun bodoh, dibandingkan orang yang berilmu yang mengetahui tipu daya setan.
4. Tanda Kebaikan dari Allah
Jika Allah menginginkan kebaikan bagi seorang hamba, Allah tidak serta merta memberinya harta melimpah atau jabatan tinggi. Justru, Allah akan memberikan pemahaman agama yang baik kepadanya.
Rasulullah SAW bersabda:
Latin: Man yuridillāhu bihi khairan yufaqqihhu fid-dīn.
Artinya: “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia paham dalam masalah agama.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pemahaman agama akan menuntun seseorang untuk membedakan yang haq (benar) dan yang bathil (salah), serta yang halal dan yang haram. Ini adalah nikmat terbesar yang menjaga keselamatan hamba di dunia dan akhirat.
5. Pewaris Para Nabi
Para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham. Harta peninggalan mereka mungkin habis, tetapi warisan sejati mereka adalah ilmu. Siapa saja yang mengambil ilmu syar’i, berarti ia telah mengambil bagian yang banyak dari warisan para Nabi.
Status sebagai “Pewaris Nabi” bukanlah gelar sembarangan. Ini mengandung tanggung jawab untuk menyebarkan risalah, menegakkan kebenaran, dan membimbing umat manusia ke jalan yang lurus.
6. Pahala yang Terus Mengalir (Amal Jariyah)
Kematian memutus semua amalan manusia, kecuali tiga perkara. Salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Ketika seseorang mengajarkan ilmu, menulis buku, atau membuat konten yang mendidik, pahalanya akan terus mengalir kepadanya selama ilmu tersebut dimanfaatkan oleh orang lain, bahkan setelah ia wafat.
Rasulullah SAW bersabda:
Latin: Iżā mātal-insānu inqaṭa’a ‘amaluhu illā min ṡalāṡatin: min ṣadaqatin jāriyatin, wa ‘ilmin yuntafa’u bihi, wa waladin ṣāliḥin yad’ū lah.
Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang saleh.” (HR. Muslim).
7. Seluruh Penduduk Langit dan Bumi Memohonkan Ampun
Betapa mulianya orang yang mengajarkan kebaikan. Rasulullah SAW mengabarkan bahwa Allah, para malaikat-Nya, serta penghuni langit dan bumi, bahkan semut di dalam lubangnya dan ikan di lautan, bersalawat (mendoakan kebaikan) bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.
Mereka memohonkan ampunan bagi para penuntut ilmu dan pengajar kebaikan karena keberadaan ilmu menjaga keseimbangan alam semesta dan mencegah kerusakan di muka bumi.
Sempurnakan Ilmu dengan Sedekah Jariyah
Saudaraku, setelah mengetahui betapa besarnya keutamaan orang yang berilmu, tentu semangat kita untuk belajar dan mendukung dakwah Islam semakin membara. Ilmu tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, tetapi harus membawa manfaat luas bagi umat.
Salah satu cara terbaik untuk mengamalkan ilmu dan meraih pahala yang kekal adalah dengan mendukung program pendidikan para penghafal Al-Qur’an dan dai. Melalui sedekah, kita turut serta mencetak generasi berilmu yang akan meneruskan estafet dakwah ini.
Mari ambil bagian dalam ladang pahala ini. Sisihkan sebagian rezeki Anda untuk mendukung program pendidikan dan sosial melalui Yayasan Syekh Ali Jaber. Sedekah Anda adalah cahaya bagi mereka dan amal jariyah bagi Anda.






