
Bersin merupakan respons alami tubuh yang sering kali kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Meski tampak sederhana, Islam memandang peristiwa ini sebagai nikmat Allah yang patut kita syukuri. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu mengingat Sang Pencipta dalam setiap keadaan, termasuk melafalkan doa ketika bersin sebagai wujud rasa syukur tersebut.
Islam mengatur etika bersin dengan sangat indah. Hal ini bertujuan untuk mengeratkan tali persaudaraan antar sesama muslim melalui saling mendoakan. Lalu, bagaimanakah tata cara dan bacaan yang benar sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Mengapa Kita Harus Berdoa Saat Bersin?
Secara medis, bersin adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing, kotoran, atau virus dari saluran pernapasan. Islam selaras dengan fakta kesehatan ini. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Allah menyukai bersin karena hal tersebut menyehatkan badan dan meringankan tubuh, berbeda dengan menguap yang bersumber dari setan karena memicu kemalasan.
Karena bersin merupakan tanda kesehatan dan nikmat, maka sudah sepantasnya seorang muslim memuji Tuhannya. Mengamalkan doa ketika bersin bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan bentuk ibadah yang mendatangkan pahala.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Maka, apabila salah seorang dari kalian bersin dan memuji Allah, maka wajib atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mendoakannya.” (HR. Bukhari)
Rangkaian Bacaan Doa Ketika Bersin dan Jawabannya
Islam mengajarkan interaksi yang harmonis antara orang yang bersin dengan orang yang mendengarnya. Berikut adalah urutan doa yang perlu Anda hafalkan dan amalkan:
1. Doa Bagi Orang yang Bersin
Ketika Anda bersin, Rasulullah SAW memerintahkan untuk segera memuji Allah. Lafal yang diucapkan adalah tahmid.
Arab: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin: Alhamdulillah
Artinya: “Segala puji bagi Allah.”
Atau bisa juga membaca versi yang lebih lengkap:
Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
Latin: Alhamdulillahi ‘ala kulli haal
Artinya: “Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.”
2. Doa Bagi Orang yang Mendengar (Tasymit)
Bagi sesama muslim yang mendengar saudaranya bersin dan mengucapkan Hamdalah, maka ia wajib memberikan Tasymit (mendoakan kebaikan). Ini adalah hak seorang muslim atas muslim lainnya.
Arab: يَرْحَمُكَ اللَّهُ
Latin: Yarhamukallah
Artinya: “Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu.”
Jika yang bersin adalah perempuan, Anda bisa mengubah dhomir (kata ganti) menjadi: Yarhamukillah.
3. Doa Balasan dari Orang yang Bersin
Setelah mendapatkan doa rahmat dari orang lain, orang yang bersin hendaknya membalas kembali doa tersebut dengan kebaikan dan petunjuk. Inilah indahnya Islam, di mana doa ketika bersin menjadi sarana saling mendoakan hidayah.
Arab: يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
Latin: Yahdikumullah wa yushlihu balakum
Artinya: “Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian.”
Adab-Adab Bersin dalam Islam
Selain membaca doa, Rasulullah SAW juga mencontohkan perilaku sopan santun saat bersin. Kita sebaiknya mengikuti adab ini agar tidak mengganggu orang di sekitar kita.
-
Merendahkan Suara
Usahakan untuk menahan volume suara sebisa mungkin. Jangan sengaja mengeraskan suara bersin karena hal tersebut bisa mengejutkan orang lain dan dianggap kurang sopan.
-
Menutup Mulut dan Wajah
Gunakan tangan, kain, atau tisu untuk menutup mulut dan hidung saat bersin. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa apabila Nabi SAW bersin, beliau menutup wajahnya dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya. Hal ini juga sangat relevan dengan protokol kesehatan modern untuk mencegah penyebaran virus.
-
Tidak Menoleh ke Kiri atau Kanan
Saat bersin, usahakan tetap menghadap ke depan atau menunduk, dan hindari menolehkan leher secara tiba-tiba yang bisa menyebabkan cedera otot leher.
BACA JUGA: Bacaan Doa Mohon Kecerdasan Akal dan Kemudahan dalam Menuntut Ilmu
Kondisi Khusus: Jika Bersin Berulang Kali
Bagaimana jika seseorang bersin berulang-ulang tanpa henti? Para ulama menjelaskan bahwa jika seseorang bersin lebih dari tiga kali, kemungkinan besar orang tersebut sedang terserang flu atau gangguan kesehatan lainnya.
Dalam kondisi ini, kewajiban mengucapkan doa Tasymit (Yarhamukallah) gugur setelah bersin yang ketiga. Pada bersin yang keempat dan seterusnya, kita dianjurkan mendoakan kesembuhan baginya dengan ucapan: “Syafaakallah” (Semoga Allah menyembuhkanmu).
Keutamaan Mengamalkan Sunah Bersin
Membiasakan diri membaca doa ketika bersin memiliki banyak keutamaan. Pertama, kita menjalankan sunah Nabi yang mendatangkan pahala. Kedua, kita menyadari betapa lemahnya manusia dan betapa besarnya kuasa Allah yang mengatur setiap hembusan napas. Ketiga, kita menyebarkan kasih sayang dan doa keselamatan di lingkungan kita.
Bayangkan jika setiap hari kita saling mendoakan rahmat (Yarhamukallah) dan petunjuk (Yahdikumullah), tentu lingkungan sosial kita akan penuh dengan keberkahan dan kedamaian.
Sempurnakan Rasa Syukur dengan Bersedekah
Bersin adalah nikmat kesehatan yang sering kita lupakan. Tubuh kita bekerja sempurna mengeluarkan penyakit atas izin Allah. Sebagai wujud syukur yang lebih nyata selain lisan, mari kita sempurnakan dengan amalan sosial, yakni bersedekah.
Sedekah tidak hanya menolak bala, tetapi juga menyucikan harta dan jiwa kita. Anda dapat menyalurkan rasa syukur dan kepedulian Anda untuk membantu para penghafal Al-Qur’an dan kegiatan dakwah melalui Yayasan Syekh Ali Jaber.
Mari bersama-sama kita tambah timbangan amal kebaikan hari ini. Sisihkan sebagian rezeki Anda untuk mendukung perjuangan dakwah dan kemanusiaan.






