
Kita semua mendambakan lingkungan hidup yang tenang, damai, dan dipenuhi orang-orang baik. Namun, kenyataan sering kali tidak sejalan dengan harapan. Interaksi sosial tidak selalu berjalan mulus. Terkadang, kita bertemu dengan individu yang membawa energi negatif, berniat buruk, berlaku zalim, atau menaruh iri dengki (hasad).
Dalam Islam, kita tidak hanya diajarkan untuk pasrah. Kita diperintahkan untuk melakukan ikhtiar (usaha) lahiriah dan batiniah. Ikhtiar lahiriah adalah dengan bersikap bijak dan menjaga diri. Ikhtiar batiniah adalah dengan bersandar kepada Allah SWT. Mengamalkan doa dijauhi dari orang jahat adalah bentuk ikhtiar batiniah terkuat kita untuk memohon perisai perlindungan dari Sang Pencipta.
Mengapa Kita Membutuhkan Doa Perlindungan?
Manusia adalah makhluk sosial, namun interaksi antarsesama tidak selamanya positif. Ada kalanya kita berhadapan dengan fitnah, lisan yang tajam, atau perlakuan yang tidak adil. Rasulullah SAW sendiri mengajarkan kita untuk selalu waspada dan memohon perlindungan.
Memanjatkan doa bukan berarti kita berburuk sangka kepada semua orang. Sebaliknya, ini adalah bentuk kesadaran bahwa kita adalah makhluk lemah yang tidak memiliki daya dan upaya kecuali atas izin Allah. Kita memohon perlindungan dari kejahatan yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Kejahatan ini bisa berasal dari lisan (fitnah, guncingan), perbuatan (kezaliman), atau hati (hasad).
Kumpulan Doa Dijauhi dari Orang Jahat Sesuai Ajaran Islam
Mengamalkan doa adalah senjata utama seorang mukmin. Saat Anda merasa terancam, tertekan, atau sekadar ingin memproteksi diri dari energi negatif, berikut adalah amalan dan doa dijauhi dari orang jahat yang dapat Anda praktikkan.
1. Doa Nabi Musa AS (Melarikan Diri dari Kezaliman)
Doa ini sangat relevan ketika Anda merasa terpojok oleh situasi atau individu yang zalim. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Musa AS ketika beliau melarikan diri dari kejaran Firaun dan bala tentaranya, sebagaimana terabadikan dalam Al-Qur’an.
Doa Teks Arab:
Teks Latin: Rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.” (QS. Al-Qashash: 21)
Doa ini singkat, padat, dan langsung tertuju pada inti masalah: memohon keselamatan dari kaum yang bertindak melampaui batas.
2. Doa Perlindungan Umum dari Kejahatan Makhluk
Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang dapat kita baca kapan saja, terutama saat kita merasa takut atau khawatir akan kejahatan seseorang. Doa ini berfungsi untuk ‘menetralisasi’ niat buruk mereka.
Doa Teks Arab:
Teks Latin: Allahumma innā naj’aluka fī nuhūrihim, wa na’ūdzubika min syurūrihim.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami menjadikan-Mu di leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya) dan kami berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan mereka.” (HR. Abu Dawud & An-Nasa’i)
3. Doa Memohon Perlindungan dari Hasad (Iri Dengki)
Sering kali, orang berbuat jahat karena didasari oleh sifat iri dengki (hasad). Hasad adalah penyakit hati yang berbahaya. Allah SWT secara khusus menurunkan surah untuk melindungi kita darinya, yaitu Surah Al-Falaq.
Anda dapat mengamalkan Surah Al-Falaq secara utuh, khususnya ayat terakhir:
Doa Teks Arab:
Teks Latin: Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
Artinya: “Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 5)
Membaca surah ini (bersama Surah An-Nas dan Al-Ikhlas) adalah benteng harian yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
BACA JUGA: Menyelami Makna Hadist tentang Menjaga Lisan, Kunci Keselamatan Dunia dan Akhirat
Ikhtiar Lahiriah: Mengimbangi Doa dengan Tindakan
Memanjatkan doa harus selalu kita imbangi dengan ikhtiar lahiriah (usaha manusiawi). Doa tidak membuat kita menjadi pasif. Justru, doa memberi kita kekuatan untuk mengambil langkah yang tepat.
- Jaga Sikap dan Lisan: Sering kali konflik bermula dari kesalahpahaman atau lisan yang tidak terjaga. Pastikan kita tidak memprovokasi atau memulai masalah.
- Tetapkan Batasan (Boundaries): Belajarlah berkata “tidak”. Jika ada seseorang yang jelas-jelas ‘toxic’ atau membawa pengaruh buruk, kita berhak menjaga jarak secara tegas namun tetap sopan.
- Introspeksi Diri: Lihat ke dalam diri kita. Terkadang, kita menarik energi negatif karena ada hal dalam diri kita yang perlu diperbaiki.
- Jangan Membalas Kejahatan dengan Kejahatan: Ini adalah level tertinggi dari kesabaran. Mendoakan kebaikan bagi orang yang menyakiti kita justru akan mengangkat derajat kita di sisi Allah.
Menyempurnakan Perlindungan dengan Sedekah
Ikhtiar batiniah (doa) dan ikhtiar lahiriah (tindakan) adalah dua pilar utama. Namun, ada satu amalan yang dapat menyempurnakan kedua ikhtiar tersebut, yaitu sedekah.
Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah dapat menolak bala (bencana atau musibah). Kejahatan orang lain adalah salah satu bentuk ‘bala’ yang dapat menimpa kita. Ketika kita proaktif membantu orang lain yang sedang kesulitan (melalui sedekah), kita sedang ‘membeli’ perlindungan Allah untuk diri kita sendiri.
Saat kita mengeluarkan harta untuk membantu sesama, kita sedang mengetuk pintu langit agar Allah menjauhkan kita dari segala mara bahaya, termasuk bahaya dari lisan dan perbuatan orang-orang jahat.
Anda dapat menambah amalan baik dan menyalurkan sedekah terbaik Anda melalui lembaga yang terpercaya. Yayasan Syekh Ali Jaber, yang melanjutkan cita-cita dakwah dan sosial almarhum Syekh Ali Jaber, berfokus pada program-program Al-Qur’an dan kemanusiaan.
Dengan bersedekah melalui [Link Sedekah di Sini], Anda tidak hanya membantu sesama, tetapi juga ikut serta dalam membangun benteng perlindungan untuk diri Anda dan keluarga melalui amal saleh.






